Suara.com - Swara Prambanan 2025 menutup malam pergantian tahun dengan cara yang berbeda. Tanpa dentuman kembang api, perayaan akhir tahun di Candi Prambanan justru berlangsung dalam suasana yang lebih hangat, dan penuh makna.
Di bawah langit Prambanan yang tenang, ribuan pasang mata menyaksikan pergantian tahun bukan sebagai pesta semata, melainkan sebagai momen untuk menunduk, merenung, dan merasakan kembali arti kebersamaan.
Keputusan untuk tidak menghadirkan kembang api menjadi bentuk empati dan kepedulian Swara Prambanan terhadap saudara-saudara di berbagai wilayah Indonesia yang tengah menghadapi bencana.
Perayaan ini mengajak semua yang hadir memaknai akhir tahun dengan kesadaran dan rasa kemanusiaan, bahwa di balik suka cita, ada doa dan perhatian yang perlu dibagikan untuk sesama.
Mengawali malam hari, Swara Prambanan menghadirkan lima pemuka agama untuk memimpin doa bersama. Doa-doa dipanjatkan sebagai simbol kebersamaan lintas iman, sekaligus harapan akan keselamatan, ketabahan, dan pemulihan bagi mereka yang sedang menghadapi masa sulit. Di hadapan siluet Candi Prambanan yang megah, momen ini menjadi pengingat bahwa perbedaan keyakinan dapat berpadu dalam satu tujuan yang sama: kemanusiaan.
Faqih Mulyawan, CEO GOLDLive Indonesia mengungkapkan bahwa Swara Prambanan dirancang sebagai perayaan yang mengajak penonton berbagi kepedulian.
“Kami percaya musik dan budaya bisa menjadi medium untuk saling menguatkan, terutama di momen akhir tahun seperti ini. Kami menghaturkan doa kepada langit, dengan harapan bisa menguatkan saudara-saudara kita yang terkena bencana,” katanya.
Menjelang tengah malam, Swara Prambanan 2025 diawali dengan Sendratari Cendhik Art Dance yang membawakan kisah Roro Jonggrang, menghadirkan nuansa budaya di kawasan Prambanan. Panggung kemudian dilanjutkan oleh Denny Caknan, yang mengajak ribuan penonton bernyanyi bersama dalam suasana hangat dan penuh kebersamaan. Malam kian terasa emosional saat Padi Reborn hadir di atas panggung.
Menjelang pergantian tahun, seluruh penampil mengajak penonton menyalakan flashlight ponsel secara serentak, menciptakan lautan cahaya yang hening dan sarat makna.
Baca Juga: Penjualan Terompet Tahun Baru di Asemka Sepi, Pedagang Keluhkan Larangan Kembang Api
Fadly, vokalis Padi Reborn mengungkapkan bahwa lewat suara dan doa, ia berharap Indonesia segera pulih dan dijauhkan dari marabahaya
“Lewat suara dan doa yang sederhana kita berharap dan menitipkan keadaan, semoga Indonesia segera pulih, dikuatkan, dan dijauhkan dari segala marabahaya.”
Sesaat sebelum pergantian tahun, sesi hening kembali dilakukan. Penonton diajak berhenti sejenak dari sorak dan musik, memberi ruang untuk refleksi atas perjalanan setahun ke belakang. Dalam keheningan itu, Swara Prambanan mengajak setiap individu menutup tahun dengan rasa syukur, kesadaran diri, dan harapan akan langkah yang lebih baik di tahun yang akan datang.
Tanpa kembang api, malam pergantian tahun di Swara Prambanan 2025 ditutup dengan doa, cahaya, dan keheningan yang menyentuh. Sebuah penutup yang sederhana namun kuat, menegaskan bahwa perayaan tidak selalu harus gemerlap. Terkadang, diam, doa, dan kepedulian justru menjadi cara paling tulus untuk menyambut tahun baru. ***
Berita Terkait
Terpopuler
- Ogah Bayar Tarif Selat Hormuz ke Iran, Singapura: Ingat Selat Malaka Lebih Strategis!
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Proyek PSEL Makassar: Investor Akan Gugat Pemkot Makassar Rp2,4 Triliun
- 5 Rekomendasi Tablet Murah dengan Keyboard Bawaan, Jadi Lebih Praktis
- Sepeda Lipat Apa yang Murah dan Awet? Ini 5 Rekomendasi Terbaik untuk Gowes
Pilihan
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
-
Benjamin Netanyahu Resmi Diseret ke Pengadilan Duduk di Kursi Terdakwa
-
Biadab! Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera di Gaza pakai Serangan Drone
-
Iran Tuduh AS-Israel Langgar Kesepakatan, Gencatan Senjata Terancam Batal
-
Jambret Bersenjata di Halmahera Semarang: Residivis Kambuhan yang Tak Pernah Belajar
Terkini
-
Industri Mobil Listrik VKTR Punya Siapa? Bikin Pabrik Baru di Magelang
-
7 Sepatu Running Lokal Model Stylish Bisa Buat Nongkrong, Harga Mulai Rp100 Ribuan
-
Dicelup Saus Lumer, Alasan Ayam Goreng Krispi Ini Jadi Street Food Favorit
-
Selat Malaka Ada di Mana? 'Jantung' Ekonomi Dunia Tak Kalah Penting Dibanding Selat Hormuz
-
3 Zodiak yang Hidupnya Akan Lebih Mudah Setelah 9 April 2026
-
3 Rekomendasi Sandal Recovery Ortuseight, Nyaman Dipakai usai Olahraga dan Aktivitas Seharian
-
5 Zodiak Paling Hoki pada 10 April 2026, Keuangan dan Karier Lancar Jaya
-
Terpopuler: Gaji Kepala Samsat yang Dicopot Dedi Mulyadi hingga Shio Paling Hoki
-
5 Parfum Wanita Paling Enak Wanginya, Aroma Antimainstream
-
5 Shio Paling Hoki pada 10 April 2026, Bakal Mandi Cuan dan Kebahagiaan