- Politikus senior Peter Mandelson mengundurkan diri dari keanggotaan Partai Buruh Minggu karena kaitan dengan dokumen Jeffrey Epstein.
- Dokumen DOJ mengungkap tiga transaksi keuangan mencurigakan dari rekening Epstein senilai total $75.000 pada 2003–2004.
- Pengunduran diri ini memicu kritik dari Partai Konservatif yang menuntut investigasi hubungan Mandelson pasca 2008.
Suara.com - Politikus senior Inggris, Peter Mandelson, secara resmi mengumumkan pengunduran dirinya dari keanggotaan Partai Buruh (Labour Party) pada Minggu waktu setempat.
Langkah drastis ini diambil setelah namanya kembali muncul dalam dokumen terbaru yang dirilis oleh Departemen Kehakiman AS (DOJ) terkait jaringan mendiang predator seks, Jeffrey Epstein.
Mandelson menyatakan bahwa dirinya tidak ingin keterkaitannya dengan Epstein di masa lalu terus menjadi beban dan "mempermalukan" partai yang telah ia bela sepanjang hidupnya.
Sebelumnya, ia juga telah dipecat dari posisinya sebagai Duta Besar Inggris untuk Amerika Serikat pada September lalu karena skandal yang sama.
Dokumen yang dirilis pada Jumat lalu mengungkap fakta-fakta baru yang memberatkan posisi Mandelson.
Berdasarkan laporan Financial Times yang meninjau berkas perbankan tersebut, terdapat dugaan transaksi keuangan dari rekening JP Morgan milik Epstein yang mencatatkan nama Mandelson:
- Tiga Kali Transaksi: Terdapat tiga pembayaran masing-masing senilai US$25.000 (total sekitar Rp1,2 miliar) yang dilakukan pada tahun 2003 dan 2004.
- Nama Penerima: Salah satu transaksi mencantumkan nama pasangan Mandelson saat itu, Reinaldo Avila da Silva, dengan Mandelson sebagai "penerima manfaat" (beneficiary). Dua transaksi lainnya langsung mencantumkan nama "Peter Mandelson".
- Foto Pribadi: Selain catatan bank, dokumen tersebut juga memuat foto Mandelson yang hanya mengenakan pakaian dalam di samping seorang wanita yang wajahnya disensor. Mandelson mengeklaim tidak ingat kapan dan di mana foto itu diambil.
Dalam surat pengunduran dirinya kepada Sekretaris Jenderal Partai Buruh, Mandelson mengakui rasa penyesalannya namun membantah telah menerima uang tersebut.
"Tuduhan yang saya yakini palsu bahwa dia (Epstein) melakukan pembayaran finansial kepada saya 20 tahun lalu, dan yang tidak memiliki catatan atau ingatan saya, perlu saya selidiki sendiri," tulis Mandelson.
Ia juga kembali menyampaikan permohonan maaf yang tulus kepada para korban Epstein.
Baca Juga: Bosan Mobil Jepang? Ini 9 Mobil Eropa dan Amerika Bekas Mulai 80 Jutaan, Produksi 2015 ke Atas!
"Saya ingin mengulangi permintaan maaf saya kepada para wanita dan gadis yang suaranya seharusnya didengar sejak lama. Saya mengambil keputusan ini demi kepentingan terbaik partai," tambahnya.
Pengunduran diri ini memicu reaksi keras dari berbagai pihak di Inggris. Anggota Parlemen dari Partai Buruh, Gordon McKee, menyebut bahwa para korban Epstein tentu akan merasa sangat marah dengan fakta-fakta baru ini dan menilai mundurnya Mandelson adalah langkah yang tepat.
Di sisi lain, Partai Konservatif melontarkan kritik tajam kepada Perdana Menteri Sir Keir Starmer. Mereka menilai Starmer seharusnya memecat Mandelson secara tidak hormat alih-alih membiarkannya mengundurkan diri.
Pemimpin Konservatif, Kemi Badenoch, mendesak pemerintah untuk melakukan investigasi menyeluruh atas hubungan Mandelson dengan Epstein yang tetap terjalin bahkan setelah Epstein dihukum pada 2008.
Peter Mandelson merupakan tokoh kunci dalam sejarah modern Partai Buruh. Ia adalah cucu dari Herbert Morrison, menteri di era Clement Attlee, dan dikenal sebagai salah satu otak di balik kesuksesan New Labour.
Namun, komunikasinya yang tetap terjalin akrab dengan Epstein melalui email setelah vonis tahun 2008—di mana ia sering mengirim pesan dukungan—akhirnya menjadi bumerang yang menghancurkan reputasi diplomatik dan politiknya secara permanen di awal tahun 2026 ini.
Berita Terkait
-
Epstein Files Sebut Donald Trump 'Dikooptasi' Israel, Singgung Dalang Proyek Gaza
-
Nama Jay-Z Terseret Kasus Jeffrey Epstein, Beyonc Diduga Kehilangan Jutaan Pengikut Instagram
-
Profil Jeffrey Epstein: Kekayaan, Kasus Predator Seksual dan Hubungannya dengan Trump
-
Dokumen Jeffrey Epstein 'Singgung' Identitas Satoshi Nakamoto dan Asal-Usul Bitcoin
-
Geger! Jutaan Dokumen Rahasia Jeffrey Epstein Dirilis, Nama Donald Trump Muncul 5.300 Kali
Terpopuler
- Honor X7d Resmi Meluncur di Indonesia, HP Tangguh 512GB, Baterai Awet 6500mAh, Harga Rp4 Jutaan
- 7 Parfum Tahan Lama di Indomaret, Wangi Mewah tapi Harga Ramah
- Anggota DPR Habiburokhman sampai Turun Tangan Komentari Kasus Erin Taulany vs eks ART
- 5 Cushion Anti Longsor 24 Jam, Makeup Tahan Lama Meski Cuaca Panas
- 8 Sepatu Skechers yang Diskon di MAPCLUB, Bisa Hemat hingga Rp700 Ribu
Pilihan
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
-
'Desa Nggak Pakai Dolar' Prabowo Dikritik: Realita Pahit di Dapur Rakyat Saat Rupiah Tembus Rp17.600
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
Terkini
-
WNI Ditangkap Tentara Israel di Mediterania, KSP Dudung Minta Kemlu Tempuh Jalur Diplomasi
-
RI Gunakan Saluran Komunikasi, Desak Israel Bebaskan 2 Jurnalis dan 9 Aktivis Indonesia
-
Eks Wamenaker Noel: Saya Lebih Banyak Selamatkan Uang Rakyat Dibanding KPK!
-
Gudang Kardus 1.000 Meter di Cengkareng Ludes Terbakar, 3 Orang Dilarikan ke RS!
-
Iwakum Desak Pemerintah Lindungi 4 Jurnalis Indonesia yang Ditahan Israel dalam Misi Gaza
-
Dikejar Sekoci Israel: Relawan Indonesia Ceritakan Situasi Mencekam di Laut Mediterania
-
Skandal Korupsi Mesin Jahit PPKUKM Jaktim Terbongkar: Modus Mark Up Gila-gilaan, Negara Tekor Rp4 M!
-
WNI Disandera Tentara Israel, Din Syamsuddin Desak Presiden Prabowo Bicara di Forum BoP!
-
Ahmad Bahar Minta Maaf ke Hercules, Klaim Video Viral Bukan Buatannya: HP Saya Dihack
-
Akhir Pelarian Jambret WNA di Bundaran HI: 120 Kali Beraksi, Keok Ditembus 'Timah Panas' Polisi