Lifestyle / Male
Selasa, 03 Februari 2026 | 12:14 WIB
Kronologi kasus Jeffrey Epstein, seret nama pesohor dunia (X)
Baca 10 detik
  • Epstein Files merupakan kumpulan 6 juta halaman dokumen hukum Jeffrey Epstein.
  • Dokumen ini berisi transkrip, email, hingga ribuan foto dan video rahasia.
  • Nama Keluarga Kerajaan Inggris kembali mencuat dalam rilis berkas Januari 2026.

Suara.com - Istilah "Epstein Files" atau Berkas Epstein kini tengah menjadi perbincangan hangat di media sosial dan mesin pencarian global.

Bukan sekadar rumor, dokumen Epstein Files ini dianggap sebagai kotak pandora yang mengungkap sisi gelap kehidupan miliarder Jeffrey Epstein dan jaringan elitnya.

Lantas, apa sebenarnya isi dari Epstein Files tersebut dan mengapa dunia begitu menanti pembukaannya?

Bukan Cuma Satu Dokumen, Tapi Jutaan Halaman

Banyak yang mengira Epstein Files adalah satu berkas rahasia.

Faktanya, ini adalah kumpulan dokumen hukum yang sangat masif.

Jeffrey Epstein [Suara.com/DOJ]

Berkas ini berasal dari gugatan pencemaran nama baik yang diajukan oleh Virginia Giuffre pada tahun 2015 terhadap Ghislaine Maxwell, rekan dekat Epstein.

Dokumen Jeffrey Epstein ini berisi:

  1. Transkrip pernyataan di bawah sumpah (deposisi).
  2. Email internal dan laporan polisi.
  3. Lebih dari 6 juta halaman dokumen.
  4. Sekitar 180.000 foto dan 2.000 video.

Selama bertahun-tahun, dokumen ini digembok oleh pengadilan dengan alasan menjaga privasi.

Baca Juga: 5 Rekomendasi Kulkas Midea 2 Pintu, Hemat Listrik dan Kapasitas Besar

Namun, tuntutan publik akan transparansi membuat hakim akhirnya memerintahkan agar berkas-berkas ini dibuka secara bertahap.

Mengapa Epstein Files Hebohkan Dunia?

Epstein Files begitu dinanti, karena dokumen ini dianggap sebagai peta sosial kaum elit.

Jeffrey Epstein dikenal memiliki koneksi luar biasa luas, mulai dari politisi papan atas, pengusaha teknologi, ilmuwan peraih Nobel, hingga anggota keluarga kerajaan.

Publik ingin tahu siapa saja yang pernah berkunjung ke pulau pribadinya, Little St. James dan siapa yang diduga mengetahui praktik perdagangan seks yang dijalankan Epstein.

Aturan Baru: Undang-Undang Transparansi 2025

Load More