Lifestyle / Food & Travel
Kamis, 29 Januari 2026 | 13:36 WIB
Ilustrasi Es Gabus. (Shopee)

Mengapa Tekstur Es Gabus atau Es Kue Bisa Berpori Seperti Spons?

Es jadul warna-warni seperti pelangi mendadak viral gegara ada oknum petugas keamanan dan ketertiban masyarakat menuduh pihak penjual, dalam proses pembuatannya menggunakan bahan berbahaya bagi kesehatan, karena teksturnya berpori mirip spons.

Padahal, setelah adanya tindakan uji laboratorium oleh pihak berwenang. Ternyata semua bahan es kue masuk kategori aman, bahkan anak-anak tetap bisa mengkonsumsinya.

Tekstur berpori yang ditemukan pada es kue warna-warni, bukanlah hal berbahaya, termasuk wajar.  Bahkan pihak BPOM ikut buka suara terkait hal tersebut.

Berdasarkan penelusuran dari akun Instagram resmi @bpom.jakarta pada, Rabu (28/1/2026), Es kue jadul atau es gabus merupakan jajanan tradisional berbasis tepung dan santan yang dibekukan, mempunyai tekstur empuk, berserat, kenyal. Saat digigit mirip gabus dan spon.

Selanjutnya pihak BPOM juga memberikan penjelasan runut berkaitan dengan proses pengolahan dan interaksi masing-masing bahan.

Langkah pertama tepung hunkwe atau pati kacang hijau dan santan dimasak melalui proses pemanasan.

Langkah selanjutnya, saat dua bahan tersebut direbus bersamaan. Maka akan terjadi proses gelatinisasi pati yang berupa molekul pati otomatis menyerap air, mengambang dan membentuk gel. Setelah itu tekstur adonan jadi kental.

Adonan kental tersebut nantinya akan diletakkan pada suatu wadah lalu dimasukkan dalam freezer untuk mengalami proses pembekuan

Saat proses terakhir tersebut terjadilah retrogradasi atau disebut sebagai rekristalisasi pati. Yang mana identik dengan struktur khas kenyal dan berpori halus, mirip gabus atau spons saat dikonsumsi.

Baca Juga: Fitnah Jadi Berkah, Sudrajat Penjual Es Gabus Dihadiahi Umrah

Kontributor : Damayanti Kahyangan

Load More