- Konferensi Carbon Digital (CDC) 2025 di Bandung fokus pada peran teknologi digital untuk pengelolaan emisi.
- Data emisi yang akurat dan transparan dinilai krusial untuk efektivitas kebijakan iklim Indonesia.
- Bandung ditetapkan sebagai pilot project untuk uji coba implementasi inovasi teknologi pengelolaan emisi.
Suara.com - Inovasi teknologi digital kini menjadi kunci untuk mengelola emisi secara lebih efektif di Indonesia.
Konferensi Carbon Digital (CDC) 2025 yang digelar di Bandung menekankan peran data akurat dan transparan dalam mempercepat pencapaian target pengurangan emisi, sekaligus mendorong kebijakan iklim yang lebih tepat sasaran dan berdampak nyata bagi lingkungan.
Acara yang mengusung tema “Menggagas Ulang Pasar Karbon Indonesia: Inovasi Digital untuk Integritas Global” ini menghadirkan lebih dari 450 peserta dari 10 negara, termasuk pemerintah, industri, akademisi, dan startup teknologi iklim.
Ketua Umum Indonesia Carbon Trade Association (IDCTA), Riza Suarga, menekankan bahwa kunci keberhasilan pengurangan emisi adalah data yang akurat dan transparan.
“Dengan teknologi digital, kita bisa mengukur, melaporkan, dan memverifikasi emisi secara lebih tepat, sehingga setiap langkah pengurangan emisi dapat diimplementasikan secara efektif,” ujarnya.
Riza menambahkan, digitalisasi pengelolaan emisi memungkinkan Indonesia tidak hanya memantau hasil secara real-time, tetapi juga meningkatkan akuntabilitas kebijakan iklim serta memperkuat kerja sama internasional.
“Transparansi data adalah fondasi agar kebijakan dan program pengurangan emisi dapat berjalan efektif dan sesuai standar global,” kata Riza usai penandatanganan Komitmen Bersama dengan Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan.
Bandung sendiri dipilih sebagai pilot project untuk implementasi inovasi ini. Menurut Farhan, kota ini akan berfungsi sebagai living lab, tempat prototyping teknologi digital untuk pengelolaan emisi sebelum diterapkan secara lebih luas.
Selain itu, pemanfaatan lahan terbuka hijau dan Lahan Sawah Dilindungi (LSD) seluas 600–700 hektare juga dapat menjadi modal lingkungan penting dalam skema pengelolaan data emisi.
Baca Juga: Inovasi Efisiensi Energi Dorong Industri Manufaktur Menuju Operasi yang Lebih Berkelanjutan
CDC 2025 menjadi momen penting bagi Indonesia untuk mengintegrasikan teknologi digital ke dalam strategi pengelolaan emisi.
Dengan data yang lebih akurat dan transparan, Indonesia dapat mempercepat pencapaian target pengurangan emisi, mendukung kebijakan iklim yang lebih efektif, dan mendorong langkah nyata menuju bumi yang lebih bersih dan berkelanjutan.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Produk Viva Cosmetics yang Ampuh Atasi Flek Hitam, Harga di Bawah Rp50 Ribu
- Denada Akhirnya Akui Ressa Anak Kandung, Bongkar Gaya Hidup Hedon di Banyuwangi
- 5 Rekomendasi HP Layar AMOLED 120Hz Termurah 2026, Harga Mulai Rp1 Jutaan
- 5 HP Murah Alternatif Redmi Note 15 5G, Spek Tinggi buat Multitasking
- KUIS: Kalau Hidupmu Jadi Lagu, Genre Apa yang Paling Cocok?
Pilihan
-
Siapa Jeffrey Hendrik yang Ditunjuk Jadi Pjs Dirut BEI?
-
Harga Pertamax Turun Drastis per 1 Februari 2026, Tapi Hanya 6 Daerah Ini
-
Tragis! Bocah 6 Tahun Tewas Jadi Korban Perampokan di Boyolali, Ibunya dalam Kondisi Kritis
-
Pasar Modal Bergejolak, OJK Imbau Investor Rasional di Tengah Mundurnya Dirut BEI
-
5 HP Memori 128 GB di Bawah Rp2 Juta Terbaik Awal 2026: Kapasitas Lega, Harga Ramah di Kantong!
Terkini
-
KUIS: Kalau Hidupmu Diangkat ke Layar Lebar, Genre Film Apa yang Cocok?
-
Kuota Mudik Gratis Pemprov Banten 2026: Info Pendaftaran, Rute, dan Syarat Lengkap
-
7 Serum Anti-Aging yang Ampuh Mengurangi Kerutan dan Flek Hitam
-
Beda Sariawan Biasa dan Gejala Kanker Mulut, Begini Penjelasannya
-
5 Rekomendasi Liquid Lipstik yang Bisa Dijadikan Blush On
-
5 Parfum Floral Fruity Produk Lokal, Wangi Elegan Mulai Rp26 Ribu
-
5 Moisturizer yang Bikin Kulit Lembap Sepanjang Hari Tanpa Lengket
-
5 Foundation Water-Based Lokal untuk Kondangan, Tidak Pecah di Garis Senyum
-
Ramalan Keberuntungan Zodiak 1 Februari 2026, Siapa Paling Hoki Hari Ini?
-
5 Sunscreen yang Bikin Kulit Terlindungi Tanpa Terasa Berat untuk Usia 40 Tahun