Suara.com - Belakangan media sosial ramai membicarakan sebuah video yang menampilkan jajanan es gabus atau es kue yang dijual di kawasan Kemayoran, Jakarta Pusat.
Video tersebut memicu kecurigaan warganet karena tekstur es gabus terlihat berpori dan kenyal, sehingga sekilas menyerupai spons.
Dugaan ini bahkan sempat dilaporkan oleh seorang warga Utan Panjang III, Kemayoran, melalui call center 110 pada Sabtu (24/1/2026) karena dikhawatirkan mengandung bahan berbahaya.
Menindaklanjuti laporan tersebut, aparat kepolisian melakukan pemeriksaan terhadap sampel es kue gabus yang dijual pedagang setempat.
Setelah melalui uji awal hingga lanjutan, hasilnya menegaskan bahwa es gabus tersebut aman dikonsumsi dan tidak mengandung bahan berbahaya seperti spons atau Polyurethane Foam (PU Foam).
Kasus ini pun menjadi viral dan memicu kembali rasa penasaran publik terhadap jajanan jadul yang satu ini. Sebenarnya, apa itu es gabus dan dari mana asal-usulnya? Simak berikut ini.
Asal-usul Es Gabus, Bahan Utamanya Bukan Spons
Es gabus, yang juga dikenal sebagai es kue, merupakan jajanan tradisional berbahan dasar tepung dan santan yang dibekukan.
Nama "gabus" bukan merujuk pada bahan bakunya, melainkan pada teksturnya yang ringan, empuk, dan berpori saat digigit.
Tekstur inilah yang membuat banyak orang mengasosiasikannya dengan gabus atau spons, meski sama sekali tidak ada hubungannya dengan bahan tersebut.
Baca Juga: Video Pedagang Es Gabus Dihakimi di Jalanan Bikin Geram, Ini 7 Faktanya
Secara tampilan, es gabus biasanya berbentuk balok panjang yang kemudian dipotong kecil-kecil sebelum dijual.
Warnanya cerah dan lembut, mulai dari merah muda, hijau, hingga cokelat, tergantung pewarna makanan yang digunakan.
Jajanan ini umumnya dibungkus plastik kecil tanpa tusuk dan dijajakan oleh pedagang keliling di lingkungan permukiman atau dekat sekolah.
Bahan pembuatan es gabus tergolong sangat sederhana. Tepung hunkwe menjadi bahan utama yang dicampur dengan santan, gula, air, serta sedikit garam.
Beberapa penjual menambahkan vanili, perisa, atau sari buah untuk memperkaya aroma dan rasa.
Semua bahan tersebut dimasak hingga mengental, lalu dituangkan ke dalam loyang atau cetakan. Setelah itu, adonan didinginkan hingga benar-benar membeku di dalam freezer.
Berita Terkait
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- 5 Lipstik Rekomendasi Fuji yang Tahan Lama, Tidak Kering dan Anti Pecah-Pecah
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Banyak Keluarga Melakukannya, Merencanakan Akhir Hayat Kini Jadi Bagian dari Financial Planning
-
Dari Live Shopping ke PayLater, Begini Cara Generasi Digital Berbelanja Sekarang
-
Perempuan Tak Sekadar Belanja, Bazar Fesyen Bertransformasi Jadi Ruang Bertumbuh dan Berjejaring
-
Rahasia Skin Prep Jennifer Coppen Jelang Pernikahan, Kulit Glowing dari Siraman hingga Resepsi
-
House of Amartha Perusahaan Apa? Bisnis Thariq Halilintar yang Handle Pernikahan Justin Hubner
-
5 Cara Mencuci Sepatu Putih yang Menguning, Bisa Pakai Bahan-bahan di Rumah
-
Resmi Nikahi Jennifer Coppen, Justin Hubner Keturunan Mana?
-
Parfum Aroma Gourmand Itu Seperti Apa? Ini 3 Rekomendasi Produk yang Wanginya Awet
-
Kenapa Jennifer Coppen Akad Nikah Pakai Binti Ibunya? Begini Hukumnya dalam Islam
-
6 Shio Paling Beruntung Pada 14 Juni 2026, Temukan Peluang Baru di Akhir Pekan Ini