Bisnis / Keuangan
Kamis, 15 Januari 2026 | 16:49 WIB
Pekerja beraktivitas dengan latar belakang layar pergerakan harga saham di Bursa Efek Indonesia, Jakarta Selatan, Senin (21/2/2022). [Suara.com/Alfian Winanto]
Baca 10 detik
  • IHSG mencapai rekor tertinggi baru pada Kamis (15/1), ditutup menguat 0,47% ke posisi 9.075,41 didorong sektor cyclical.
  • Rupiah melemah di Rp 16.880 per dolar AS, sementara pasar menanti RDG Bank Indonesia pada 20–21 Januari.
  • Pelaku pasar juga akan mencermati pertumbuhan kredit Desember 2025 yang diperkirakan melambat menjadi 7,6 persen YoY.

Suara.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali mencetak rekor tertinggi baru pada perdagangan Kamis (15/1). IHSG sempat menyentuh level 9.100 sebelum akhirnya ditutup menguat 0,47 persen ke posisi 9.075,41.

Berdasarkam riset Phintraco Sekuritas, penguatan IHSG kali ini didorong oleh kinerja saham-saham sektor cyclical yang membukukan kenaikan terbesar.

Sementara itu, saham-saham sektor industrial justru menjadi penekan indeks dengan mencatatkan koreksi paling dalam pada perdagangan hari ini.

Di sisi lain, pergerakan pasar saham domestik tidak sepenuhnya sejalan dengan nilai tukar rupiah. Mata uang Garuda ditutup melemah di level Rp 16.880 per dolar AS, mencerminkan masih adanya tekanan eksternal di pasar keuangan.

Memasuki pekan depan, perhatian pelaku pasar akan tertuju pada Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia yang dijadwalkan berlangsung pada 20–21 Januari.

IHSG terus menguat pada Desember 2025 dan diprediksi akan mencapai level psikologis baru 9000 di 2026. [Antarra]

Bank sentral diperkirakan masih akan mempertahankan suku bunga acuan atau BI Rate di level 4,75 persen, seiring rupiah yang masih berada di bawah tekanan.

Selain itu, investor juga akan mencermati rilis data pertumbuhan kredit perbankan pada Desember 2025. Pertumbuhan kredit diperkirakan melambat menjadi 7,6 persen secara tahunan (year on year/YoY), dari sebelumnya 7,74 persen YoY.

Secara keseluruhan, tren penguatan IHSG masih mencerminkan optimisme pasar, meski pelaku pasar tetap diminta mewaspadai dinamika nilai tukar dan sejumlah sentimen ekonomi domestik yang berpotensi memengaruhi pergerakan indeks dalam jangka pendek.

Trafik Perdagangan

Baca Juga: BUMI Terkoreksi ke Level Rp408, Analis Ungkap Target Harga Saham

Pada perdagangan hari ini, sebanyak 46,97 miliar saham diperdagangkan dengan nilai transaksi sebesar Rp 28,08 triliun, serta frekuensi sebanyak 3,29 juta kali.

Dalam perdagangan hari ini, sebanyak 362 saham bergerak naik, sedangkan 342 saham mengalami penurunan, dan 254 saham tidak mengalami pergerakan.

Adapun, beberapa saham yang menjadi Top Gainers pada Hari ini diantaranya, ZATA, ESTI, INOV, BELL, CHEM, ACRO, IRSC, AYLS, VISI, PGLI, YPAS.

Sedangkan, saham yang masuk dalam Top Loser diantaranya, LUCK, DEFI, NICL, SGER, ACST, NINE, MBSS, LMAX, PPRE, ESTA, MSIN.

Disclaimer: Artikel ini merupakan pandangan dan analisis pasar yang ditujukan sebagai informasi umum, bukan saran atau rekomendasi investasi. Keputusan investasi tetap berada di tangan pembaca, dan setiap risiko investasi menjadi tanggung jawab pribadi. Investor disarankan untuk melakukan riset mendalam sebelum mengambil keputusan.

Load More