- Dokumen Epstein Files yang dirilis Desember 2025 memicu sorotan global.
- Dokumen itu mengungkap kejahatan dan jaringan sosial politik Epstein.
- Dulunya Epstein adalah guru matematika meski tak memiliki gelar sarjana.
Strategi "Social Climbing" di Lingkaran Elit
Setelah memiliki uang, Epstein menggunakan kekayaannya untuk membeli pengaruh. Ia memposisikan dirinya bukan sekadar sebagai manajer uang, melainkan sebagai "pemecah masalah" bagi kaum elit.
Ia mendanai penelitian ilmiah, memberikan donasi besar ke universitas ternama seperti Harvard, dan menyediakan fasilitas mewah bagi para tokoh dunia. Inilah yang membuatnya bisa berfoto bersama presiden, bangsawan, hingga pemenang Nobel.
Namun, di balik semua kemewahan itu, publik kini melihat bahwa jaringan ini juga digunakan untuk menutupi tindakan kriminal yang ia lakukan selama bertahun-tahun.
Ia secara resmi dinyatakan meninggal karena bunuh diri dengan cara gantung diri di sel penjara Manhattan pada 10 Agustus 2019. Hingga akhir hayatnya, jumlah pasti kekayaan Jeffrey Epstein masih menjadi misteri.
Meskipun ia memiliki pulau pribadi, jet "Lolita Express", dan berbagai properti di seluruh dunia, banyak analis keuangan yang mempertanyakan apakah ia benar-benar seorang jenius finansial atau sekadar manipulator ulung yang memanfaatkan koneksi.
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan