- Anggota DPD RI Paul Finsen Mayor menolak keras rencana pembukaan lahan sawit di Papua pada Rapat Paripurna DPD RI, Rabu (14/1/2026).
- Finsen meminta pimpinan DPD menyampaikan penolakan masyarakat adat Papua mengenai sawit kepada Presiden Prabowo dan Menteri ESDM Bahlil.
- Ia mengkritik pemerintah mendatangkan batalyon pertanian, menekankan prioritas Papua adalah pendidikan dan kesehatan sesuai UU Otsus.
Suara.com - Anggota DPD RI daerah pemilihan Papua Barat Daya, Paul Finsen Mayor, menyuarakan penolakan keras terhadap wacana pembukaan lahan sawit di tanah Papua.
Hal itu disampaikannya dalam interupsi pada Rapat Paripurna DPD RI masa sidang ke-3 di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (14/1/2026).
Ia menegaskan bahwa aspirasi masyarakat adat di Papua sudah bulat untuk menolak kehadiran perkebunan sawit.
Ia pun meminta pimpinan DPD RI menyampaikan pesan tegas ini kepada Presiden RI Prabowo Subianto dan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia agar segera menghentikan rencana tersebut.
"Pimpinan, masyarakat adat di Papua itu menolak wacana sawit di Papua. Jadi nanti sampaikan ke Pak Prabowo sama Bahlil itu setop dengan barang itu karena orang Papua tidak suka,” tegas Finsen saat menyampaikan interupsi setelah dipersilakan oleh Ketua DPD RI Sultan Najamudin.
Selain menolak sawit, Finsen juga dalam interupsinya mengkritisi kebijakan pemerintah yang mendatangkan batalyon pertanian atau perkebunan ke wilayah Papua.
Ia menilai kehadiran aparat keamanan di sektor agraria bukan merupakan solusi yang dibutuhkan oleh rakyat Papua saat ini.
Menurutnya, pemerintah seharusnya fokus pada penyediaan fasilitas dasar seperti pendidikan dan kesehatan yang menjadi ruh utama dalam Undang-Undang Otonomi Khusus (Otsus) Papua.
“Yang kedua, itu didatangkan apa batalyon pertanian atau perkebunan orang Papua butuh sekolah dan rumah sakit bukan markas tentara. Itu penting, karena kita di otsus kita yang dibahas dulu itu masalah utama itu pendidikan dan kesehatan,” lanjutnya.
Baca Juga: Pemkab Cirebon Bakal Ganti Sawit yang Terlanjur Ditanam dengan Mangga Gedong Gincu, Ini Alasannya
Finsen mengingatkan pimpinan DPD RI bahwa persoalan prioritas SDM ini sudah sangat dipahami oleh para pengambil kebijakan yang terlibat dalam pembahasan Otsus.
“Yang bahas itu juga pak wakil ketua terlibat penuh jadi pasti lebih tahuu,” kata Finsen.
Menanggapi aspirasi keras dari senator asal Papua tersebut, Ketua DPD RI Sultan Najamudin menyatakan akan membawa poin-poin tersebut dalam rapat konsultasi dengan Presiden dalam waktu dekat.
"Makanya kita sedang mencari jadwal ketemu termasuk dengan pak presiden dalam rapat konsultasi menyampaikan hal yang sama,” ujar Sultan.
Berita Terkait
-
Indonesia-Pakistan Targetkan Negosiasi CEPA, Dari Minyak Sawit hingga Tenaga Medis
-
Diprotes Pengusaha Sawit soal Aturan DHE, Purbaya Tantang Balik: Saya Kejar!
-
Bahlil Sebut Mandatori B40 Bikin Keuangan Negara Tokcer, Mau Setop Impor Solar di 2026
-
Pemkab Cirebon Bakal Ganti Sawit yang Terlanjur Ditanam dengan Mangga Gedong Gincu, Ini Alasannya
Terpopuler
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Terpopuler: Lipstik Tahan Lama untuk Bibir Hitam, Sepatu New Balance Tanpa Tali untuk Jalan Jauh
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- 6 Sepatu Puma Wanita yang Lagi Diskon 55 Persen di Toko Resmi, Ada Model Lari hingga Sneaker
Pilihan
-
Evaluasi Besar-besaran: 8.182 SPPG Pernah Ditangguhkan, 2.213 Masih Berstatus Suspend
-
Kabar Duka, Eks Menhan Jenderal Ryamizard Ryacudu Meninggal Dunia di RSPAD
-
Strategi Berani John Herdman: Mengapa Piala AFF 2026 Jadi Panggung Khusus Pemain Domestik?
-
Insiden Noni Madueke Tanpa Penalti, Eks Wasit Liga Inggris Buka Suara
-
Drama Final Liga Champions: Sakitnya Arsenal, PSG Back to Back Juara
Terkini
-
Remaja Putri Tewas Terjebak Saat Api Mengamuk di Bengkel Cikupa
-
Evaluasi Besar-besaran: 8.182 SPPG Pernah Ditangguhkan, 2.213 Masih Berstatus Suspend
-
Penghormatan Terakhir Jenderal Ryamizard Ryacudu: Disemayamkan di Kemhan, Dimakamkan di Kalibata
-
PSG Juara, Prancis Membara! 22.000 Polisi Tak Mampu Bendung Amuk Massa
-
Bom Sisa Perang Dunia II Meledak di Biak, 5 Tewas dan 3 Hilang
-
Update Rusuh di Paris Usai PSG Juara Liga Champions: 1 Orang Tewas 780 Ditangkap
-
Qodari: Prabowo Sosok Langka yang Dekat dengan Putin, Trump, dan Xi Jinping
-
Banjir Bandang Poso: Warga Terisolasi, BNPB Minta Bantuan Alat Berat
-
Ibu Muda Ditemukan Tewas Bersama Balitanya, Suami Diamankan Polisi
-
Waspada Fenomena Bulan Purnama, BMKG Prediksi Banjir Rob Kepung Pesisir NTT Hingga 2 Juni