Suara.com - Sepatu berbahan suede dikenal memiliki tampilan yang elegan, lembut, dan mewah. Namun di balik kemewahannya, suede adalah salah satu material yang paling sensitif terhadap air.
Air dapat meninggalkan noda, membuat tekstur suede berubah menjadi kaku, bahkan menyebabkan warna menjadi tidak merata. Jika kamu tidak segera menanganinya, sepatu suede bisa rusak permanen.
Bahkan, sepatu suede tidak disarankan untuk dipakai ketika musim hujan. Namun demikian, ada berbagai cara mengatasi sepatu saude jika terkena air. Hal ini tak lantas mengurungkan niat Anda untuk membeli suede.
Berikut sejumlah protips yang bisa diterapkan.
1. Segera Keringkan dengan Tisu atau Kain Lembut
Begitu sepatu suede terkena air, hal pertama yang harus kamu lakukan adalah menyerap air sebanyak mungkin.
Gunakan tisu tebal atau kain microfiber, lalu tekan perlahan pada bagian yang basah. Hindari gerakan menggosok karena dapat merusak serat suede serta membuat noda menyebar.
Tekan secara konsisten sampai kamu merasa kelembapannya mulai berkurang. Semakin cepat kamu menyerap air, semakin kecil kemungkinan suede menjadi kaku atau berubah warna.
2. Keringkan Secara Alami Tanpa Sumber Panas Langsung
Baca Juga: 5 Rekomendasi Sepatu Suede Lokal Mirip Puma, Adidas, dan New Balance, Mulai Rp100 Ribuan!
Setelah sisa air diserap, tempatkan sepatu di area yang kering dan memiliki sirkulasi udara yang baik.
Sangat penting untuk tidak menjemur di bawah matahari langsung, tidak menggunakan hair dryer, dan tidak meletakkan sepatu di dekat kipas panas atau sumber pemanas lainnya.
Panas langsung dapat menyebabkan suede mengeras, memudar, dan bahkan mengalami retakan halus pada teksturnya.
Biarkan sepatu mengering alami selama beberapa jam hingga semalaman tergantung tingkat kebasahannya. Proses ini memang lebih lama, tetapi lebih aman untuk menjaga tekstur suede tetap lembut.
3. Masukkan Kertas untuk Menjaga Bentuk Sepatu
Sepatu suede yang basah mudah mengalami deformasi jika tidak diberi penyangga. Oleh karena itu, masukkan kertas koran atau kertas tisu tebal ke dalam sepatu untuk menjaga bentuknya tetap stabil.
Kertas juga membantu menyerap kelembapan dari bagian dalam sepatu, mempercepat proses pengeringan. Pastikan kamu tidak menggunakan kertas berwarna cerah yang tintanya mudah luntur.
Jika sepatu sangat basah, gantilah kertas setiap beberapa jam agar hasilnya lebih optimal.
4. Gunakan Suede Brush untuk Mengembalikan Tekstur
Setelah benar-benar kering, suede biasanya akan terlihat kusam dan teksturnya tampak menggumpal.
Inilah waktunya untuk menggunakan suede brush. Sikat khusus ini berfungsi untuk mengembalikan bulu-bulu halus pada suede agar kembali lembut dan rata.
Sikatlah dengan gerakan searah terlebih dahulu, lalu ulangi dengan gerakan kecil dua arah untuk merapikan permukaannya. Lakukan secara perlahan agar tidak merusak material.
Jika kamu tidak memiliki suede brush, sikat gigi berbulu lembut bisa menjadi alternatif meski hasilnya tidak seoptimal sikat khusus.
5. Atasi Water Stain
Jika setelah mengeringkan sepatu muncul noda air (water stain) yang membentuk lingkaran atau patch warna lebih gelap, kamu bisa sedikit membasahi seluruh area sepatu secara merata menggunakan kain lembap.
Namun, jangan sampai sepatu basah kuyup. Setelah itu, ulangi proses pengeringan alami dan penyikatan seperti langkah sebelumnya. Metode ini membuat warna suede menyatu kembali sehingga noda air tidak terlihat lagi.
Banyak pakar perawatan sepatu menggunakan teknik ini untuk menghilangkan bercak yang sulit dihapus.
6. Gunakan Suede Eraser untuk Noda Membandel
Jika tekstur sudah kembali lembut tetapi noda air masih terlihat, kamu bisa menggunakan suede eraser, yaitu penghapus khusus untuk noda pada suede.
Gosok perlahan area yang bernoda hingga warnanya merata kembali. Alat ini juga efektif untuk menghilangkan bekas minyak ringan atau goresan yang muncul setelah terkena air.
7. Semprotkan Suede Protector untuk Pencegahan ke Depan
Setelah sepatu benar-benar pulih, langkah terakhir adalah memberi perlindungan tambahan.
Gunakan suede protector spray agar sepatu menjadi lebih tahan air, debu, dan noda. Semprotkan secara merata dengan jarak sekitar 20–30 cm. Tunggu hingga kering sebelum digunakan.
Menggunakan protector secara rutin misalnya tiap 2–3 minggu bisa memperpanjang usia sepatu suede secara signifikan.
Kontributor : Nadia Lutfiana Mawarni
Berita Terkait
-
5 Rekomendasi Sepatu Suede Lokal Mirip Puma, Adidas, dan New Balance, Mulai Rp100 Ribuan!
-
5 Rekomendasi Sepatu Lokal Selevel Puma Speedcat, Desain Suede Cuma Rp100 Ribuan
-
Jangan Asal Sikat! Cara Mencuci Sepatu Suede Agar Tidak Rusak dan Kinclong Seperti Baru
-
6 Cara Ampuh Bersihkan Sepatu Suede Agar Tidak Cepat Rusak
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Motor Gigi Tanpa Kopling: Praktis, Irit, dan Tetap Bertenaga
- 5 Rekomendasi HP Layar Lengkung Murah 2026 dengan Desain Premium
- 5 Lipstik Ringan dan Tahan Lama untuk Usia 55 Tahun, Warna Natural Anti Menor
- Kenapa Angin Kencang Hari Ini Melanda Sejumlah Wilayah Indonesia? Simak Penjelasan BMKG
- 5 Sunscreen Jepang untuk Hempaskan Flek Hitam dan Garis Penuaan
Pilihan
-
Promo Suuegeerr Alfamart Jelang Ramadan: Tebus Minuman Segar Cuma Rp2.500
-
Menilik Survei Harvard-Gallup: Bahagia di Atas Kertas atau Sekadar Daya Tahan?
-
ESDM: Harga Timah Dunia Melejit ke US$ 51.000 Gara-Gara Keran Selundupan Ditutup
-
300 Perusahaan Batu Bara Belum Kantongi Izin RKAB 2026
-
Harga Emas Bisa Tembus Rp168 Juta
Terkini
-
5 Bedak Waterproof yang Tahan Keringat untuk Usia 55 Tahun, Wajah Jadi Lebih Muda
-
Ramalan Keuangan Zodiak 26 Januari 2026: 4 Zodiak Dapat Bonus Besar di Tanggal Tua
-
7 Rekomendasi Sunscreen SPF 50 untuk Usia 55 Tahun Ke Atas
-
5 Sunscreen Lokal untuk Cegah Garis Halus dan Kerutan Usia 45 Tahun
-
Prinsip Kunci Manajemen Risiko Berbasis Volatilitas untuk Perdagangan Forex Efektif
-
Day Cream atau Sunscreen Dulu? Ini Urutan Skincare dan Rekomendasinya
-
5 Sunscreen Non Comedogenic untuk Flek Hitam Usia 45 Tahun ke Atas
-
Ini 7 Bahaya Menghirup Gas Nitrous Oxide Tabung Whip Pink yang Viral
-
12 Ramalan Shio Terbaru 25 Januari 2026 Tentang Keuangan, Cinta, dan Sial
-
Ruang Bermain yang Bisa Bergerak di Tengah Kota