- IHSG mencapai rekor tertinggi baru pada Kamis (15/1), ditutup menguat 0,47% ke posisi 9.075,41 didorong sektor cyclical.
- Rupiah melemah di Rp 16.880 per dolar AS, sementara pasar menanti RDG Bank Indonesia pada 20–21 Januari.
- Pelaku pasar juga akan mencermati pertumbuhan kredit Desember 2025 yang diperkirakan melambat menjadi 7,6 persen YoY.
Suara.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali mencetak rekor tertinggi baru pada perdagangan Kamis (15/1). IHSG sempat menyentuh level 9.100 sebelum akhirnya ditutup menguat 0,47 persen ke posisi 9.075,41.
Berdasarkam riset Phintraco Sekuritas, penguatan IHSG kali ini didorong oleh kinerja saham-saham sektor cyclical yang membukukan kenaikan terbesar.
Sementara itu, saham-saham sektor industrial justru menjadi penekan indeks dengan mencatatkan koreksi paling dalam pada perdagangan hari ini.
Di sisi lain, pergerakan pasar saham domestik tidak sepenuhnya sejalan dengan nilai tukar rupiah. Mata uang Garuda ditutup melemah di level Rp 16.880 per dolar AS, mencerminkan masih adanya tekanan eksternal di pasar keuangan.
Memasuki pekan depan, perhatian pelaku pasar akan tertuju pada Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia yang dijadwalkan berlangsung pada 20–21 Januari.
Bank sentral diperkirakan masih akan mempertahankan suku bunga acuan atau BI Rate di level 4,75 persen, seiring rupiah yang masih berada di bawah tekanan.
Selain itu, investor juga akan mencermati rilis data pertumbuhan kredit perbankan pada Desember 2025. Pertumbuhan kredit diperkirakan melambat menjadi 7,6 persen secara tahunan (year on year/YoY), dari sebelumnya 7,74 persen YoY.
Secara keseluruhan, tren penguatan IHSG masih mencerminkan optimisme pasar, meski pelaku pasar tetap diminta mewaspadai dinamika nilai tukar dan sejumlah sentimen ekonomi domestik yang berpotensi memengaruhi pergerakan indeks dalam jangka pendek.
Trafik Perdagangan
Baca Juga: BUMI Terkoreksi ke Level Rp408, Analis Ungkap Target Harga Saham
Pada perdagangan hari ini, sebanyak 46,97 miliar saham diperdagangkan dengan nilai transaksi sebesar Rp 28,08 triliun, serta frekuensi sebanyak 3,29 juta kali.
Dalam perdagangan hari ini, sebanyak 362 saham bergerak naik, sedangkan 342 saham mengalami penurunan, dan 254 saham tidak mengalami pergerakan.
Adapun, beberapa saham yang menjadi Top Gainers pada Hari ini diantaranya, ZATA, ESTI, INOV, BELL, CHEM, ACRO, IRSC, AYLS, VISI, PGLI, YPAS.
Sedangkan, saham yang masuk dalam Top Loser diantaranya, LUCK, DEFI, NICL, SGER, ACST, NINE, MBSS, LMAX, PPRE, ESTA, MSIN.
Disclaimer: Artikel ini merupakan pandangan dan analisis pasar yang ditujukan sebagai informasi umum, bukan saran atau rekomendasi investasi. Keputusan investasi tetap berada di tangan pembaca, dan setiap risiko investasi menjadi tanggung jawab pribadi. Investor disarankan untuk melakukan riset mendalam sebelum mengambil keputusan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Link Download Gratis Ebook PDF Buku Broken Strings, Memoar Pilu Karya Aurelie Moeremans
- 5 Sampo Penghitam Rambut yang Tahan Lama, Solusi Praktis Tutupi Uban
- 5 Mobil Nissan Bekas yang Jarang Rewel untuk Pemakaian Jangka Panjang
- 4 Bedak Wardah Terbaik untuk Usia 50 Tahun ke Atas, Bantu Samarkan Kerutan
- Bukan Sekadar Wacana, Bupati Bogor Siapkan Anggaran Pembebasan Jalur Khusus Tambang Tahun Ini
Pilihan
-
Purbaya Sebut Bisnis Sektor Media Cerah: Saham DIGI, TMPO, dan VIVA Langsung Ceria
-
Dari 'Kargo Gelap' Garuda ke Nakhoda Humpuss: Kembalinya Ari Askhara di Imperium Tommy Soeharto
-
Tanpa Bintang Eropa, Inilah Wajah Baru Timnas Indonesia Era John Herdman di Piala AFF 2026
-
Hari Ini Ngacir 8 Persen, Saham DIGI Telah Terbang 184 Persen
-
Mengapa Purbaya Tidak Pernah Kritik Program MBG?
Terkini
-
Air Bersih Kembali Mengalir di Aceh Tamiang, Sumur Bor Kementerian PU Mulai Dimanfaatkan Warga
-
Pelebaran Defisit Anggaran Tekan Rupiah Loyo di Level Rp 16.896
-
Utang Luar Negeri Indonesia (ULN) Tembus Rp7.140 Triliun
-
BUMI Terkoreksi ke Level Rp408, Analis Ungkap Target Harga Saham
-
Direstui Prabowo, Purbaya Ancam Setop Kirim Anggaran Jika Kementerian Lelet Belanja
-
Profil Ari Askhara: Dirut Baru HUMI, Pernah Kena Kasus Penyelundupan
-
KB Bank Dukung Ekspansi Industri Petrokimia Nasional lewat Kredit Sindikasi
-
Saham-saham Tekstil Langsung ARA Usai Pemerintah Siapkan Suntikan Dana Triliunan
-
Suntikan Aset dan Efisiensi Operasional, Saham INDS Meroket 145% Hingga Tembus ARA
-
Dapat Restu ESDM, Vale Gaspol Lakukan Operasional