- Polres Metro Jakarta Pusat membantah adanya kekerasan terhadap Sudrajat, pedagang es yang dituduh menjual makanan spons, namun Polda mengakui penanganan petugas keliru.
- Kapolres menyatakan tidak ditemukan unsur penganiayaan, namun Bidpropam Polda Metro Jaya sedang memeriksa anggota Bhabinkamtibmas terkait kontroversi penanganan tersebut.
- Korban, Sudrajat, mengaku mengalami intimidasi dan pemukulan oleh aparat saat diamankan di Kemayoran atas tuduhan es beracun.
Suara.com - Polres Metro Jakarta Pusat membantah adanya tindakan kekerasan terhadap Sudrajat (50), pedagang es kue jadul yang sempat dituding menjual makanan berbahan spons di kawasan Kemayoran, Jakarta Pusat.
Meski demikian, Polda Metro Jaya mengakui penanganan personel di lapangan keliru dan kini masih menjadi objek pemeriksaan internal.
Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Reynold E. P. Hutagalung menyatakan tidak ditemukan unsur penganiayaan dalam peristiwa tersebut.
Pernyataan itu disampaikan kepada Polda Metro Jaya menyusul sorotan publik terhadap penanganan aparat terhadap pedagang kecil.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto mengakui, meski tidak ada kekerasan fisik, langkah yang diambil petugas di lapangan dinilai tidak tepat dan memicu kontroversi di tengah masyarakat.
“Tapi disampaikan tadi malam oleh Kapolres Metro Jakarta Pusat, tidak ada unsur penganiayaan. Tapi mungkin cara yang dilakukan oleh petugas tadi salah, sehingga membuat suatu tindakan yang kontroversial,” ujar Budi di Polda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (28/1/2026).
Budi mengatakan, Bidang Profesi dan Pengamanan (Bidpropam) Polda Metro Jaya hingga kini masih memeriksa anggota Bhabinkamtibmas yang pertama kali menuding Sudrajat. Namun, anggota tersebut belum dikenakan penahanan maupun penempatan khusus.
“Yang bersangkutan tetap diperiksa dulu sebagai saksi. Apabila memenuhi pelanggaran ada sidang kode etik terhadap petugas tersebut,” ujarnya.
Ia menegaskan kepolisian tidak akan menutup mata apabila ditemukan pelanggaran etika atau prosedur. Budi juga menyampaikan permohonan maaf atas kegaduhan yang muncul di tengah masyarakat.
Baca Juga: Netizen Buru Sosok Luna, Perempuan yang Diduga Pemantik Hoaks Es Gabus Spons di Kemayoran
“Kami mohon maaf karena tujuannya adalah untuk memberikan edukasi. Polda Metro Jaya dan kepolisian tidak pernah mematikan, menghambat usaha UMKM dari masyarakat ini harus kami sampaikan,” ucapnya.
Pengakuan Korban
Di sisi lain, Sudrajat menyampaikan keterangan yang bertolak belakang. Ia mengaku mengalami intimidasi dan kekerasan saat diamankan aparat.
Menurut Sudrajat, peristiwa bermula ketika ia dituding menjual es beracun setelah seorang anak melapor kepada warga di lokasi.
“Anaknya yang bilang. Pak ini es racun pak. Panggil tuh tukang es kue itu. Lalu mata-mata dia suruh beli. Disuruh bawa,” ujarnya.
Ia menyebut seseorang membeli lima es kue darinya, namun satu di antaranya tidak dibayar. Situasi kemudian berubah mencekam.
Berita Terkait
-
Netizen Buru Sosok Luna, Perempuan yang Diduga Pemantik Hoaks Es Gabus Spons di Kemayoran
-
Polisi Bakal Periksa Keluarga Lula Lahfah untuk Dalami Alasan Tolak Autopsi
-
Resep Es Gabus yang Viral: Jajanan Jadul yang Kembali Hits
-
Klaim Edukasi Berujung Bidikan Propam: Oknum Polisi Kasus Es Gabus Terancam Sidang Etik
-
5 Alasan Kenapa Disebut Es Gabus, Jajanan Milenial Mirip Spons yang Terancam Punah
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
Terkini
-
Pertamina EP Adera Sambung Harapan Anak Putus Sekolah Lewat Program Sekolah Kembali
-
Apa Itu Aplikasi AMPERA 24/7? Kini Warga Palembang Bisa Akses Layanan Polisi dari Ponsel
-
Murid Mengeluh Sepatunya Mengganjal saat Dipakai Sekolah, Isinya Diduga Paket Sabu
-
5 Fakta Mahasiswa KKN Tenggelam di Sungai Rawas, Perahu Terbalik Usai Tabrak Kayu
-
Ada Apa di Kejari Kabupaten Bogor? Kasi Pidsus Mendadak Dipanggil Kejagung
-
Pemenuhan Gizi Jadi Fondasi Tumbuh Kembang Anak, Ini yang Harus Diketahui Orang Tua
-
Dari Gudang hingga Rumah, Begini Perjalanan Produk Sebelum Sampai ke Tangan Konsumen
-
Ancaman Belum Usai: Sosiolog UNJ Ingatkan Bentrokan Matraman Rawan Dibajak Isu SARA
-
Tuntas Uji Coba 3 Bulan, Pemkab Bogor Godok Rute Baru Bus Listrik Bojong Gede - Exit Tol Citeureup
-
Ditahan KPK, Moch Mahrus Suap Anggota DPR Rp1,5 Miliar demi Raih Hibah Pokmas Jatim