-
- 355 daerah raih penghargaan KLA, sistem ramah anak meningkat.
- Evaluasi KLA tingkatkan tata kelola dan partisipasi anak.
- Fokus masa depan: ruang aman, inklusif, dan digital.
Suara.com - Meskipun Indonesia telah menegaskan kewajiban konstitusional untuk melindungi hak anak, tantangan tetap besar. Tantangan itu meliputi memastikan tata kelola daerah responsif terhadap hak anak, menghadapi meningkatnya screen time anak rata-rata 7,5 jam per hari, dan menyediakan ruang virtual serta sosial yang aman dan ramah bagi anak di seluruh kota dan kabupaten.
Untuk menjawab tantangan ini, pemerintah memperkuat program Kabupaten/Kota Layak Anak (KLA) sebagai pilar pembangunan sumber daya manusia unggul. Dalam periode Oktober 2024–November 2025, sinergi antara pemerintah pusat dan daerah mendorong pertumbuhan signifikan jumlah daerah layak anak.
Pertumbuhan ini sejalan dengan RKP 2025 yang menempatkan pelindungan anak sebagai fondasi pertumbuhan inklusif. Pada Agustus 2025, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) menganugerahkan Penghargaan KLA 2025 kepada 355 kabupaten/kota, jumlah tertinggi sepanjang pelaksanaan program.
Capaian ini menegaskan kesungguhan pemerintah daerah dalam memperkuat sistem berbasis hak anak. Bahkan, perubahan kepemimpinan di sejumlah daerah menjadi momentum untuk memperkuat tata kelola melalui mekanisme transfer pengetahuan yang lebih efektif.
Menteri PPPA, Arifah Fauzi, menekankan bahwa evaluasi KLA bukan sekadar ajang penghargaan, tetapi sarana refleksi berkelanjutan.
“Evaluasi ini dilakukan untuk memantau kemajuan dan mengidentifikasi area perbaikan dalam upaya menciptakan kota yang layak bagi anak-anak kita. Terlebih, KLA kini telah masuk dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029, sehingga pencapaiannya tidak hanya mencerminkan kinerja pemerintah daerah, tetapi juga pemerintah pusat dalam membina, mendampingi, dan memfasilitasi daerah.”
Dari total tersebut, 22 daerah meraih predikat Utama, 69 Nindya, 125 Madya, dan 139 Pratama. Hampir 70% daerah kini memiliki sistem pembangunan ramah anak.
Selain itu, 13 provinsi menerima Provila 2025, menandakan KLA telah menjadi gerakan lintas wilayah yang terstruktur dan berkelanjutan.
Keberhasilan ini ditopang dua reformasi besar: efektivitas UPTD PPA yang berjalan sejak Januari 2025 dan penerapan Permen PPPA No. 3/2025 tentang Forum Anak, yang meningkatkan kualitas keterlibatan anak dalam perencanaan pembangunan.
Baca Juga: 5 Sepatu Running Anak Murah Terbaik: Super Nyaman, Harga di Bawah Rp200 Ribu
Menteri Koordinator PMK, Pratikno, menegaskan bahwa kota harus “layak tumbuh dan layak dicintai oleh anak-anak.”
Pemerintah mendorong pembangunan taman bermain, jalur sepeda, dan ruang publik ramah anak. Di sisi lain, RAN KLA 2025–2029 dan revisi Perpres 25/2021 sedang dipersiapkan agar digitalisasi, disabilitas, dan inklusivitas anak terintegrasi secara jelas.
Keberhasilan KLA membuktikan bahwa pelindungan anak kini menjadi strategi pembangunan nasional.
Melalui kolaborasi lintas sektor antara pemerintah daerah, dunia usaha, lembaga masyarakat, dan anak-anak sendiri, pemerintah menargetkan peningkatan kualitas KLA.
Fokus diarahkan pada partisipasi bermakna, pemanfaatan teknologi untuk kesejahteraan anak, dan inklusivitas bagi penyandang disabilitas, agar seluruh anak Indonesia dapat tumbuh dalam lingkungan yang aman, sehat, dan bahagia.
Berita Terkait
Terpopuler
- Promo Indomaret 12-18 Maret: Sirup Mulai Rp7 Ribuan, Biskuit Kaleng Rp15 Ribuan Jelang Lebaran
- 5 Mobil Bekas Irit Bensin Pajak Murah dengan Mesin 1000cc: Masa Pakai Lama, Harga Mulai 50 Jutaan
- 26 Kode Redeem FF 13 Maret 2026: Bocoran Rilis SG2 Lumut, Garena Bagi Magic Cube Gratis
- 45 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 Maret 2026: Kesempatan Raih ShopeePay dan Bundel Joker
- Siapa Syekh Ahmad Al Misry? Dikaitkan Kasus Dugaan Pelecehan Seksual Sesama Jenis 'SAM'
Pilihan
-
Teror Beruntun di AS: Sinagoge Diserang, Eks Tentara Garda Nasional Tembaki Kampus
-
KPK OTT Bupati Cilacap, Masih Berlangsung!
-
Detik-Detik Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast di YLBHI
-
Indonesia Beli Rudal Supersonik Brahmos Rp 5,9 Triliun! Terancam Sanksi Donald Trump
-
Kronologi Lengkap Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast Militerisme
Terkini
-
50 Gambar Ucapan Idul Fitri 2026 Gratis, Siap Pakai untuk Story WA atau Instagram
-
Tertinggal Shalat Ied Berjamaah, Bolehkah Sholat Idul Fitri Sendirian di Rumah?
-
Apakah Menikahi Sepupu Termasuk Perkawinanan Sedarah? Ini Penjelasannya
-
Kisah Unik Pernikahan Mojtaba Khamenei dan Zahra yang Gugur Dibom Israel-AS
-
5 Tempat Makan 'Legend' Sepanjang Pantura: Wajib Mampir Kala Mudik 2026
-
Promo Spesial Ramadan BRI, Cara Cerdas Nikmati Bukber dan Hiburan Lebih Hemat
-
7 Parfum Mirip Chanel Coco Mademoiselle Versi Murah tapi Wanginya Mewah
-
4 Langkah Pertolongan Pertama Jika Kena Air Keras, Antisipasi dari Kasus Andrie Yunus
-
Apakah 1 Syawal Boleh Puasa? Simak Hukum dan Waktu Pelaksanaannya
-
Promo Kue Kering Holland Bakery, Cocok untuk Hampers atau Hidangan Lebaran Premium