- Sejumlah negara melarang perayaan Natal terbuka karena ketaatan ketat pada hukum serta budaya Islam.
- Korea Utara juga melarang perayaan Natal sebagai kebijakan politik menentang pengaruh budaya Barat.
- 25 Desember pun jadi hari biasa di kalender mereka.
Suara.com - Bagi jutaan orang di seluruh dunia, Natal bukan sekadar hari raya keagamaan, melainkan fenomena budaya global yang dirayakan dengan sukacita.
Namun tahukah kamu, bahwa ada beberapa negara yang tidak merayakan Natal. Di negara-negara ini, 25 Desember hanyalah hari biasa di kalender, tanpa libur nasional, tanpa tukar kado, dan tanpa sosok Sinterklas.
Berdasarkan laporan dari Times of India dan berbagai sumber global, beberapa negara memilih untuk tidak merayakan Natal karena alasan yang beragam, mulai dari ketaatan pada hukum agama, pelestarian budaya lokal, hingga kebijakan politik yang ketat.
Bagi kamu para traveler yang berencana bepergian di akhir tahun, penting untuk mengetahui fakta unik ini.
5 Negara yang Melarang Perayaan Natal
1. Arab Saudi
Sebagai negara tempat kelahiran Islam, Arab Saudi memegang teguh prinsip-prinsip syariat yang ketat. Selama beberapa dekade, Kerajaan Arab Saudi tidak mengakui Natal sebagai hari libur nasional.
Secara tradisional, perayaan Natal secara terbuka, seperti memajang pohon Natal atau ornamen mencolok di tempat umum, dilarang karena dianggap tidak sesuai dengan ajaran Islam.
Meskipun dalam beberapa tahun terakhir Arab Saudi mulai melonggarkan aturan sosial di bawah Visi 2030 dan toko-toko mulai diizinkan menjual ornamen liburan tertentu, perayaan Natal masih bersifat sangat privat.
2. Korea Utara
Di Korea Utara, situasi yang terjadi lebih bersifat politis daripada religius.
Seperti yang diketahui, negara yang sangat tertutup ini memiliki sikap yang bermusuhan terhadap hampir semua bentuk agama, termasuk Kristen.
Baca Juga: Indonesia Bisa Jadi Negara Maju? Ini Syarat dari Menkeu Purbaya
Pemerintah Korea Utara juga melarang perayaan Natal karena dianggap sebagai pengaruh budaya Barat yang harus diwaspadai.
Sebaliknya, kalender bulan Desember di Korea Utara diisi dengan perayaan yang memuja para pemimpin negara tersebut.
Contohnya tanggal 24 Desember dirayakan bukan sebagai Malam Natal, melainkan sebagai hari kelahiran Kim Jong-suk, nenek dari pemimpin saat ini, Kim Jong-un.
3. Somalia
Somalia, negara yang mayoritas penduduknya Muslim juga menerapkan larangan tegas terhadap perayaan Natal.
Pada tahun 2015, pemerintah Somalia secara resmi melarang perayaan Natal dan Tahun Baru karena dianggap bertentangan dengan budaya Islam dan dapat memicu ketidakstabilan atau serangan dari kelompok ekstremis.
Badan-badan keamanan diinstruksikan untuk tetap waspada dan menghentikan pertemuan apa pun yang berbau perayaan Natal.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gelar Bukan Segalanya, Boni Hargens Sepakat dengan Prof Gayus Lumbuun Soal Aturan Sidang S3
- 7 Cara Menghilangkan Kerak Gosong di Bawah Setrika agar Tidak Lengket dan Mengkilap
- Wakapolri Minta Jajaran Siap Hadapi Isu Aksi 'Black September', Apa Itu?
- Anak Buah Prabowo Curigai Alat Antek Asing di Balik Erupsi 6 Gunung, Netizen: Alam Saja Kena Fitnah
- 5 Menit Kota Makassar Diguyur Hujan
Pilihan
-
Rp11 Triliun Disiapkan untuk Isi Rekening Massal, Seorang Dapat Berapa?
-
Harusnya Bisa Kenyang dan Sehat, 230 Siswa di Pati Malah Keracunan Usai Santap MBG
-
Drone Thermal Dikerahkan, SAR Perluas Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Perairan Anak Krakatau
-
Cari 5 Jurnalis Hilang di Anak Krakatau, 6 Kapal Sisir Laut hingga 271 Nautical Mile
-
Duh! 273 Siswa dan 43 Guru di Pati Diduga Keracunan MBG
Terkini
-
25 Tahun Konflik Agraria di Jambi Tak Selesai! BAM DPR Bakal Turun dan Investigasi
-
Genap 17 Tahun Otomatis Punya Rekening, Buat Apa?
-
Bukan Siang Hari, Ini Waktu Udara Palembang Paling Berbahaya Saat PM2.5 Tembus 600
-
Mendagri Apresiasi Gubernur Bobby Nasution Inisiasi Pertemuan Provinsi se-Sumatera Satukan Kekuatan
-
Donal Husni Hilang Kontak Saat Liputan Krakatau, Ketua RT Ungkap Sosok dan Keseharian Sang Jurnalis
-
Kabut Asap Kian Meluas, Kini Siswa Madrasah di Palembang Juga Belajar dari Rumah
-
5 Jurnalis Hilang Kontak Saat Liput Anak Krakatau, Pencarian Diperluas di Selat Sunda
-
Pekerja Perempuan Dominasi Perkebunan Sawit, Menteri PPPA Soroti Kesenjangan Upah
-
PTBA Dorong Budaya Inovasi Lewat BIGMIND Innovation Award 2026, Ubah Ide Jadi Dampak
-
AHY Klarifikasi Maksud Pidato, Apa Respons Prabowo?