Suara.com - Dalam beberapa tahun terakhir, dunia kembali dihadapkan pada ancaman penyakit menular yang berasal dari hewan atau zoonosis. Salah satu virus yang kerap menimbulkan kekhawatiran di kalangan medis global adalah virus Nipah. Virus ini dikenal memiliki tingkat kematian yang tinggi dan potensi penyebaran yang serius.
Mungkin Anda bertanya-tanya, apa yang sebenarnya terjadi jika Anda terkena virus Nipah? Apakah gejalanya ringan seperti flu biasa, atau justru bisa berakibat fatal? Pemahaman yang tepat sangat penting, terutama untuk meningkatkan kewaspadaan dan mencegah penularan sejak dini.
Artikel ini akan membahas secara lengkap apa yang terjadi jika Anda terinfeksi virus Nipah, mulai dari cara penularan, gejala awal hingga berat, risiko komplikasi, sampai langkah pencegahan yang dapat dilakukan.
Apa Itu Virus Nipah?
Virus Nipah adalah virus zoonosis yang pertama kali ditemukan pada tahun 1999 di Malaysia. Virus ini berasal dari kelelawar buah (Pteropus) yang berperan sebagai inang alami. Dari hewan, virus dapat menular ke manusia, baik secara langsung maupun melalui perantara seperti hewan ternak.
Yang membuat virus Nipah berbahaya adalah kemampuannya menyerang sistem saraf pusat dan sistem pernapasan, serta tingkat fatalitas yang bisa mencapai 40–75%, tergantung pada wabah dan kualitas penanganan medis.
Bagaimana Virus Nipah Menular ke Manusia?
Sebelum memahami apa yang terjadi saat terinfeksi, penting bagi Anda untuk mengetahui cara penularannya. Virus Nipah dapat menyebar melalui:
- Kontak langsung dengan hewan terinfeksi (kelelawar atau babi)
- Konsumsi makanan atau minuman yang terkontaminasi, seperti buah atau nira kurma mentah
- Kontak erat dengan cairan tubuh penderita (air liur, urin, darah)
- Penularan antar manusia, terutama di fasilitas kesehatan
Penularan dari manusia ke manusia inilah yang membuat virus Nipah menjadi perhatian serius di dunia medis.
Baca Juga: Waspada Virus Nipah: Penyebab, Gejala, dan Cara Pencegahan yang Penting Diketahui
Apa yang Terjadi Jika Anda Terkena Virus Nipah?
1. Gejala Awal yang Sering Diabaikan
Pada tahap awal infeksi, gejala virus Nipah sering kali menyerupai penyakit umum, sehingga mudah terlewatkan. Anda mungkin akan mengalami:
- Demam tinggi
- Sakit kepala hebat
- Nyeri otot
- Mual dan muntah
- Sakit tenggorokan
- Kelelahan ekstrem
Gejala ini biasanya muncul dalam 5–14 hari setelah terpapar virus.
2. Perburukan Kondisi dan Gangguan Pernapasan
Seiring waktu, kondisi Anda dapat memburuk dengan cepat. Virus mulai menyerang saluran pernapasan, menyebabkan:
Berita Terkait
Terpopuler
- Kenapa Angin Kencang Hari Ini Melanda Sejumlah Wilayah Indonesia? Simak Penjelasan BMKG
- 4 Pilihan HP OPPO 5G Terbaik 2026 dengan RAM Besar dan Kamera Berkualitas
- 57 Kode Redeem FF Terbaru 25 Januari 2026: Ada Skin Tinju Jujutsu & Scar Shadow
- 6 HP Murah RAM Besar Rp1 Jutaan, Spek Tinggi untuk Foto dan Edit Video Tanpa Lag
- Bojan Hodak Beberkan Posisi Pemain Baru Persib Bandung
Pilihan
-
Danantara Mau Caplok Tambang Emas Martabe Milik Astra?
-
H-135 Kick Off Piala Dunia 2026, Dua Negara Ini Harus Tempuh Perjalanan 15.000 KM
-
5 Rekomendasi HP RAM 12 GB Paling Murah, Cocok buat Gaming dan Multitasking
-
Kenaikan Harga Emas yang Bikin Cemas
-
Sah! Komisi XI DPR Pilih Keponakan Prabowo Jadi Deputi Gubernur BI
Terkini
-
3 Skincare Anti Aging Maudy Ayunda untuk Atasi Penuaan Dini, Ada Efek Botox-nya
-
7 Program Mudik Gratis Lebaran 2026, Cek Link dan Cara Daftarnya!
-
Apakah Sepatu Skechers Bisa Dicuci di Mesin Cuci? Ini 4 Serie-nya yang Washable
-
Bibir Kering Sebaiknya Pakai Lip Cream Apa? Ini 5 Rekomendasinya untuk Usia 45 Tahun
-
Dari Ruang Kelas ke Forum Dunia: Cara Pelajar Indonesia Dilatih Jadi Diplomat Muda
-
6 Lip Balm Mengandung SPF Cocok untuk Cuaca Kering dan Berangin
-
4 Rekomendasi Moisturizer Lokal Terbaik untuk Menjaga Kekencangan dan Elastisitas Kulit
-
7 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama, Awet Seharian Mulai Rp20 Ribuan
-
Jenis Lipstik Apa yang Tahan Lama? Intip 6 Pilihan dengan Harga Terjangkau
-
Apa Agama Ranty Maria yang Menikah dengan Rayn Wijaya di Bali? Simak Profil Lengkapnya