Ketua DPD RI, Sultan Bachtiar Najamudin, menolak donasi asing dan peningkatan status bencana karena harga diri bangsa, serta memprioritaskan pemulihan cepat.
Gubernur Aceh, Mualem, menyiratkan kesulitan penanganan bencana dan belum banyak bantuan, kontras dengan klaim DPD RI soal kemampuan mandiri negara.
Warganet mengecam Ketua DPD RI, menilainya sombong dan berempati rendah, karena mengutamakan "harga diri bangsa" daripada kebutuhan nyata para korban bencana.
Suara.com - Ketua DPD RI, Sultan Bachtiar Najamudin mengungkapkan bahwa menjaga kemandirian dan harga diri bangsa menjadi hal yang penting dalam menangani bencana banjir di Sumatera.
Dalam sebuah video yang dibagikan oleh akun Instagram @undercover.id Sultan Bachtiar Najamudin mengatakan bila penanganan bencana di Sumatra dan Aceh hingga saat ini masih dapat ditangani sendiri oleh pemerintah Indonesia tanpa harus membuka pintu bantuan asing.
Ia menegaskan bila harga diri bangsa ini tinggi sehingga pemerintah memiliki pertimbangan sendiri.
“Sepanjang negara ini masih mampu, sepanjang bangsa kita masih mampu untuk mengelola bencana ini, untuk merecovery ini dengan cepat, harga diri bangsa kita juga tinggi,” ucap Sultan Bachtiar.
“Kenapa, karna bukan penting gak penting, pasti penting, pasti butuh tapi pasti juga punya pertimbangan tersendiri pemerintah,” ucapnya.
Meski tidak menjelaskan secara detail Sultan Bachtiar mengungkapkan jika bantuan dari asing masuk ada aspek lain yang perlu dipertimbangkan kembali. Hal itu juga menjadi alasan mengapa hingga saat ini bencana yang sudah memakan korban ribuan orang tersebut masih belum naik menjadi bencana nasional.
“Kalau asing masuk mungkin bukan hanya bantuannya yang mungkin dipertimbangkan tapi aspek lainnya itu yang feeling saya masih dipertimbangkan termasuk kenapa statusnya juga belum ditingkatkan,” lanjut Sultan Bachtiar.
Ia menegaskan bahwa membuka donasi asing bukanlah yang terping melainkan saat ini pemerintah lebih memfokuskan terkait masalah pemulihan bencana baik fisik maupun mental korban .
“Jadi tentu kami punya fungsi pengawasan, fungsi representasi, mengusulkan tapi eksekutif juga punya pertimbangan untuk memutuskan dengan Presiden plus minusnya. Jadi gak ada yang keliru Presiden kita orang yang mengerti masalah beliau sudah turun kesana bahkan dua kali, kementerian juga,” kata Sultan Bachtiar.
Baca Juga: Pakar UIKA Dukung Anies Desak Status Bencana Nasional untuk Aceh dan Sumatera
“Jadi kita tunggu saja apakah nanti memang donasi asing akan dibuka, apakah statusnya juga akan ditingkatkan tapi buat saya tidak penting yang penting recovery cepet, kekuatan penuh, kemudian trauma terhadap ibu dan anak itu segera diatasi karena itu banyak, dan yang paling penting hitung segera kerugian fisik sehingga kedepan cepat merecovery nya negara kita saya yakin siap untuk merecovery secara cepat,” ungkapnya.
Namun pernyataan tersebut seolah berbanding terbalik dengan kondisi para korban bencana saat ini. saat diwawancarai oleh Najwa Shihab, Gubernur Aceh Muzakir Manaf atau Mualem seolah menyiratkan bahwa daerahnya masih sangat kesulitan menangani bencana saat ini dan mengisyaratkan belum mendapat banyak bantuan.
Bahkan dalam cuplikan video tersebut Mualem seolah sudah pasrah dan mengaku berserah kepada bantuan Allah tanpa mengharapkan bantuan dari manusia.
“Mualem soal status bencana yang bukan status bencana nasional apakah itu menyulitkan Mualim sebagai Gubernur Provinsi Aceh menangani bencana ini,” tanya Najwa Shihab.
Meski awalnya terlihat tersenyum Mualem langsung terlihat sedih dan menutupi matanya sambil tertunduk ia meminta maaf “Maaf,” kata Mualem.
“Iya Mualem jadi tidak perlu minta maaf. Kita tahu Mualem setiap malam selalu keliling ketemu rakyat bawa bantuan langsung sendiri kasih langsung ke rakyat kita semua tahu. Saya tidak bisa membayangkan betapa beratnya Mualem harus melihat rakyat,” ungkap Najwa.
Tag
Berita Terkait
-
Pakar UIKA Dukung Anies Desak Status Bencana Nasional untuk Aceh dan Sumatera
-
Mampukah Dana Siap Pakai dalam APBN ala Prabowo Bisa Pulihkan Sumatera?
-
Anak Purbaya Betul? Toba Pulp Lestari Tutup Operasional Total, Dituding Dalang Bencana Sumatera
-
Jadi Hiburan Korban Banjir, Komeng Kasih Bantuan ke Sumatera Bareng PMI
-
7 Rekomendasi Tempat Wisata Viral di Bogor: Negeri Dongeng Mini hingga Sensasi Tenda Mongolia
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
Pilihan
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
-
Survei SMRC Juli 2026: Elektabilitas Prabowo Anjlok Drastis, Disalip Dedi Mulyadi
-
Malaysia Dikit Lagi Resmi Berstatus Negara Maju, Pendapatan Warga Rp 250 Juta per Tahun
Terkini
-
Justin Hubner Dilarang Fortuna Sittard Bela Timnas Indonesia di Piala AFF 2026,
-
Cuek Performa Pemain Persija di Timnas Indonesia Piala AFF 2026, Shin Tae-yong: Saya Tak Sempat...
-
Tunda Nyicil CBR250RR: Ini 6 Mobil Keluarga 7 Seater Bandel Harga Rasa Motor
-
Avtur Mahal dan Dolar Naik: Mengapa Maskapai Disalahkan?
-
Jatim Media Summit 2026, Pemprov Jatim Sebut Media Jadi Motor Penggerak Ekonomi Kreatif Daerah
-
Staf KPK Jadi Tersangka karena Peras Bupati Pemalang, Jubir: Ini Menjadi Introspeksi Kami
-
Enam Dokter Muda Wafat Dalam 5 Bulan! Mayoritas Burnout Akibat Sistem Internship yang Eksploitatif
-
Berangkat Pagi Ini, Berikut daftar 23 Pemain Timnas Indonesia vs Timor Leste di Piala AFF 2026
-
Physical Sunscreen Cocok untuk Kulit Apa? Ketahui agar Perlindungan Optimal
-
Pakai Nomor Keramat, Mariano Peralta Kirim Sinyal Bahaya untuk Rival Persib Bandung