- International Global Network (IGN) merayakan satu dekade pengembangan pendidikan karakter dan kepemimpinan bagi generasi muda global.
- IGN menyelenggarakan program seperti Model United Nations (MUN) yang melahirkan alumni menjadi pemimpin di berbagai forum nasional dan internasional.
- IGN meluncurkan AYIMUN Chapter dan mengumumkan konferensi di Maldives dan Geneva untuk memperluas dampak pendidikan diplomasi.
Suara.com - Mimpi dan harapan generasi muda kerap lahir dari ruang-ruang kecil, namun gaungnya mampu menjangkau dunia. Pendidikan menjadi jembatan utama untuk mewujudkan mimpi tersebut, bukan sekadar transfer pengetahuan, tetapi proses pembentukan karakter, empati, dan kepemimpinan.
Di tengah tantangan global yang kian kompleks, generasi muda membutuhkan lebih dari teori; mereka membutuhkan ruang belajar yang membuka cakrawala dan menumbuhkan keberanian untuk bersuara.
Keyakinan inilah yang selama satu dekade terakhir dipegang teguh oleh International Global Network (IGN). Organisasi pendidikan internasional ini merayakan sepuluh tahun perjalanannya dalam mengembangkan generasi muda menjadi pemimpin global yang berkarakter, berwawasan, dan berempati.
Sejak didirikan, IGN berangkat dari satu prinsip sederhana namun kuat: mimpi generasi muda tidak boleh dibatasi oleh geografi, latar belakang, maupun akses.
Pendidikan tidak hanya terjadi di ruang kelas dan kepemimpinan tidak lahir dari teori semata. Jika anak muda dibimbing dengan tepat, mereka mampu membawa perubahan nyata bagi dunia.
“Merupakan sebuah kehormatan bagi kami dapat merayakan satu dekade perjalanan International Global Network bersama rekan-rekan media, orang tua, pendidik, alumni, serta mitra sekolah. Sepuluh tahun ini bukan hanya tentang apa yang telah kami capai, tetapi tentang jutaan mimpi anak muda yang tumbuh bersama kami,” ujar Muhammad Fahrizal, President of International Global Network.
Selama sepuluh tahun terakhir, IGN berkembang bukan sebagai sekadar rangkaian kegiatan, melainkan sebagai organisasi pendidikan internasional yang membangun sistem pembelajaran berkelanjutan.
Melalui berbagai program pengembangan, termasuk konferensi Model United Nations (MUN), akademi, dan pelatihan kepemimpinan, IGN menekankan pentingnya pemikiran kritis, komunikasi terstruktur, kolaborasi lintas budaya, serta kepemimpinan yang bertanggung jawab.
Di dalam ruang-ruang belajar IGN, para peserta hadir bukan sebagai orang asing, melainkan sebagai kolaborator. Banyak di antara mereka untuk pertama kalinya berdiri di depan ratusan orang, mendiskusikan isu global, bernegosiasi, dan memahami bahwa kepemimpinan sejati ditentukan oleh karakter, bukan oleh posisi.
Baca Juga: Lirik dan Link Resmi Download Lagu 'Rukun Sama Teman', Wajib Dinyanyikan saat Upacara
Pengalaman ini menjadi titik balik bagi banyak generasi muda yang awalnya datang dengan keraguan dan keterbatasan kepercayaan diri.
Dalam satu dekade perjalanannya, konferensi IGN telah diselenggarakan di berbagai negara dan mempertemukan ribuan delegasi dari Asia, Timur Tengah, Afrika, Eropa, Amerika, Australia, dan wilayah lainnya.
Dari proses tersebut, lahirlah alumni-alumni yang kini tumbuh menjadi pemimpin organisasi sekolah, penerima beasiswa, mentor, relawan, hingga pembicara di forum nasional dan internasional.
Perayaan sepuluh tahun IGN tidak berhenti pada refleksi masa lalu, tetapi juga menjadi penegasan komitmen terhadap masa depan pendidikan global.
Pada momentum ini, IGN secara resmi meluncurkan AYIMUN Chapter, sebuah inisiatif Model United Nations berbasis regional yang dirancang untuk membawa pengalaman MUN lebih dekat kepada para pelajar di komunitas tempat mereka tumbuh.
Dengan skala regional, AYIMUN Chapter menghadirkan lingkungan pembelajaran yang lebih intim, berkelanjutan, dan berbasis mentorship, sekaligus mempersiapkan peserta untuk melangkah lebih percaya diri ke panggung nasional dan internasional.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi HP 5G Paling Murah Januari 2026, Harga Mulai Rp1 Jutaan!
- Polisi Ungkap Fakta Baru Kematian Lula Lahfah, Reza Arap Diduga Ada di TKP
- 5 Rekomendasi HP Memori 256 GB Paling Murah, Kapasitas Lega, Anti Lag Harga Mulai Rp1 Jutaan
- Jalan Rusak Parah, Warga Kulon Progo Pasang Spanduk Protes: 'Ini Jalan atau Cobaan?'
- 5 Mobil Bekas 80 Jutaan dengan Pajak Murah, Irit dan Nyaman untuk Harian
Pilihan
-
10 Sneakers Putih Ikonik untuk Gaya Kasual yang Tak Pernah Ketinggalan Zaman, Wajib Punya
-
Bursa Saham Indonesia Tidak Siap? BEI Klarifikasi Masalah Data yang Diminta MSCI
-
Menperin Pastikan Industri Susu Nasional Kecipratan Proyek MBG
-
MSCI Melihat 'Bandit' di Pasar Saham RI?
-
Harga Emas di Palembang Nyaris Rp17 Juta per Suku, Warga Menunda Membeli
Terkini
-
Sampah Masih Jadi PR Labuan Bajo, Kolaborasi Komunitas Didorong Demi Pariwisata Berkelanjutan
-
5 Moisturizer Lokal Murah untuk Kulit Kendur Usia 55 Tahun, Wajah Tampak Muda
-
6 Zodiak Paling Hoki dan Cuan di Akhir Januari 2026, Bakal Banjir Rezeki Melimpah
-
5 Rekomendasi Air Fryer Low Watt yang Awet untuk Penggunaan Jangka Panjang
-
Mengalami Peningkatan, Begini Cara Melindungi Diri dari Virus Nipah
-
5 Rekomendasi Merk Lipstik saat Puasa untuk Melembapkan Bibir Kering
-
5 Shio yang Paling Beruntung 29 Januari 2026, Rezeki Mengalir Lancar
-
Apakah Onitsuka Tiger Mexico 66 Cocok untuk Usia 50 Tahun? 5 Series Ini Juga Tak Kalah Nyaman
-
5 Rekomendasi Commuter Bike Termurah untuk Pekerja: Gowes Nyaman, Dompet Aman
-
Terpopuler: Es Gabus Terbuat dari Apa hingga Deretan Lipstik Paling Laris