- OJK melaporkan tingginya kerugian masyarakat akibat modus penipuan love scamming daring yang menggunakan identitas palsu.
- Indonesia Anti-Scam Center menerima 3.494 laporan love scam dengan total kerugian mencapai Rp 49,198 miliar.
- Modus penipuan akhir tahun didominasi belanja online dan panggilan palsu, meskipun laporan periode Natal menurun.
Suara.com - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melaporkan modus penipuan yang terus tinggi dan masih terjadi. Termasuk menggunakan modus percintaan atau love scamming yang ternyata merugikan masyarakat Indonesia.
Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Friderica Widyasari Dewi mengatakan kerugian modus penipuan love scamming ini mencapai Rp 49,19 miliar.
Adapun, love scamming adalah jenis penipuan daring yang memanfaatkan kedok mencari pasangan, di mana pelaku menggunakan identitas palsu untuk menargetkan korban tanpa memandang usia maupun latar belakang.
"Terkait datanya, kalau ada yang bertanya-tanya yang diterima Indonesia Anti-Scam Center terkait dengan Love Scam ini di tahun 2025 sampai dengan akhir tahun lalu Indonesia Anti-Scam Center telah menerima 3.494 laporan kerugian masyarakat yang terkena skam melalui modus Love Scam ini dengan total kerugian yang cukup besar yaitu sebesar 49,198 miliar rupiah," ujarnya dalam konferensi pers secara virtual, Jumat (9/1/2026).
OJK pun meminta agar masyarakat berhati-hati terhadap modus penipuan yang bisa membuat korban kehilangan uangnya. Apalagi banyak pelaku penipuan menggunakan cara untuk memanupulasi korban sehingga terkena modusnya dan kehilangan uang yang cukup besar.
"Untuk itu kami terus mengajak seluruh masyarakat untuk terus berhati-hati, terus meningkatkan kewaspadaan terkait berbagai hal manipulatif ya terutama terkait Love Scam ini," katanya.
Sementara itu, wanita yang akrab disapa Kiki menyebutkan peningkatan laporan penipuan selama periode Natal ini khususnya rentang waktu di minggu terakhir 24 sampai dengan 31 Desember 2025 berkurang. Secara keseluruhan angkanya lebih rendah daripada apa yang disampaikan oleh masyarakat di tahun 2024 lalu.
"Ini kalau dilihat angkanya kalau di atas sampai dengan 30 sebagai perbandingan hingga yang tahun 2025 itu ada hingga 30 November itu laporan tercatat 373.129 laporan," katanya.
Kiki mengungkapkan, modus penipuan yang banyak terjadi di akhir tahun ini yakni mengenai belanja online. Hingga penipuan tilang online dan modus telepon panggilan yang dilakukan oleh pelaku.
Baca Juga: OJK Waspadai Efek Domino Operasi Militer AS di Venezuela terhadap Stabilitas Keuangan RI
"Pasti kalau di akhir tahun itu penipuan transaksi belanja online jual-beli online kalau mungkin banyak seperti iklan atau diskon-diskon ya tiket-tiket Natal dan Tahun Baru dan sebagainya itu paling marak ya 1.127 laporan dan kemudian fake call dan seterusnya," pungkasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Intip Kekayaan Ida Hamidah, Pimpinan Samsat Soetta yang Dicopot Dedi Mulyadi gara-gara Pajak
- Dicopot Dedi Mulyadi Gegara KTP, Segini Fantastisnya Gaji Kepala Samsat Soekarno-Hatta!
- 6 HP Snapdragon Paling Murah RAM 8 GB untuk Investasi Gadget Jangka Panjang
- HP Xiaomi yang Bagus Tipe Apa? Ini 7 Rekomendasinya di 2026
- Sabun Cuci Muka Apa yang Bagus untuk Atasi Kulit Kusam? Ini 5 Pilihan agar Wajah Cerah
Pilihan
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
-
Buat Kaum dengan Upah Pas-pasan, Nabung dan Investasi Adalah Kemewahan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
Terkini
-
Meski IHSG Kinclong, Dana Asing Masih Kabur Rp 193,87 M Sepekan Ini
-
Menaker: PKB Harus Dikawal Ketat, Tantangan Utama di Tahap Implementasi
-
Perundingan AS-Iran Kacau, Trump Malah Nonton UFC Ketimbang Negosiasi Selat Hormuz
-
Pemerintah Klaim Daya Beli Masyarakat Masih Kuat, Begini Datanya
-
BI Sebut Kepercayaan Masyarakat Terhadap Ekonomi RI Tinggi
-
Iran Tetapkan Tarif Selat Hormuz, Harga Bitcoin Malah Anjlok Parah
-
Danantara Rebut Pengelolaan Sekuritas Himbara, Mau Bentuk Holding Baru
-
Pertamina Wisuda 168 Binaan Usaha Ultra Mikro, Total Cuan hingga Rp2,7 Miliar
-
Purbaya Targetkan Legalisasi Rokok Ilegal Berlaku Mei 2026 demi Tambah Pendapatan Negara
-
Purbaya Siapkan Insentif Motor Listrik, Bagaimana Nasib Mobil Listrik?