- Menkeu Purbaya menyatakan syarat negara maju adalah pertumbuhan ekonomi mencapai sepuluh persen selama lebih dari satu dekade.
- Target pertumbuhan delapan persen realistis dicapai dalam lima tahun ke depan sebagai langkah awal kemajuan.
- Pencapaian target ini didukung perbaikan iklim investasi, kebijakan fiskal, dan penguatan mesin ekonomi pemerintah.
Suara.com - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan syarat untuk Indonesia bisa menjadi negara maju. Menurutnya, pertumbuhan ekonomi Indonesia harus bisa mencapai 10 persen selama lebih dari 10 tahun.
"Kalau kita mau jadi negara maju, kita harus tumbuh double digit selama 10 tahun lebih," katanya saat Pembukaan Rapimnas Kadin 2025 yang disiarkan virtual, Senin (1/12/2025).
Menkeu Purbaya lalu bercerita soal target Presiden RI Prabowo Subianto terkait pertumbuhan ekonomi 8 persen. Banyak orang yang meragukan apakah target tersebut bisa tercapai atau tidak, termasuk Purbaya yang juga mengakui kalau itu sulit.
Namun dia menilai kalau target pertumbuhan ekonomi 8 persen bisa menjadi langkah awal untuk Indonesia menjadi negara maju. Ia juga tak menampik kalau itu masih terlalu rendah, tapi bisa saja dicapai hingga lima tahun ke depan.
"Harusnya 4-5 tahun lagi sudah keliatan tuh 8 persennya bisa tercapai atau enggak. Seandainya enggak capai 8 persen, dapat 7 juga sudah lumayan," lanjutnya.
Untuk mencapai pertumbuhan ekonomi 8 persen, Purbaya memaparkan strategi yang akan dijalankan Pemerintah. Mulai dari kebijakan fiskal dan moneter, mesin pemerintah dan swasta yang dijalankan, pasar dalam negeri yang dijaga, hingga perbaikan iklim investasi.
"Harusnya 8 enggak susah-susah amat," klaim dia.
Lebih lanjut Bendahara Negara mengakui kalau target itu banyak diragukan orang. Namun hal berbeda terjadi di pasar modal, di mana banyak investor yang membuktikannya dengan pasar saham.
"Kalau kalian lihat di pasar modal, itu kan banyak analis-analis kan? Itu orang-orang pintar. The fact bahwa stock market bisa naik dengan cepat, kelihatannya mereka percaya, 'Kayaknya Purbaya serius nih. Pak Prabowo serius'," bebernya.
Baca Juga: Setelah Thrifting, Purbaya Bakal Pelototi Baja hingga Sepatu Impor
"Jadi tumbuh 8 persen susah, tapi bukan angka yang mustahil kalau kita lanjutkan secara bertahap. Jadi fiskal, sektor keuangan, iklim investasi diperbaiki," jelas Purbaya.
Berita Terkait
-
Setelah Thrifting, Purbaya Bakal Pelototi Baja hingga Sepatu Impor
-
Menkeu Purbaya Akui Iklim Investasi Indonesia Berantakan: Kalah dari Vietnam, Thailand, Malaysia
-
Gubernur BI : Tiga Kunci Ini Bisa Bikin Indonesia Meroket di 2026, Apa Saja?
-
Purbaya Akan Bantu Masalah Investasi Pengusaha: Kemampuan Saya Setingkat Abu Nawas
-
Media Asing Kritik soal Dana Rp 276 Triliun, Purbaya Sewot: Dia Ga Sepintar Saya
Terpopuler
- 5 Mobil Nissan Bekas yang Jarang Rewel untuk Pemakaian Jangka Panjang
- 5 Sunscreen untuk Hilangkan Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- 5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan, RAM 6 GB Performa Jempolan
- 5 Sepatu Skechers Paling Nyaman untuk Jalan Kaki, Cocok Dipakai Lansia
- Purbaya Temukan Uang Ribuan Triliun Milik Jokowi di China? Kemenkeu Ungkap Fakta Ini
Pilihan
-
KLH Gugat 6 Perusahaan Rp 4,8 Trliun, Termasuk Tambang Emas Astra dan Toba Pulp Lestari?
-
Bursa Transfer Liga Inggris: Manchester United Bidik Murillo sebagai Pengganti Harry Maguire
-
John Herdman Termotivasi Memenangi Piala AFF 2026, Tapi...
-
Purbaya Sebut Bisnis Sektor Media Cerah: Saham DIGI, TMPO, dan VIVA Langsung Ceria
-
Dari 'Kargo Gelap' Garuda ke Nakhoda Humpuss: Kembalinya Ari Askhara di Imperium Tommy Soeharto
Terkini
-
Harga Batu Bara Meroket Imbas Kebijakan China, Menuju Harga Tertinggi?
-
KLH Gugat 6 Perusahaan Rp 4,8 Trliun, Termasuk Tambang Emas Astra dan Toba Pulp Lestari?
-
Menteri PU: Tidak Ada Lagi Kabupaten/Kota Terisolasi Akibat Banjir Sumatera
-
Harga Makin Naik, Gen Z dan Milenial Kompak Borong Beli Emas
-
DBS: Ekonomi AS Bakal Masuki Era Baru, Utang Bakal Tinggi
-
Laporan Korban Makin Banyak, Ini Metode Penipuan Paling Rentan di Sektor Keuangan
-
Aliran Uang PT Dana Syariah Indonesia Diduga Masuk ke Rekening Direksi
-
Cadangan Hidrokarbon Ditemukan di Sumur Mustang Hitam, Riau
-
OJK Ungkap Dana Syariah Indonesia Terlibat Proyek Fiktif Hingga Skema Ponzi
-
Dorong Melek Keuangan, Pelajar Dibidik Buka Tabungan