Suara.com - Ketika memilih sepatu untuk nongkrong, sebagian orang mencari model yang nyaman, mudah dipadupadankan, dan tentu saja punya tampilan stylish. Gaya retro-runner ala New Balance menjadi salah satu inspirasi banyak anak muda karena bentuknya yang timeless, siluetnya proporsional, serta mudah dipakai untuk berbagai suasana mulai dari nongkrong di kafe sampai jalan sore keliling kota.
Namun kamu tidak perlu khawatir karena kamu tidak harus membeli produk luar untuk mendapatkan vibe serupa. Brand-brand lokal kini berkembang pesat dan berani menghadirkan desain yang mirip dengan nuansa New Balance namun tetap menawarkan identitas khas mereka sendiri.
Ada beberapa rekomendasi sepatu lokal yang cocok untuk nongkrong, punya sentuhan desain ala New Balance, serta nyaman untuk dipakai seharian. Lalu, apa saja produk tersebut? Simak inilah selengkapnya.
Piero Jogger V54 Rexa
Piero Jogger V54 Rexa menawarkan tampilan sepatu runner modern yang ringan dan kasual. Bagian uppernya menggunakan campuran mesh yang breathable dan panel sintetis tanpa banyak jahitan, sehingga menghasilkan visual yang bersih dan sporty. Midsole-nya cukup tebal sehingga memberi kenyamanan ekstra untuk aktivitas seharian, terutama saat banyak berjalan.
Dari segi tampilan, V54 Rexa terasa mirip dengan New Balance 574, terutama pada bentuk sol dan nuansa retro-lari yang simpel tapi tetap stylish. Jika kamu mencari NB vibes dalam sepatu yang lebih terjangkau, model Piero Jogger V54 Rexa ini bisa jadi pilihan tepat.
Harganya juga lebih terjangkau dibanding NB, yaitu sekitar Rp430.000-Rp500.000.
Heiden Heritage X1 War Grey
Heiden Heritage X1 juga memiliki desain stylish dengan siluet kasual yang ramping namun tetap memiliki detail panel bertumpuk. Material upper menggabungkan suede sintetis dan mesh yang memberi tekstur dan kenyamanan sekaligus. Pilihan warna seperti War Grey membuatnya terlihat netral dan mudah dipadu-padankan untuk outfit apa pun.
Dari sisi estetika, Heritage X1 memiliki kedekatan dengan desain sepatu New Balance seri 574 juga, terutama pada gaya retro-runner yang klasik dan kombinasi suede-mesh yang menjadi ciri khasnya. Sepatu ini cocok untuk kamu yang ingin tampilan heritage namun tetap minimalis.
Harga jual sepatu Heiden ini berada di kisaran Rp450.000-Rp790.000.
Baca Juga: Apakah Sepatu New Balance Bisa Buat Lari? Ini 5 Tipe Terbaiknya
Brodo Ace Nova
Brodo Ace Nova menjadi salah satu sepatu lokal yang paling kuat menghadirkan sentuhan retro-running. Upper-nya memadukan mesh untuk ventilasi, suede sintetis untuk struktur, dan faux leather pada beberapa panel agar tampilannya lebih berdimensi. Insole busa multilayer serta outsole berbahan phylon membuatnya nyaman dipakai berjalan lama.
Jika dilihat sekilas, Ace Nova membawa nuansa desain mirip New Balance 327 atau 574, terutama pada proporsi midsole, overlay suede, dan pemilihan warna yang cenderung klasik. Brodo berhasil menyajikan tampilan retro namun dengan DNA lokal yang kuat.
Meskipun harganya cukup premium yaitu sekitar Rp529.000-Rp688.000, namun tampilannya yang elegan sepadan dengan harga jualnya.
Unerd Dhigh Panda
Unerd DHIGH Panda memiliki tampilan khas dengan gaya low-top santai yang mengandalkan material canvas serta beberapa elemen sintetis. Desainnya simpel, ringan, dan cocok dipakai sebagai daily sneaker tanpa kesan berlebihan. Model ini lebih mengutamakan fungsi harian dengan insole yang nyaman dan bentuk yang mudah dipadupadankan.
Walaupun bukan tipe runner tebal, DHIGH Panda tetap menghadirkan vibe kasual ala beberapa New Balance lifestyle low-profile, terutama yang punya bentuk ringkas dan clean. Buat kamu yang suka tampilan minimalis namun tetap berkesan sporty, sepatu ini bisa jadi solusi menarik.
Harganya pun sangat terjangkau dibanding NB, yaitu berada di kisaran Rp300.000-Rp400.000.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan untuk Multitasking dan Transaksi Cashless Lancar
- 11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan
- 6 Shio yang Menarik Keberuntungan 14 Juli 2026, Banyak Teka-teki Akhirnya Terjawab
- Bagaimana Dody Hanggodo Memanfaatkan Kekuasaannya sebagai Menteri di Kementerian PU
- Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Potensi Menang Praperadilan: Siasat Redam Konflik Polri-Kejagung
Pilihan
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
Terkini
-
Kursi Botol Berterbangan, Suporter Argentina Bakul Pukul Jelang Lawan Inggris
-
10 Trik Kotor Kiper Argentina Emiliano Martinez Bikin Publik Inggris Ketar-ketir
-
Makna Tersembunyi Jersey Argentina Lawan Inggris: Warisan Budaya hingga Memori 1986
-
AI Prediksi Hasil Inggris vs Argentina: Albiceleste Menang Dramatis, Messi dan Kane Cetak Gol?
-
Medco E&P Perkuat Ekonomi Warga Muba Lewat Budidaya Lele Berkelanjutan
-
Prabowo Didesak Evaluasi KDKMP, Dinilai Menyimpang dari Semangat Koperasi
-
Bank Sumsel Babel dan Unsri Perkuat Sinergi, Buka Jalan Pendidikan bagi Putra-Putri Daerah
-
AHY dan Merry Riana Hadir Bersama Sahabat Ojol, Nobar Piala Dunia 2026
-
PTBA Dukung Pengungkapan Tambang Batubara Ilegal di Muara Enim, 11 Tersangka Ditangkap
-
KPK Tindak Lanjuti Laporan Dugaan Korupsi Gubernur Jambi dan Bupati Tebo