Lifestyle / Komunitas
Selasa, 20 Januari 2026 | 18:17 WIB
Ilustrasi UMKM. (Freepik)
Baca 10 detik
  • Program pendampingan "UMKM Naik Level" untuk sektor kuliner agar berkembang berkelanjutan.
  • Program ini menawarkan edukasi, jejaring, harga spesial produk, serta kesempatan promosi bagi pelaku UMKM terpilih.
  • UMKM memegang peran krusial, menyumbang 60% PDB dan menyerap 97% tenaga kerja nasional Indonesia.

Suara.com - Di balik ramainya tren bisnis kuliner dan semangat wirausaha yang makin menguat, Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) tetap memegang peran krusial sebagai denyut utama ekonomi Indonesia. Bukan sekadar angka statistik, UMKM adalah cerita tentang dapur rumahan yang naik kelas, gerobak kecil yang berubah jadi brand, hingga mimpi para pelaku usaha yang ingin bertumbuh lebih jauh.

Melihat realitas tersebut, Polytron meluncurkan program “UMKM Naik Level bareng Polytron”, sebuah inisiatif pendampingan yang dirancang bukan hanya untuk membantu UMKM bertahan, tetapi juga berkembang secara berkelanjutan. Program ini menyasar pelaku UMKM, khususnya sektor kuliner, yang ingin meng-upgrade usahanya dengan pendekatan yang lebih modern, efisien, dan relevan dengan gaya hidup wirausaha masa kini.

Mengacu pada data Kementerian Koperasi dan UKM RI, lebih dari 99 persen pelaku usaha di Indonesia berasal dari sektor UMKM. Mereka menyumbang sekitar 60 persen Produk Domestik Bruto (PDB) dan menyerap 97 persen tenaga kerja nasional. Angka-angka ini menunjukkan satu hal: ketika UMKM naik level, ekonomi ikut bergerak.

Lewat program UMKM Naik Level, para pelaku usaha yang disebut POLYPRENEURS tidak hanya mendapatkan akses produk, tetapi juga pengalaman belajar dan jejaring. Program ini akan digelar melalui National Roadshow UMKM Workshop di berbagai kota besar seperti Jabodetabek, Surabaya, Bandung, Semarang, dan Yogyakarta—menjadi ruang bertemu, berbagi, dan bertumbuh bagi UMKM kuliner dari berbagai latar belakang.

“Selama ini Polytron dikenal lewat produk-produk pendukung industri kuliner seperti showcase, chest freezer, hingga oven listrik. Namun kami melihat UMKM membutuhkan lebih dari sekadar produk. Mereka butuh pendampingan, pengetahuan, dan ekosistem agar bisa benar-benar naik level,” ujar General Manager Corporate Communications Polytron, Diantika, di Jakarta, Selasa (20/1/2026).

Dalam program ini, POLYPRENEURS akan mendapatkan kelas edukasi gratis bersama para expert UMKM, mulai dari penguatan konsep bisnis, peningkatan kualitas produk, hingga strategi menghadapi persaingan pasar. Materi dikemas praktis dan relevan dengan tantangan UMKM masa kini.

Tak hanya itu, ada pula penawaran produk harga spesial untuk membantu pelaku usaha berinvestasi secara lebih efisien. Ada pula Special Tenant Package, yang membuka kesempatan bagi POLYPRENEURS untuk tampil sebagai tenant kuliner di berbagai event, yang tujuannya memberi ruang eksposur sekaligus pengalaman menjual di panggung yang lebih besar.

Menariknya, program ini juga menyentuh sisi promosi yang kini menjadi bagian penting dari gaya hidup bisnis UMKM. POLYPRENEURS dengan perkembangan usaha terbaik akan berkesempatan mendapatkan video promosi khusus dan kunjungan dari top food vlogger nasional, demi memperluas jangkauan dan meningkatkan visibilitas brand mereka.

Sebagai tambahan, Polytron menghadirkan POLYPRENEUR Exclusive Deal, yakni harga spesial produk pilihan Polytron yang bisa diakses mulai 12 Februari 2026 oleh UMKM terdaftar dan terverifikasi. Program ini dirancang sebagai bentuk dukungan nyata agar pelaku UMKM bisa melangkah lebih percaya diri dalam mengembangkan usahanya.

Baca Juga: BSI Gelontorkan Pembiayaan Rp 51,78 T ke UMKM Hingga November 2025

Lewat UMKM Naik Level bareng Polytron, Polytron ingin menjadi lebih dari sekadar penyedia produk—melainkan mitra tumbuh bagi UMKM. Sebab di balik setiap usaha kecil, ada mimpi besar yang layak didukung, dirayakan, dan diberi ruang untuk berkembang.

Load More