- Indonesia Marketing Communication Outlook 2026 di Jakarta menyoroti dominasi konten taktis di media sosial brand.
- Para ahli menegaskan bahwa AI adalah alat pendukung, bukan pengganti empati dan visi strategis brand.
- Industri sepakat pentingnya konsistensi pesan terintegrasi dan relevansi empatik di tengah perilaku konsumen yang berubah.
Suara.com - Di era AI dan algoritma yang serba cepat, brand hari ini hidup dalam tekanan konstan: harus relevan, harus viral, harus muncul setiap hari di feed audiens.
Konten diproduksi kilat, format makin seragam, dan tujuan jangka panjang sering kali terpinggirkan. Yang ramai menang, yang bermakna sering tertinggal.
Fenomena ini jadi sorotan utama dalam Indonesia Marketing Communication Outlook 2026, yang digelar MIX MarComm dari SWA Media Group, Kamis (11/12/2025) di LSPR Institute of Communication & Business, Jakarta.
Lewat riset digital listening menggunakan Ripple10 dari Ivosights, terlihat pola yang cukup mencolok: kampanye brand yang paling hidup di media sosial justru didominasi konten-konten taktis—promo konsumen, tutorial singkat, event recap, hingga testimoni.
Sebaliknya, video kampanye strategis yang bicara soal nilai, visi, dan positioning brand hampir tak terdengar gaungnya.
Padahal, data ini dikumpulkan dari empat industri besar—personal care, telko & ISP, perbankan, hingga transportasi—di platform yang paling akrab dengan keseharian digital kita: YouTube dan Instagram.
Pertanyaannya pun mengemuka: apakah brand kini sepenuhnya dikendalikan algoritma yang menuntut kecepatan dan kuantitas? Atau justru ini momen bagi brand untuk kembali memegang kendali—menghadirkan konten yang lebih kreatif, lebih manusiawi, dan punya makna jangka panjang?
Dalam forum ini, para pelaku industri sepakat pada satu hal penting: teknologi adalah alat, bukan pengganti jiwa brand.
Desniar Budi, Client President WPP Media, menegaskan bahwa AI memang membuka peluang personalisasi luar biasa, tapi tidak bisa menggantikan empati dan visi.
Baca Juga: 5 Adegan Ciuman Drakor Paling Viral di 2025
“AI hanya memperkuat. Kreativitas dan pemahaman manusia tetap pembeda sejati,” ujarnya.
Nada serupa disampaikan Dr. Ardi Wirdamulia dari Prompt Research. Di tengah fragmentasi kanal dan banjir konten, ia menekankan pentingnya pesan yang terintegrasi dan strategi yang konsisten. Tanpa itu, brand mudah kehilangan arah—terlihat aktif, tapi tak benar-benar hadir di benak audiens.
Sementara itu, Kristyanto dari Ivosights mengingatkan bahwa konsumen kini bergerak bebas lintas channel—online, offline, sosial media, hingga website. Brand dituntut hadir mulus di setiap titik interaksi, bukan sekadar muncul di satu platform.
Dari sisi perilaku konsumen, Haris Fajar Rahmanto (Illuminate Asia) memaparkan realitas yang juga terasa di kehidupan sehari-hari: konsumen Indonesia makin defensif.
Pengeluaran gaya hidup ditekan, prioritas bergeser ke kebutuhan pokok. Artinya, brand bukan hanya ditantang untuk kreatif, tapi juga relevan secara empatik dengan kondisi audiensnya.
Sejalan dengan outlook ini, MIX MarComm juga kembali menggelar Indonesia Brand Communication Excellence 2025—ajang tahunan yang memberi apresiasi pada brand-brand yang dinilai mampu menjaga konsistensi makna di tengah hiruk-pikuk algoritma.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- 5 Pilihan Sepatu Running Lokal Rp100 Ribuan, Murah tapi Kualitas Bukan Kaleng-Kaleng
- Promo Alfamart Hari Ini 2 Mei 2026, Menang Banyak Diskon hingga 60 Persen Kebutuhan Harian
- 5 Cushion Waterproof dan Tahan Lama, Makeup Awet Seharian di Cuaca Panas
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Mencerahkan Wajah, Cukup 3 Langkah Praktis Murah Meriah!
Pilihan
-
Kapal Perang AS Dihantam 2 Rudal karena Coba Masuk Selat Hormuz, Klaim Iran
-
Teror di London: Penembakan Brutal dari Dalam Mobil, 4 Orang Jadi Korban
-
RESMI! Klub Milik Prabowo Subianto Promosi ke Super League
-
Dibayar Rp50 Ribu Sebulan, Guru Ngaji di Kampung Tak Terjamah Sistem Pendidikan
-
10 Spot Wisata Paling Hits di Solo 2026: Paduan Sempurna Budaya, Estetika, dan Gaya Hidup Modern!
Terkini
-
Urutan Skincare Pagi Emina untuk Mencerahkan Wajah Kusam, Harga Murah Meriah
-
Sering Terlihat 'Medok' Saat Pakai Blush? Ini Rahasia Pipi Merona Natural Ala Idol K-Pop
-
Apa Itu Hantavirus? Virus Mematikan yang Renggut Nyawa Penumpang Kapal Pesiar
-
Berapa Harga Sepatu Stradenine? Bukan Rp700 Ribuan, Ini Faktanya
-
Ramalan 6 Shio Paling Hoki Hari Ini 5 Mei 2026, Keberuntungan di Depan Mata!
-
Stradenine Punya Siapa? Brand Lokal Bantah Terlibat Pengadaan Sepatu Sekolah Rakyat
-
Tren Fashion Berkelanjutan Kian Menguat, Gerakan Share The Style Ajak Masyarakat Berbagi
-
Kisi-Kisi Resmi Soal Tes Manajer Koperasi Merah Putih 2026, Cek Materi yang Diujikan
-
Terpopuler: 5 Bedak Wardah Colorfit Warnanya Menyatu di Wajah, Rangkaian Skincare agar Bercahaya
-
5 Shio yang Beruntung pada 5 Mei 2026, Hidup Berubah Jadi Lebih Baik