- Saham PT Bumi Resources Tbk. (BUMI) ditutup melemah 3,32% ke Rp408 pada perdagangan Kamis, 15 Januari 2026.
- Volume transaksi BUMI mencapai 1,34 miliar saham dengan total nilai transaksi Rp560,7 miliar hingga sesi pertama.
- CGS International menyarankan strategi "Spec Buy" dengan support krusial di Rp414 untuk target harga Rp430–Rp438.
Suara.com - PT Bumi Resources Tbk. (BUMI), kembali menjadi pusat perhatian pelaku pasar pada perdagangan Kamis (15/1/2026).
Setelah sempat menguat di awal sesi, saham BUMI justru berakhir di zona merah akibat tekanan jual yang cukup masif di sepanjang jam perdagangan.
Pada penutupan sesi pertama, saham BUMI terpangkas 14 poin atau melemah 3,32 persen ke posisi Rp408 per saham, dibandingkan penutupan sebelumnya di level Rp422.
Memasuki sesi kedua, fluktuasi masih berlanjut di mana saham ini sempat terkoreksi hingga 2,28 persen pada area harga yang berbeda seiring dinamika intraday yang tinggi.
Sepanjang hari ini, BUMI menunjukkan rentang pergerakan yang cukup lebar. Membuka perdagangan di level Rp426, saham ini sempat menggapai titik tertinggi di Rp428.
Namun, sentimen pasar yang fluktuatif serta aksi ambil untung (profit taking) membuat harga terseret turun hingga menyentuh level terendah harian di Rp404.
Tingginya minat transaksi pada saham ini terlihat dari volume perdagangan yang mencapai 1,34 miliar saham dengan frekuensi sebanyak 56,3 ribu kali. Adapun nilai transaksi total yang dibukukan hingga sesi pertama menembus angka Rp560,7 miliar.
Meskipun dalam sepekan terakhir harga saham BUMI telah terkoreksi sekitar 10 persen, secara akumulasi bulanan saham ini masih mencatatkan rapor hijau dengan kenaikan 13 persen.
Sementara itu, secara year-to-date (ytd), performa BUMI masih tumbuh positif sebesar 13,6 persen.
Baca Juga: Purbaya Sebut Bisnis Sektor Media Cerah: Saham DIGI, TMPO, dan VIVA Langsung Ceria
Di tengah koreksi yang terjadi, CGS International Sekuritas Indonesia memberikan pandangan teknikal bagi para pemodal yang ingin memanfaatkan momentum fluktuasi ini.
Lembaga sekuritas tersebut menyarankan strategi "Spec Buy" atau beli spekulatif dengan tetap memperhatikan batasan risiko yang ketat.
Dalam catatan risetnya, CGS International menetapkan titik support krusial pada level Rp414.
Selama harga saham tidak terjatuh di bawah level tersebut, BUMI dinilai masih memiliki potensi untuk berbalik arah (rebound) menuju target harga jangka pendek di kisaran Rp430 hingga Rp438.
"BUMI Spec Buy dengan support 414, lakukan cut loss jika harga menembus ke bawah 406. Jika level 414 terjaga, terdapat potensi kenaikan ke rentang 430-438 dalam jangka pendek," tulis tim riset CGS International Sekuritas, Kamis (15/1).
Investor diingatkan untuk tetap waspada terhadap sentimen eksternal, terutama pergerakan harga komoditas batu bara global dan arah indeks sektoral.
Jika tekanan jual terus berlanjut hingga harga merosot di bawah level psikologis Rp406, investor disarankan untuk melakukan tindakan pengamanan modal melalui cut loss guna menghindari penurunan lebih dalam.
Koreksi saat ini dipandang oleh sebagian pelaku pasar sebagai fase konsolidasi setelah reli panjang yang dialami BUMI sejak awal tahun.
DISCLAIMER: Investasi saham memiliki risiko fluktuasi harga yang tinggi. Artikel ini disajikan murni untuk tujuan informasi berita bisnis dan bukan merupakan perintah atau ajakan untuk membeli atau menjual saham BUMI. Segala keputusan investasi dan risiko yang menyertainya adalah tanggung jawab penuh investor pribadi. Disarankan untuk berkonsultasi dengan penasihat investasi profesional sebelum mengambil langkah finansial.
Berita Terkait
Terpopuler
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
- Sepatu Lari Cocok untuk Jalan Kaki? Ini 3 Sepatu Terbaik Menurut Pakar Beserta Harganya
- 5 Sunscreen Lokal untuk Hempas Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harganya
Pilihan
-
Kebakaran Kemayoran: Ratusan KK Terdampak, Korban Dievakuasi ke RS Hermina
-
Atma Jaya Yogyakarta Temukan Empat Mahasiswa Terlibat Kasus Riset AI, Kampus Siapkan Sanksi
-
Prabowo: Kalau Kita Lapar, Tidak Ada Bangsa Lain yang Kasihan dan Bantu
-
Prabowo Tabuh Genderang Perang: Kita Lawan Kelompok Anti Tanah Air
-
Prabowo Pidato 1 Juni 2026: Lawan Asing, Waktunya Kembali ke Ekonomi Pancasila
Terkini
-
Rute Transjakarta Dialihkan Imbas Kebakaran Kemayoran, Cek Jalur Alternatifnya
-
Jangan Asal Investasi! Pahami 3 Hal Ini Sebelum Uang Anda Ludes di Pasar Berjangka
-
Perkuat PT GMM, Bulog Fokus Jaga Kepercayaan dan Kemitraan dengan Petani Tebu Blora
-
Influencer Tak Lagi Dapat PPh UMKM 0,5 Persen, Purbaya: Tak Ada Lapangan Kerja
-
PT GMM Pastikan Penyampaian Aspirasi Petani Tebu di Blora Berjalan Tertib dan Kondusif
-
Profil PT MMS, Perusahaan yang Dianggap Bandel di Industri Sawit
-
5 Asosiasi Pengusaha Buka Suara soal DSI, Ingatkan Risiko Ganggu Ekspor SDA RI
-
Tak Miliki Bisnis Sawit, Ini Profil PT MMSGI
-
Danantara Bongkar Borok BUMN, Catat Penurunan Aset Hampir Rp100 Triliun
-
Jelang DSI Beroperasi, Pengusaha Kompak Minta Jaminan Kontrak Ekspor Tetap Aman