Mengapa Tekstur Es Gabus atau Es Kue Bisa Berpori Seperti Spons?
Es jadul warna-warni seperti pelangi mendadak viral gegara ada oknum petugas keamanan dan ketertiban masyarakat menuduh pihak penjual, dalam proses pembuatannya menggunakan bahan berbahaya bagi kesehatan, karena teksturnya berpori mirip spons.
Padahal, setelah adanya tindakan uji laboratorium oleh pihak berwenang. Ternyata semua bahan es kue masuk kategori aman, bahkan anak-anak tetap bisa mengkonsumsinya.
Tekstur berpori yang ditemukan pada es kue warna-warni, bukanlah hal berbahaya, termasuk wajar. Bahkan pihak BPOM ikut buka suara terkait hal tersebut.
Berdasarkan penelusuran dari akun Instagram resmi @bpom.jakarta pada, Rabu (28/1/2026), Es kue jadul atau es gabus merupakan jajanan tradisional berbasis tepung dan santan yang dibekukan, mempunyai tekstur empuk, berserat, kenyal. Saat digigit mirip gabus dan spon.
Selanjutnya pihak BPOM juga memberikan penjelasan runut berkaitan dengan proses pengolahan dan interaksi masing-masing bahan.
Langkah pertama tepung hunkwe atau pati kacang hijau dan santan dimasak melalui proses pemanasan.
Langkah selanjutnya, saat dua bahan tersebut direbus bersamaan. Maka akan terjadi proses gelatinisasi pati yang berupa molekul pati otomatis menyerap air, mengambang dan membentuk gel. Setelah itu tekstur adonan jadi kental.
Adonan kental tersebut nantinya akan diletakkan pada suatu wadah lalu dimasukkan dalam freezer untuk mengalami proses pembekuan
Saat proses terakhir tersebut terjadilah retrogradasi atau disebut sebagai rekristalisasi pati. Yang mana identik dengan struktur khas kenyal dan berpori halus, mirip gabus atau spons saat dikonsumsi.
Baca Juga: Fitnah Jadi Berkah, Sudrajat Penjual Es Gabus Dihadiahi Umrah
Kontributor : Damayanti Kahyangan
Berita Terkait
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
- Daftar Harga Motor Listrik dengan Subsidi Pemerintah, Ada yang Cuma Rp5 Jutaan!
- Siapa Ipda Ambarita? Ini Profil Polisi yang Viral Saat Pengamanan Bentrok Matraman
Pilihan
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
Terkini
-
Polda Jatim Bongkar Kasus Peretasan Ratusan Website Sekolah untuk Promosi Judi Online
-
Semangat Brasil di Dunia Fashion, Dari Pantai Copacabana hingga Hutan Tropis Jadi Inspirasi Gaya
-
5 Shio yang Menarik Keberuntungan pada 31 Juli 2026, Apakah Kamu Masuk?
-
Dana Pihak Ketiga Melonjak, Efisiensi Biaya Bikin BRI Makin Perkasa
-
Rektor UMY: URI Bisa Picu Perebutan Dosen dan Gerus Anggaran Pendidikan
-
Bukan Buang Uang, Bea Cukai Ungkap Alasan Pabrik Sawit Dapat Fasilitas Khusus Kawasan Berikat
-
Manfaatkan Kepercayaan Majikan, ART di Solo Diduga Curi Uang dan Perhiasan
-
5 Sunscreen Anti Aging Terbaik untuk Mencegah Kerutan di Usia 30-an sesuai Review dan Harga
-
Febri Diansyah Sebut Penahanan Eks Jampidsus Tak Sah, Bakal Ajukan Praperadilan?
-
Dinamika Pasar Aset Kripto Warnai Kinerja PT Indokripto Koin Semesta Tbk (COIN) pada Kuartal II-2026