Suara.com - Gisella Anastasia belakangan menjadi perbincangan publik karena pandangannya yang jujur tentang fenomena love scamming dan love bombing.
Topik tersebut diceritakan oleh Gisella Anastasia saat promosi film "Balas Budi" yang dibintanginya. Ia mengaku pernah berada di fase terbuai oleh perhatian berlebihan di awal hubungan.
Di momen promosi film tersebut, Gisella Anastasia mengatakan pengalamannya tak sedalam cerita karakter yang ia perankan dalam film.
Pasalnya karakter Talita (bintang utama film 'Balas Budi') yang ia perankan adalah korban love bombing yang baginya terasa ekstrem dan terstruktur.
Pengalaman Talita membuatnya teringat pengalaman pribadinya. Karenanya ia secara reflektif menceritakan bagaimana perhatian yang "terlalu manis" justru bisa menjadi tanda bahaya.
Gisella menekankan bahwa ia beruntung mampu menyeimbangkan perasaan dengan logika.
Baginya, hubungan tidak cukup dijalani dengan cinta semata, tetapi juga akal sehat. Pesan terpenting yang ia sampaikan adalah pentingnya mendengarkan intuisi sejak awal.
Pernyataan ini pun langsung mendapat respons luas dari warganet karena terasa sangat relate dengan dinamika hubungan masa kini, terutama di tengah maraknya manipulasi emosional yang sering dimulai dari perhatian berlebihan.
Dari pengalaman Gisella, kita bisa belajar bahwa tidak semua sikap romantis di awal hubungan patut dianggap sebagai bukti cinta sejati. Bisa jadi, itu adalah bagian dari love bombing.
Baca Juga: Gisella Anastasia Ungkap Tanda-tanda Love Scamming: Kalau Sudah Bahas Uang, Wajib Waspada
Bagi yang belum mengerti, love bombing didefinisikan sebagai bentuk manipulasi emosional di mana seseorang, dalam konteks ini sering dilakukan oleh cowok, memberikan perhatian, pujian, dan kasih sayang secara berlebihan dalam waktu singkat.
Tujuannya bukan semata-mata mencintai, melainkan menciptakan keterikatan emosional agar pasangannya bergantung secara psikologis.
Pelaku love bombing biasanya sangat pandai membaca emosi. Ia tahu kapan harus memuji, kapan memberi perhatian ekstra, dan bagaimana membuat pasangannya merasa "dipilih" dan istimewa.
Faktor penyebabnya beragam, mulai dari rasa tidak aman, kebutuhan untuk mengontrol, trauma hubungan masa lalu, hingga keinginan untuk mendominasi.
Ciri-ciri Cowok Love Bombing yang Perlu Diwaspadai
Agar tidak terjebak, berikut ciri-ciri cowok love bombing yang sering muncul secara bertahap:
1. Terlalu Intens di Awal Hubungan
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Pilihan HP Flagship Paling Murah, Spek Sultan Harga Teman
- 5 HP 5G Terbaru RAM 12 GB, Spek Kencang untuk Budget Rp3 Juta
- 5 Pilihan Sepatu Lari Hoka Murah di Sports Station, Harga Diskon 50 Persen
- 5 Parfum Aroma Segar Buat Pesepeda, Anti Bau Badan Meski Gowes Seharian
- 5 Sepeda Listrik Jarak Tempuh Terjauh, Tahan Air dan Aman Melintasi Gerimis
Pilihan
-
Stasiun Bekasi Timur akan Kembali Beroperasi Lagi Siang Ini
-
Truk Tangki BBM Meledak Hebat di Banyuasin, 4 Pekerja Terbakar saat Api Membumbung Tinggi
-
RS Polri Berhasil Identifikasi 10 Jenazah Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Ini Nama-namanya
-
Sempat Hilang Kontak, Ain Karyawan Kompas TV Meninggal dalam Kecelakaan KRL di Bekasi
-
4 Pemain Anyar di Skuad Timnas Indonesia untuk TC Piala AFF 2026, 2 Statusnya Debutan!
Terkini
-
Kekerasan Balita di Penitipan Anak Jogja, IDAI: CCTV Daycare Harus Dipantau Orangtua!
-
Sosok Diyah Kusumastuti: Diduga Otak Kekerasan Anak di Little Aresha, Riwayat Korupsi Disorot
-
Ini Sosok Suami Menteri PPPA Arifah Fauzi, Ternyata Bukan Orang Sembarangan
-
Apa Itu Kereta Aling-Aling? Mendadak Ramai gegara Kecelakaan di Stasiun Bekasi
-
UPT PPA Yogyakarta Beri Pendampingan Psikologis Anak dan Orang Tua Korban Little Aresha
-
Usul Gerbong KRL Khusus Wanita di Tengah, Menteri PPPA Arifah Fauzi dari Partai Apa?
-
Pemkot Yogyakarta Fasilitasi 37 TPA Pengganti Gratis bagi Anak Korban Little Aresha, Cek Daftarnya!
-
5 Pilihan Air Cooler Portable Hemat Listrik buat Anak Kos, Kamar Adem Tanpa Boncos
-
Pendidikan AHY Dikulik, Caranya Tanggapi Tragedi KRL Dinilai Lebih Bijak dari Menteri PPPA
-
5 Fakta Pintu Perlintasan Ampera, Titik Awal Kecelakaan KRL Bekasi Ternyata Tak Punya Palang Resmi