- Nyadran dilaksanakan bulan Sya'ban (Ruwah), untuk tahun 2026 ini kira-kira digelar tanggal berapa?
- Tradisi yang dikenal dengan ziarah dan bersih-bersih makam ini biasanya dilakukan menjelang bulan puasa Ramadhan.
- Kegiatan inti Nyadran meliputi gotong royong membersihkan makam (besik), berdoa bersama (kenduri), dan makan bersama sesama warga.
Suara.com - Menjelang bulan suci Ramadan 2026, ada satu tradisi yang selalu dinanti dan membawa kehangatan di berbagai daerah di Jawa. Tradisi itu adalah Nyadran.
Bukan sekadar ziarah kubur biasa, Nyadran adalah perayaan gotong royong, syukur, dan penghormatan kepada leluhur yang penuh makna.
Bagi kamu yang sudah mulai merencanakan agenda tahunan atau ingin pulang kampung, pertanyaan "Nyadran 2026 tanggal berapa?" pasti sudah muncul di benak.
Yuk, kita cari tahu jawabannya dan selami lebih dalam mengapa tradisi ini tetap relevan untuk generasi milenial dan Gen Z.
Perkiraan Tanggal Nyadran 2026
Nyadran adalah tradisi yang dilaksanakan pada bulan Sya'ban dalam kalender Hijriah, atau yang sering disebut bulan Ruwah dalam kalender Jawa.
Pelaksanaannya tidak memiliki satu tanggal pasti yang seragam di seluruh daerah, karena setiap komunitas atau desa memiliki acuannya sendiri.
Namun, kita bisa memperkirakannya berdasarkan kapan awal bulan Ramadan 2026 tiba.
- Awal Puasa 1 Ramadan 1447 H/2026: Diperkirakan jatuh pada hari Rabu, 18 Februari 2026 atau Kamis, 19 Februari 2026.
- Bulan Ruwah/Sya'ban: Berlangsung sebelum bulan Ramadan, yaitu sekitar pertengahan Januari 2026 (sekitar 19/20 Januari 2026) hingga pertengahan Februari 2026 (16/17 Februari 2026).
- Waktu Pelaksanaan Nyadran: Umumnya, Nyadran digelar pada pertengahan bulan Ruwah, sering kali pada tanggal 10, 15, atau 20 Ruwah.
Dengan perhitungan tersebut, tradisi Nyadran 2026 diperkirakan akan berlangsung antara tanggal 29 Januari 2026 hingga 8 Februari 2026.
Tanggal ini pun masih bergantung pada keputusan penetapan 1 Ramadhan 1447 H/2026 yang belum resmi diumumkan untuk seluruh Indonesia.
Baca Juga: Serba-Serbi Mudik Gratis Lebaran 2026, Jateng Siapkan 349 Unit Bus!
Sementara ini, hanya Muhammadiyah yang sudah menetapkan 1 Ramadhan 1447 H jatuh pada tanggal 18 Februari 2026 dalam Maklumat Nomor 2/MLM/I.0/E/2025. Untuk pemerintah dan NU belum memberikan keputusan.
Penting untuk diingat, tanggal Nyadran 2026 ini adalah perkiraan umum. Untuk tanggal pastinya, kamu perlu mengonfirmasikannya dengan kalender desa atau sesepuh di daerahmu masing-masing, karena biasanya tanggal ditentukan berdasarkan musyawarah adat setempat.
Nyadran Lebih dari Sekadar Ziarah
Mungkin kamu mengira Nyadran hanyalah kegiatan membersihkan makam keluarga lalu berdoa. Padahal, esensinya jauh lebih dalam dari itu.
Kata "Nyadran" berasal dari bahasa Sanskerta "sraddha" yang berarti keyakinan. Tradisi ini merupakan wujud akulturasi budaya Jawa, Hindu-Buddha, dan Islam yang berjalan harmonis.
Secara garis besar, rangkaian acara Nyadran meliputi:
1. Besik
Kegiatan membersihkan makam leluhur secara gotong royong. Ini adalah simbol bakti dan cara kita memastikan tempat peristirahatan terakhir para pendahulu kita bersih dan terawat.
2. Kenduri atau Slametan
Ini adalah jantung dari acara Nyadran. Warga akan berkumpul di satu tempat (biasanya dekat area makam atau balai desa) untuk berdoa bersama, memohonkan ampunan bagi arwah leluhur, dan bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Esa.
3. Makan Bersama
Setelah doa selesai, semua warga akan menyantap hidangan yang dibawa bersama-sama. Makanan khas seperti apem, ketan, dan kolak sering kali menjadi menu wajib. Momen ini melambangkan kebersamaan, kerukunan, dan semangat berbagi.
Mengapa Nyadran Masih Relevan untuk Kamu?
Di tengah dunia yang serba cepat dan digital, tradisi seperti Nyadran menawarkan sesuatu yang berharga. Ini bukan cuma ritual kuno, tapi juga sarat dengan nilai-nilai yang justru kita butuhkan sekarang.
1. Menghubungkan Kembali dengan Akar
Nyadran adalah cara konkret untuk "mengingat asal". Di tengah kesibukan, kita sering lupa siapa kita dan dari mana kita berasal. Tradisi ini mengajak kita sejenak menengok ke belakang, menghormati perjuangan para leluhur.
2. Kekuatan Komunitas Nyata
Lupakan sejenak interaksi di media sosial. Nyadran adalah tentang gotong royong yang sesungguhnya. Bekerja bakti membersihkan makam dan makan bersama dari wadah yang sama membangun ikatan sosial yang tulus dan kuat.
3. Praktik Syukur dan Ikhlas
Inti dari Nyadran adalah mendoakan leluhur dan bersyukur atas nikmat yang kita terima. Ini adalah latihan spiritual untuk menjadi pribadi yang lebih rendah hati, ikhlas, dan penuh rasa terima kasih.
Nyadran bukan hanya untuk generasi tua. Ini adalah warisan budaya yang perlu kita jaga bersama. Jika di keluargamu ada tradisi Nyadran, ikutlah berpartisipasi.
Bantu membersihkan makam, siapkan makanan, dan yang terpenting, dengarkan cerita-cerita dari orang tua atau kakek-nenekmu tentang para leluhur. Jika kamu tidak memiliki tradisi ini, cobalah untuk mengamatinya dengan penuh hormat.
Jadi, sudah siap menyambut Nyadran 2026? Ini bukan hanya soal membersihkan makam, tapi juga membersihkan hati untuk menyambut bulan suci Ramadan.
Bagaimana tradisi Nyadran di daerahmu? Apakah ada keunikan tersendiri? Bagikan ceritamu di kolom komentar di bawah ini!
Berita Terkait
-
Serba-Serbi Mudik Gratis Lebaran 2026, Jateng Siapkan 349 Unit Bus!
-
Baju Lebaran 2026 Warna Apa? Ini Tren Warna yang Diprediksi Mendominasi
-
THR Lebaran 2026 Kapan Cair? Panduan Lengkap untuk Pekerja dan Pengusaha
-
Jadwal Puasa Ayyamul Bidh Tahun 2026, Lengkap Niat, dan Amalan Sunah
-
Jadwal Puasa Ayyamul Bidh pada Januari 2026, Lengkap dengan Niatnya
Terpopuler
- 5 Sampo Penghitam Rambut di Indomaret, Hempas Uban Cocok untuk Lansia
- 5 Mobil Kecil Bekas yang Nyaman untuk Lansia, Legroom Lega dan Irit BBM
- 7 Mobil Bekas untuk Grab, Mulai Rp50 Jutaan: Nyaman, Irit dan Tahan Lama!
- 5 Mobil Suzuki dengan Pajak Paling Ringan, Aman buat Kantong Pekerja
- 5 Mobil Bekas Rekomendasi di Bawah 100 Juta: Multiguna dan Irit Bensin, Cocok Buat Anak Muda
Pilihan
-
Rupiah Terkapar di Level Rp16.819: Kepercayaan Konsumen Lesu, Fundamental Ekonomi Jadi Beban
-
Kala Semangkok Indomie Jadi Simbol Rakyat Miskin, Mengapa Itu Bisa Terjadi?
-
Emiten Ini Masuk Sektor Tambang, Caplok Aset Mongolia Lewat Rights Issue
-
Purbaya Merasa "Tertampar" Usai Kena Sindir Prabowo
-
Darurat Judi Online! OJK Blokir 31.382 Rekening Bank, Angka Terus Meroket di Awal 2026
Terkini
-
Kapan Idul Fitri 2026? Cek Jadwal Versi Muhammadiyah, Pemerintah, dan NU
-
Jadi Tren Lebaran 2026, Baju Teal Blue dan Ash Blue Cocok dengan Warna Apa?
-
5 Rekomendasi Baju Lebaran 2026 Couple, Apa Warna Terbaik?
-
Siapa Nama Asli Aura Kasih? Bikin Kepo Tiba-Tiba Ganti Bio Instagram Jadi 'Febria'
-
7 Minyak Kemiri untuk Rambut Kering dan Kusut, Ampuh Hempaskan Ketombe
-
Ramalan Shio Paling Hoki Besok 10 Januari 2026, Cek Keberutunganmu di Akhir Pekan!
-
Sunscreen Apa yang Bagus untuk Atasi Flek Hitam di Usia 50-an? Cek 7 Pilihan Terbaiknya
-
5 Semir Rambut Tanpa Bleaching untuk Tutupi Uban, Aman Buat Lansia
-
Rahasia Rambut Sehat ala Jepang: Ritual Onsen Kini Hadir di Klinik Estetika Jakarta!
-
5 Sunscreen yang Cocok untuk Kulit Kering Usia 50 Tahun, Bantu Kurangi Penuaan