- Program AIA menanam 40.000+ pohon dan memberdayakan perempuan sebagai ranger yang merawat dan memantau hutan Leuser.
- Perempuan berperan besar dalam konservasi: menanam, menjaga bibit, dan mendapat manfaat ekonomi serta peningkatan kapasitas.
- Kolaborasi AIA dan Sejauh Mata Memandang memulihkan lahan 10 hektar di Leuser sambil memperkuat komunitas lokal, terutama perempuan.
Suara.com - Dalam banyak budaya di Indonesia, perempuan kerap disebut sebagai penjaga kehidupan. Mereka merawat keluarga, mengelola pangan, dan menjaga keseimbangan dalam lingkup rumah tangga.
Namun, peran mereka tak berhenti di sana. Dalam isu lingkungan yang semakin mendesak, perempuan menjadi garda depan upaya penyelamatan bumi, mulai dari pengelolaan sampah, pelestarian sumber daya air, hingga aksi konservasi hutan.
Ketika alam terluka, perempuan sering merasakan dampaknya paling dulu; dan karena itu pula, mereka bangkit menjadi bagian dari solusi.
Semangat inilah yang turut menghidupkan program Penanaman Pohon “AIA Sehat Untuk Negeri”, inisiatif yang sejak 2023 telah menanam lebih dari 40.000 pohon di lima provinsi di Indonesia.
Program ini berkontribusi pada restorasi ekosistem dan diperkirakan mampu menyerap 465 ton karbon per tahun, sekaligus menyediakan habitat alami bagi berbagai spesies.
Namun, dampak terbesarnya tidak hanya terukur dari jumlah pohon yang tumbuh, melainkan dari manusia yang terlibat di balik hutan yang kembali hijau—terutama kaum perempuan.
Dalam pengembangan terbaru, AIA berkolaborasi dengan Sejauh Mata Memandang untuk mengelola konservasi lahan seluas 10 hektar di Leuser, Aceh.
Di sinilah peran perempuan sebagai ranger semakin terlihat. Mereka tidak hanya ikut menanam, tetapi juga memantau perkembangan setiap pohon, memastikan bibit yang ditanam tumbuh sehat, serta menjadi penghubung antara komunitas dan upaya konservasi.
Bersama petani lokal, perempuan mengambil peran penting dalam pembibitan, pemeliharaan, hingga monitoring lapangan, tugas yang membutuhkan ketelitian, ketekunan, dan komitmen jangka panjang.
Baca Juga: Ges Akhmad Wiyagus: Perempuan adalah Fondasi Ketahanan Keluarga ASN
Bagi banyak perempuan di desa sekitar hutan Leuser, keikutsertaan ini bukan sekadar pekerjaan tambahan. Ini adalah bentuk pemberdayaan yang membuka akses ekonomi, memperkuat posisi mereka dalam komunitas, dan yang paling penting, memberi mereka ruang untuk berkontribusi langsung pada perlindungan alam.
Melalui pelatihan budidaya bibit, teknik pemeliharaan, dan pemantauan pertumbuhan pohon, pengetahuan mereka berkembang, begitu pula rasa memiliki terhadap hutan yang mereka jaga.
Chief Marketing Officer AIA, Kathryn Parapak, menegaskan bahwa pelibatan perempuan merupakan bagian dari nilai keberlanjutan yang mereka usung.
Program ini, kata dia adalah wujud nyata komitmen AIA untuk menciptakan dampak positif bagi lingkungan sekaligus memberdayakan masyarakat, sesuai dengan prinsip keberlanjutan yang kami usung.
"Kami ingin mengajak masyarakat menjaga kesehatan secara menyeluruh dari segi fisik, mental, finansial, dan lingkungan karena alam memengaruhi semua aspek kehidupan. Pohon dan proteksi asuransi memiliki kesamaan—keduanya memberi perlindungan bagi yang kita cintai,” ujarnya.
Sementara itu, Chitra Subyakto, Founder Sejauh Mata Memandang, melihat kontribusi perempuan sebagai bagian penting dari pendekatan konservasi yang menyentuh tidak hanya aspek ekologi, tetapi juga sosial.
Berita Terkait
Terpopuler
- 11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan
- Bagaimana Dody Hanggodo Memanfaatkan Kekuasaannya sebagai Menteri di Kementerian PU
- Penjelasan Polda Sulsel Terkait Kabar Penangkapan Basri Kajang
- 3 Parfum Mykonos Paling Wangi dengan Aroma Clean dan Tahan Lama Menurut Review Pembeli
- 5 HP Murah Kamera Bagus Sesuai Review untuk Foto dan Video, Mulai Rp1 Jutaan
Pilihan
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
Terkini
-
Pesaing Vario 125 dari Yamaha, Tampang Bernuansa R1M
-
Tahun Ajaran Baru Dimulai, MBG Hadir Lagi: Kritik Publik Kembali Menggema?
-
Fafa Sumenep Bawa Pesan Positif Lewat Single Bismillah Karena Cinta
-
Bagaimana Cara Memilih Sunscreen yang Aman untuk Anak-anak?
-
Buang Sampah Sembarangan: Mengapa Kita Masih Takut Menegur Pelanggar?
-
Objektivitas Penanganan Kasus Febrie Diragukan, Komjak Dinilai Gagal Jalankan Fungsi Pengawasan
-
Selebrasi Argentina Picu Kontroversi, Apa Makna Spanduk Las Malvinas?
-
Aksi Sindikat Penipuan Online Berkedok Lelang Mobil Berakhir, Empat Pelaku Dibekuk Polisi
-
Inggris Gugur, Harry Kane Sesali Taktik Parkir Bus saat Dibungkam Argentina
-
HUT ke-70, Danamon Terus Hadir Menemani Berbagai Fase Kehidupan Nasabah Lintas Generasi