- Empat ekor gajah BKSDA Aceh dikerahkan di Pidie Jaya pada Senin (8/12/2025) untuk menarik material pascabanjir di area sulit terjangkau alat berat.
- Aktivis Indira Diandra mengkritik penggunaan gajah untuk pembersihan material banjir karena gajah adalah makhluk hidup, bukan alat konstruksi.
- Gajah adalah makhluk sosial empatik yang cerdas, mampu berduka, mengingat trauma, serta membutuhkan kesejahteraan meski sempat membantu pemulihan bencana.
Pengalaman buruk, kebisingan, atau situasi kacau pascabencana tentu saja dapat memicu stres baru. Berikut beberapa sifat emosional gajah seperti dikutip World Animal Protection.
1. Mereka Berempati dan Menjaga Sesama
Gajah betina sering melindungi anak yang bukan miliknya dari potensi bahaya, bahkan sebelum bahaya tersebut tampak nyata. Para ilmuwan menduga mereka belajar dari pengalaman masa lalu dan memprediksi kondisi emosional kelompoknya.
Empati lah yang membuat mereka dikenal sebagai penjaga keluarga yang lembut, meski tubuh mereka begitu besar dan kuat.
2. Mereka Berduka Seperti Manusia
Tak banyak spesies yang menunjukkan perilaku berduka. Gajah salah satunya. Ketika ada anggota kawanan yang mati, mereka mendatangi tubuhnya berulang kali, mengelus bangkai dengan belalai, atau berdiri lama dalam keheningan.
Anak gajah yang kehilangan induk bahkan diketahui mengalami stres berat hingga tidak bertahan hidup.
3. Mereka Mengingat dan Merasakan Trauma
Pepatah “gajah tidak pernah lupa” terbukti benar secara ilmiah. Mereka dapat mengingat suara dan individu dari belasan tahun lalu. Trauma pun tertinggal dalam memori mereka.
Baca Juga: Lebih dari 10 Negara Siap Bantu Bencana Sumatra: PM Jepang Hingga Pangeran Arab
Anak gajah yang selamat dari serangan pemburu, misalnya, tercatat sering terbangun di malam hari sambil menjerit dan mengeluarkan suara terompet ketakutan—seperti manusia yang mimpi buruk.
4. Gajah Menyimpan Dendam
Dikutip Instagram Hipnoterapis Klinis, dr. Ema Surya Pertiwi, gajah juga menyimpan dendam. Itu terbukti
di beberpa wilayah Afrika, Gajah bisa menyerang desa yang dulu membunuh kelompoknya.
"Tapi yang kita lihat sekarang. Gajah tetap hadir membantu meski bencana itu
terjadi karena ulah tangan tangan kotor yang merusak hutannya," tulisnya.
Di satu sisi, gajah-gajah BKSDA Aceh membantu membuka akses, menarik material besar, dan bahkan menjadi hiburan bagi anak-anak yang sedang mengalami masa sulit—kehadiran mereka menghadirkan ketenangan di tengah kekacauan.
Namun di sisi lain, ada kebutuhan mendesak untuk memastikan kesejahteraan satwa ini tidak terabaikan. Penggunaan gajah sebagai tenaga kerja fisik bukan hanya soal etika, tetapi juga keseimbangan antara kebutuhan manusia dan martabat makhluk hidup lain.
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
- 5 Sepatu Lari di Bawah Rp500 Ribu di Sports Station, Performa Nyaman Sesuai Review
Pilihan
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
Terkini
-
Tuntas Uji Coba 3 Bulan, Pemkab Bogor Godok Rute Baru Bus Listrik Bojong Gede - Exit Tol Citeureup
-
Ditahan KPK, Moch Mahrus Suap Anggota DPR Rp1,5 Miliar demi Raih Hibah Pokmas Jatim
-
Kebakaran Lahan Meluas ke Pemukiman, BPBD Cianjur Minta Warga Waspadai Puntung Rokok
-
140 Titik di Banten Darurat Air Bersih
-
Gurita Pungli Dinas ESDM Jatim: Kabid Geologi Jadi Tersangka, Peras 217 Pemohon
-
Buka 31 Formasi Jabatan, Bupati Bogor Jamin Proses Seleksi ASN Transparan dan Bebas Orang Dalam
-
Dari Pencurian Ayam hingga Bentrok Jalanan: Mengapa Amuk Massa Terus Berulang?
-
Dari Made in Indonesia ke Made by Indonesia, Mendorong Produk Lokal Naik Kelas
-
Presiden Prabowo Diminta Segera Evaluasi Kinerja Mendag, Ada Apa?
-
Abdul Wahid Menunggu Vonis, Berharap Putusan Benar-benar Adil