Suara.com - Di tengah banjir narasi sukses yang serba instan, kisah para tokoh nasional kerap direduksi menjadi pencapaian akhir semata. Publik lebih sering disuguhi hasil, jabatan, dan pengakuan, tanpa diajak memahami proses panjang yang penuh pengorbanan, keraguan, dan keterbatasan.
Padahal, keberhasilan tidak pernah lahir dari ruang hampa. Ada cerita-cerita manusiawi yang kerap luput dicatat dan nyaris tak pernah mendapat ruang.
Berangkat dari kegelisahan itu, Ketua International Creatives Exchange (ICE), Atta Ul Karim, meluncurkan program FIGURA, akronim dari Figur Nusantara, pada awal 2026.
Program ini merupakan proyek jangka panjang yang bertujuan mengenalkan sisi lain para pemimpin dan tokoh nasional, sisi yang belum banyak diceritakan di ruang publik. FIGURA dikemas dalam bentuk majalah yang akan terbit secara daring dan cetak.
Latar belakang program ini berangkat dari keyakinan bahwa setiap kesuksesan selalu didahului oleh jerih payah dan pengorbanan. Melalui FIGURA, publik diajak melihat masa lalu para tokoh sebagai bagian penting dari perjalanan hidup mereka, bukan sekadar menatap hasil akhirnya.
“Di balik setiap peran publik, selalu ada perjalanan manusia. Ada keraguan, keputusan sunyi, dan keberanian mengambil tindakan di tengah kebuntuan,” terang Atta.
Ia kemudian mencontohkan pengalamannya sendiri. Meski kini kerap dinilai sebagai sosok yang sukses, perjalanan hidup Atta di masa lalu nyaris tak banyak diketahui orang.
“Orang lain mungkin tidak akan menyangka, saya pernah beberapa kali makan daun mentah untuk menahan lapar ketika masih anak-anak,” kenangnya.
Atta juga bercerita bahwa pada suatu masa, ia harus bertahan dengan menu sayur yang sama setiap hari karena keterbatasan biaya untuk membeli lauk yang lebih mahal.
Baca Juga: 6 Artis Korea Debut Jadi Tokoh Jahat di Drakor 2025, Terbaru Lee Chae Min di Cashero
“Dulu, sayur favorit saya di rumah adalah okra, sejenis kacang-kacangan yang harganya sangat murah. Lima ribu rupiah sudah dapat satu plastik. Bukan karena suka, tapi karena terpaksa. Sekarang malah jadi suka beneran,” tuturnya.
Dari pengalaman itulah Atta meyakini bahwa banyak tokoh yang hari ini dinilai berhasil menyimpan cerita perjuangan dan pengorbanan yang jarang terdengar. Kebanyakan orang hanya mengenal fase ketika para tokoh itu meniti karier atau telah berada di puncak.
Atta menambahkan, FIGURA merupakan turunan dari program Tutur Bangsa, salah satu dari delapan program ICE yang mewadahi berbagai karya tulis dengan tujuan membangun kesadaran dan daya refleksi kebangsaan.
“FIGURA adalah bagian dari Tutur Bangsa karena sama-sama berangkat dari kekuatan cerita dan karya tulis,” tutup Atta.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Sepatu Jalan Kaki dengan Sol Karet Anti Slip Terbaik, Cocok untuk Lansia
- 5 Mobil Kecil Bekas di Bawah 60 Juta, Pilihan Terbaik per Januari 2026
- 5 Sampo Penghitam Rambut di Indomaret, Hempas Uban Cocok untuk Lansia
- 5 Mobil Bekas Rekomendasi di Bawah 100 Juta: Multiguna dan Irit Bensin, Cocok Buat Anak Muda
- 5 Mobil Suzuki dengan Pajak Paling Ringan, Aman buat Kantong Pekerja
Pilihan
-
Investor Besar Tak Ada Jaminan, Pinjol Milik Grup Astra Resmi Gulung Tikar
-
5 HP Infinix Memori 256 GB Paling Murah untuk Gaming Lancar dan Simpan Foto Lega
-
John Herdman Teratas Soal Pelatih ASEAN dengan Bayaran Tertinggi
-
Coca-Cola Umumkan PHK Karyawan
-
Unilever Jual Sariwangi ke Grup Djarum Senilai Rp1,5 Triliun
Terkini
-
5 Sepatu On Cloud untuk Umroh, Nyaman Buat Jalan 25 Ribu Langkah per Hari
-
Cari Cushion untuk Usia 50-an? Ini 5 Pilihan untuk Samarkan Garis Halus dan Kerutan
-
Ibrahim Risyad Larang Istri Jadi IRT, Begini Hukumnya Dalam Islam
-
5 Sampo Non SLS di Bawah Rp50 Ribu, Rahasia Rambut Sehat dan Berkilau
-
Dorong Ekonomi Daerah, Pusat Bisnis Baru di Bali Fokus Kembangkan Kopi dan Cokelat Premium
-
5 Vitamin untuk Perempuan Jelang Menopause, Cocok Diminum sejak Usia 40-an
-
Apa Arti Mens Rea? Special Show Pandji Pragiwaksono yang Bikin Panas Dingin
-
5 Sampo Murah Terbaik untuk Kulit Kepala Sensitif yang Dijual Indomaret
-
Urutan Hair Care Natur untuk Usia 50 Tahun ke Atas, Rambut Sehat Seperti Muda
-
Panduan Ukuran Sepatu Anak Usia 1-10 Tahun Standar EU, UK, US, Biar Bunda Gak Salah Beli