Lifestyle / Komunitas
Senin, 26 Januari 2026 | 15:10 WIB
3 Menit Paham Tata Cara Hadorot Ziarah Kubur, Bekal Penting Nyekar Ramadan 1447 H. [Ist]
Baca 10 detik
  • Urutan bacaan hadorot ziarah kubur yang tepat dan mustajab.
  • Teks lengkap Arab latin doa khusus untuk orang tua.
  • Persiapan spiritual menyambut Ramadan 1447 H dengan ziarah.

Suara.com - Menghitung hari menuju bulan suci Ramadan 1447 H di tahun 2026 ini, tradisi nyekar atau ziarah kubur menjadi agenda wajib bagi umat Muslim di Indonesia. Bukan sekadar menabur bunga, momen ini adalah "investasi akhirat" paling emosional untuk menghubungkan hati kita yang masih di dunia dengan orang tua atau kerabat yang telah mendahului.

Namun, seringkali kita merasa bingung atau lupa urutan doa yang pas saat berada di pemakaman. Alih-alih khusyuk, kita malah sibuk mencari teks di internet yang terpotong-potong.

Tenang, agar ziarah Anda tahun ini lebih bermakna dan "sampai" ke tujuan, berikut adalah panduan lengkap hadorot ziarah kubur yang disusun runtut.

Mulai dari tawasul kepada Nabi hingga doa khusus untuk nama almarhum, semua tersaji lengkap agar "sinyal" doa Anda semakin kuat menembus langit.

Mengapa Hadoroh Itu Penting?

Secara bahasa, hadoroh berarti "kehadiran". Saat Anda membaca hadorot ziarah kubur, Anda sedang menghadirkan niat tulus agar pahala bacaan Al-Fatihah dan Yasin sampai kepada ruh yang dituju. Ini adalah etika tertinggi dalam mendoakan mereka yang wafat.

Berikut urutan "Jalur Langit" yang bisa Anda amalkan:

1. Kunci Pembuka: Tawasul kepada Nabi SAW

Sebelum menyebut nama almarhum, kita "mengetuk pintu" melalui kekasih Allah, Nabi Muhammad SAW. Ini adalah adab agar doa kita lebih cepat dikabulkan.

Baca Juga: Terpopuler: Niat Puasa Qadha Ramadan, Sepatu Lari Ortuseight Senyaman Hoka

Bacaan: Istighfar, Syahadat, Sholawat (1x), lalu baca:

Ilaa arotin nabiyyil muhaf Muammad allallhu ‘alaihi wa sallam, wa lihi wa azwjihi wa auldihi wa dhurriyytihi, Al-Ftiah.

Lakukan: Baca Surat Al-Fatihah 1 kali.

2. Menyambung Sanad: Doa untuk Para Wali dan Ulama

Kita juga mengirim doa kepada para perantara ilmu (ulama dan wali) agar keberkahan mereka menyertai doa kita.

Bacaan:

Load More