Lifestyle / Male
Kamis, 05 Februari 2026 | 11:39 WIB
Jeffrey Epstein (Sandoval Legacy Group)

Selain Wexner dan Black, Epstein juga bekerja dengan sejumlah individu superkaya lain, termasuk pewaris Johnson & Johnson serta pengelola hedge fund ternama.

Ia memposisikan diri sebagai penasihat eksklusif yang hanya melayani klien dengan kekayaan minimal satu miliar dolar AS.

Dari dua perusahaan utamanya saja, Epstein mengumpulkan ratusan juta dolar dalam bentuk fee dan dividen selama hampir dua dekade.

Model bisnisnya sederhana, yaitu jasa keuangan privat berbiaya tinggi, namun dengan klien yang sangat terbatas.

4. Fasilitas Pajak Besar-besaran di Kepulauan Virgin AS

Salah satu kunci Epstein menumpuk kekayaan adalah skema pajak di Kepulauan Virgin Amerika Serikat. Ia memindahkan domisili ke wilayah tersebut sejak pertengahan 1990-an dan mendirikan perusahaan konsultasi keuangan di sana.

Lewat program pengembangan ekonomi setempat, perusahaannya mendapat potongan pajak hingga 90 persen untuk pajak penghasilan dan pembebasan penuh untuk beberapa jenis pajak lain.

Dalam periode 1999-2018, Epstein diperkirakan hanya membayar sekitar 4 persen pajak rata-rata. Skema ini menghemat sekitar 300 juta dolar AS, menjadikannya salah satu pemasukan terbesar Epstein.

5. Jaringan Perbankan Internasional dan Ribuan Transaksi Mencurigakan

Baca Juga: Kekayaan Jokowi dan Sri Mulyani yang Namanya Muncul di Epstein Files

Epstein tercatat sebagai klien utama JPMorgan Chase selama bertahun-tahun sebelum berpindah ke Deutsche Bank.

Dokumen yang kemudian dibuka ke publik menunjukkan adanya lebih dari 4.700 transaksi lintas bank dengan total nilai sekitar 1,9 miliar dolar AS.

Beberapa bank besar akhirnya terseret gugatan karena diduga memfasilitasi aktivitas keuangan Epstein.

JPMorgan dan Deutsche Bank masing-masing sepakat membayar puluhan hingga ratusan juta dolar untuk menyelaskan perkara hukum terkait hubungan mereka dengannya.

Jejak transaksi inilah yang kini menjadi tulang punggung investigasi lanjutan Epstein Files.

6. Aset dan Properti Mewah

Kekayaan Epstein juga terlihat jelas dari aset fisiknya. Ia memiliki rumah besar di Manhattan, Palm Beach, New Mexico, apartemen di Paris, serta dua pulau pribadi di Karibia, yaitu Little St. James dan Great St. James.

Nilai gabungan properti dan pulau tersebut mencapai puluhan juta dolar. Ia juga memiliki jet pribadi yang kerap disebut dalam berbagai kesaksian korban.

Semua aset ini kemudian dijual oleh pihak estate setelah kematiannya, sebagian hasilnya digunakan untuk kompensasi korban.

7. Pengembalian Pajak dan Sisa Harta Setelah Kematian

Meski sudah meninggal, aliran dana Epstein belum sepenuhnya berhenti. Estate miliknya masih menyimpan ratusan juta dolar aset, bahkan sempat menerima pengembalian pajak lebih dari 100 juta dolar AS dari IRS.

Sebagian besar dana tersebut kini dialokasikan untuk penyelesaian gugatan, pembayaran kepada korban, serta kesepakatan dengan pemerintah Kepulauan Virgin AS.

Namun hingga kini, daftar lengkap klien Epstein dan asal-usul seluruh dananya belum sepenuhnya terbuka.

Kontributor : Dini Sukmaningtyas

Load More