-
Struktur PBNU punya tujuh istilah unik yang sering didengar tapi tak banyak diketahui maknanya.
-
Mustasyar hingga Rais Aam punya peran strategis dalam arah organisasi.
-
NU diatur sistem berlapis yang memadukan ulama sepuh dan penggerak muda.
Suara.com - Struktur organisasi Nahdlatul Ulama (NU) memiliki sejumlah istilah khas yang sering terdengar, namun tidak selalu dipahami publik.
Mulai dari Mustasyar, Rais Aam, Syuriyah, hingga Tanfidziyah, setiap istilah memiliki fungsi berbeda dalam tata kelola organisasi Islam terbesar di Indonesia ini.
Agar pembaca mudah memahami bagaimana PBNU dan kepengurusan NU bekerja di berbagai tingkatan, berikut penjelasan tujuh istilah utama dalam struktur NU yang penting diketahui.
1. Mustasyar
Mustasyar merupakan dewan penasihat di tubuh NU. Jabatan ini ada di semua tingkatan organisasi, mulai dari PBNU, PWNU, PCNU, hingga ranting.
Anggota Mustasyar biasanya merupakan kiai sepuh atau ulama senior. Perannya adalah memberikan nasihat—baik ketika diminta maupun tidak—terkait persoalan strategis, keagamaan, maupun masalah organisasi lainnya.
2. Syuriyah
Syuriyah adalah dewan syuro yang memegang kewenangan tertinggi dalam urusan keagamaan dan arah keputusan organisasi.
Struktur Syuriyah di setiap tingkatan terdiri atas Rais Aam, para Katib, A’wan, dan anggota lainnya. Mereka bertugas mengarahkan, membina, sekaligus mengawasi pelaksanaan keputusan organisasi.
Baca Juga: PBNU Memanas! Waketum Amin Said: Islah Satu-satunya Jalan, Tak Ada Forum Bisa Copot Gus Yahya
3. Rais Aam
Rais Aam adalah pimpinan tertinggi di struktur Syuriyah. Jabatan ini memegang otoritas dalam menetapkan keputusan strategis NU, khususnya yang berkaitan dengan nilai-nilai keagamaan, arah perjuangan NU, dan kebijakan besar organisasi.
Dalam sejarah NU, posisi ini dulunya dikenal sebagai "Rais Akbar". Meski publik sering lebih mengenal Ketua Umum PBNU, secara struktural Rais Aam memiliki posisi sentral dalam keputusan syar’i dan ideologis NU.
4. Katib
Katib sering disebut Katib Aam atau Katib Syuriyah yang merupakan sekretaris dalam struktur Syuriyah.
Tugasnya meliputi pencatatan keputusan, dokumentasi, administrasi surat menyurat, hingga memastikan seluruh kebijakan tertulis dengan benar. Katib menjadi penghubung administratif antara keputusan Syuriyah dan pelaksanaannya di lapangan.
5. A’wan
A’wan adalah anggota Syuriyah yang membantu tugas-tugas dewan tersebut.
Para A’wan biasanya merupakan tokoh, ulama, atau wakil daerah yang dianggap mampu memberikan masukan dalam musyawarah. Mereka mendukung pelaksanaan keputusan Syuriyah sesuai kebutuhan organisasi.
6. Tanfidziyah
Tanfidziyah adalah badan pelaksana harian NU. Berbeda dengan Syuriyah yang bersifat normatif dan keagamaan, Tanfidziyah bertugas menjalankan kebijakan secara administratif dan operasional.
Struktur Tanfidziyah diisi oleh Ketua Umum, para wakil ketua, sekretaris jenderal, bendahara, dan jajaran pengurus lain. Mereka mengelola kegiatan harian organisasi, program sosial, koordinasi antarwilayah, hingga publikasi kebijakan.
7. Badan Otonom (Banom)
Banom adalah unit pelaksana khusus NU yang memiliki struktur dan program sendiri. Setiap Banom fokus pada kelompok masyarakat tertentu, misalnya pemuda, perempuan, pelajar, hingga profesional.
Beberapa Banom yang dikenal luas antara lain Ansor, Fatayat, IPPNU, IPNU, dan Muslimat NU.
Meski berada di bawah NU, Banom memiliki aturan internal, ruang gerak, dan program yang disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing kelompok.
Berita Terkait
-
PBNU Memanas! Waketum Amin Said: Islah Satu-satunya Jalan, Tak Ada Forum Bisa Copot Gus Yahya
-
Gus Yahya Lulusan Pondok Mana? Rekam Jejak Pendidikannya Ternyata Alumni Kampus Mentereng
-
Surat Edaran Terbit, Sebut Gus Yahya Bukan Lagi Ketua Umum PBNU Mulai 26 November 2025
-
Gus Yahya Staquf Diberhentikan dari Ketua NU, Siapa Penggantinya?
-
Mahfud MD Soal Geger di Internal PBNU: Konflik Tambang di Balik Desakan Gus Yahya Mundur
Terpopuler
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- Setahun Andi Sudirman-Fatmawati Pimpin Sulsel, Pengamat: Kinerja Positif dan Tata Kelola Membaik
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
Pilihan
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
-
Hujan Gol, Timnas Indonesia Futsal Putri Ditahan Malaysia 4-4 di Piala AFF Futsal 2026
Terkini
-
Buntut Drama Bunga Sartika Resign, Bolehkah Artis Seolah Spill Skincare padahal Endorse?
-
Jejak Digital Dwi Sasetyaningtyas Jadi Sorotan, Flexing Dikasih Ajudan dari Ayah Mertua
-
Trik Marketing "Halo Kakak Spill Skincare" Ketahuan, Begini Aturan Main Iklan Skincare yang Benar
-
Cara Daftar Mudik Gratis Pos Indonesia 2026, Cek Syarat dan Rute Perjalanan
-
Eyeliner yang Bagus dan Tahan Lama Merek Apa? Ini 7 Pilihan Terbaik Mulai Rp30 Ribuan
-
6 Parfum Wangi Bayi di Indomaret yang Beri Kesan Segar dan Muda
-
Kapan THR ASN Cair? Ini Bocoran Terbarunya untuk Tahun 2026
-
Kapan 10 Hari Terakhir Ramadan 2026? Catat Tanggal dan 5 Amalan Utamanya
-
Doa agar Tidak Haus saat Puasa Ramadan, Amalkan agar Ibadah Lebih Khusyuk
-
Siapa Zodiak Paling Beruntung 27 Februari 2026? Siap-Siap Hoki di Akhir Bulan