- Menteri Rosan Roeslani menyatakan depresiasi rupiah tidak signifikan memengaruhi iklim investasi karena merupakan dinamika global wajar.
- Investor asing sudah memasukkan fluktuasi nilai tukar rupiah dalam kalkulasi risiko saat memutuskan investasi di Indonesia.
- Pelemahan rupiah dipengaruhi meredanya ketegangan geopolitik AS-Iran serta klarifikasi terkait independensi kebijakan moneter AS.
Suara.com - Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Rosan Roeslani menegaskan dirinya tidak terlalu mengkhawatirkan tren depresiasi rupiah yang belakangan terjadi terhadap iklim investasi di Indonesia. Menurut dia, pelemahan mata uang merupakan dinamika yang lazim dalam perekonomian global.
Rosan menilai, pergerakan dolar Amerika Serikat (USD) juga tidak menunjukkan tren kenaikan yang konsisten. Oleh sebab itu, depresiasi rupiah dinilai masih berada dalam batas yang bisa diterima oleh para investor asing.
"Kalau kita lihat, USD itu kan bukan suatu kenaikan yang meningkat terus, ini kan masih naik turun. Saya melihat ini masih dalam range yang sangat-sangat acceptable oleh investor luar juga," tuturnya saat konferensi pers di kantor Kementerian Investasi dan Hilirisasi, Jakarta Selatan, Kamis (15/1/2026).
Ia menjelaskan, para investor asing pada dasarnya sudah memperhitungkan potensi fluktuasi nilai tukar ketika menanamkan modal di Indonesia. Baik penguatan maupun pelemahan rupiah telah masuk dalam kalkulasi risiko mereka.
"Jadi, mereka sudah memperkirakan pergerakan dari mata uang kita pada saat mereka berinvestasi ke Indonesia. Jadi, pergerakan itu masih dalam range yang sangat-sangat acceptable," ucap Rosan.
Sebagai catatan, nilai tukar rupiah ditutup melemah pada perdagangan Kamis dengan menyentuh level Rp16.896 per dolar AS. Posisi tersebut melemah 31 poin dibandingkan penutupan sebelumnya di Rp16.865 per dolar AS.
Analis Mata Uang, Ibrahim Assuaibi menilai pelemahan rupiah terjadi di tengah meredanya ketegangan geopolitik global, khususnya antara Amerika Serikat dan Iran. Kondisi tersebut turut dipengaruhi oleh pernyataan Presiden AS Donald Trump yang dinilai lebih lunak terhadap Iran.
“Ketegangan antara AS dan Iran mereda setelah Trump mengatakan pada hari Rabu bahwa ia telah diyakinkan bahwa otoritas Iran akan berhenti membunuh para demonstran,” jelas Ibrahim, Kamis.
Ia menilai pernyataan tersebut membantu meredakan kekhawatiran pasar terkait potensi eskalasi militer yang bisa mengganggu stabilitas global. Sentimen pasar, menurut Ibrahim, juga terbantu oleh sinyal positif dari AS terkait pembicaraan dengan Venezuela.
Baca Juga: Bos Danantara Pamer Hasil Transformasi Total BUMN, Valuasi TLKM Naik Jadi Rp 115 T
Selain itu, klarifikasi Trump mengenai tidak adanya rencana memecat Ketua Federal Reserve Jerome Powell turut memberikan ketenangan bagi pelaku pasar.
“Ini meredakan kecemasan investor atas independensi kebijakan moneter AS,” ujarnya.
Di sisi domestik, tekanan terhadap rupiah disebut masih cukup kuat meski data ekonomi AS menunjukkan hasil yang beragam. Laporan Indeks Harga Produsen (PPI) AS Oktober menunjukkan inflasi yang masih jauh dari target bank sentral AS.
Namun demikian, penjualan ritel AS yang melampaui ekspektasi memberikan sinyal kuatnya konsumsi masyarakat. Ibrahim menambahkan, perhatian pelaku pasar kini tertuju pada rilis data klaim pengangguran awal AS yang dijadwalkan keluar pekan ini.
Berita Terkait
-
6 Proyek Hilirisasi Mineral Hingga Peternakan Siap Jalan di 2026
-
Pemerintah Ungkap Biang Kerok Guyuran Dana Investor Asing Anjlok di 2025
-
Penguatan Infrastruktur Teknologi Himbara Jadi Fokus Danantara di 2026
-
Bos Danantara Buka Suara Kapan BUMN Tekstil Dibentuk
-
Total Investasi ke RI Melesat di 2025 Capai Rp 1.931,2 Triliun
Terpopuler
- 11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan
- Bagaimana Dody Hanggodo Memanfaatkan Kekuasaannya sebagai Menteri di Kementerian PU
- Penjelasan Polda Sulsel Terkait Kabar Penangkapan Basri Kajang
- 3 Parfum Mykonos Paling Wangi dengan Aroma Clean dan Tahan Lama Menurut Review Pembeli
- 5 HP Murah Kamera Bagus Sesuai Review untuk Foto dan Video, Mulai Rp1 Jutaan
Pilihan
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
Terkini
-
Jembatan Musi V Segera Dibuka, Perjalanan Palembang-Betung Bakal Cuma 1 Jam
-
Demi Selamatkan Hukum, Mahfud MD dan Busyro Muqoddas Diusulkan Masuk Kabinet Prabowo
-
Aisyah Aqilah 'Siksa' Emosi demi Sajen Satu Suro: Lebih Melelahkan dari Teror Horor
-
Presiden FIFA Kirim Pesan ke Lionel Messi Cs usai Argentina ke Final Piala Dunia 2026, Apa Isinya?
-
Tak Perlu Transit, Wings Air Buka Penerbangan Langsung Palembang-Bandung Mulai 7 Agustus
-
Mitsubishi Xforce Hybrid Diproduksi di Indonesia
-
Ulah Jukir Liar Bikin 21 Motor di Trotoar Satrio Kuningan Kena Razia
-
Wajah Baru Malioboro, Becak Kayuh Kini Jadi Bekalista yang Canggih dan Ramah Lingkungan
-
BTN Cetak Kinerja Cemerlang, Laba Bersih Semester I/2026 Melesat 40,8% dan NPL Turun Jadi 2,99%
-
Bukan Sekadar Hutan, Menhut Sebut Konservasi Gajah Kini Jadi Urusan Lintas Sektor