Meskipun tidak menyandang gelar akademik dari universitas, tidak mempunyai sertifikat sebagai tenaga pendidik.
Namun, pada tahun 1974 Jeffrey Epstein berhasil meniti karir sebagai guru. Tepatnya pada sekolah elit di Manhattan yang bernama Dalton School.
Ia mengajar mata pelajaran matematika dan Fisika. Dari situlah Epstein mulai berinteraksi dengan banyak orang elit dan berpengaruh.
Hingga memuluskan langkahnya memasuki dunia investasi serta keuangan bergengsi.
Karir Keuangan Jeffrey Epstein
Setelah berhasil menjalin koneksi, dua tahun kemudian tepatnya pada 1976. Ia memutuskan berhenti dari dunia pendidikan, lalu bergabung dengan perusahaan investasi Bear Stearns.
Karir tersebut membuatnya terhubung dengan jaringan elit New York sekaligus sebagai batu loncatan untuk perkembangan finansial lebih besar lagi.
Saat merasa cukup memiliki jaringan, Epstein akhirnya mengundurkan diri dari Bear Stearns, lalu mendirikan perusahaan dengan nama J.Epstein & Company.
Perusahaan tersebut bergerak dalam bidang pengelolaan aset yang memiliki klaim melayani klien dengan kekayaan sangat fantastis.
Baca Juga: 7 Sumber Kekayaan Jeffrey Epstein yang Picu Skandal Epstein Files
Total Kekayaan Jeffrey Epstein
Setelah kematiannya, terungkap dokumen warisan yang menunjukkan besaran total kekayaan Epstein menjelang kematian diperkirakan mencapai US$630 juta, jika dirupiahkan senilai Rp 9,8 Triliun.
Nominal fantastis tersebut telah tercantum pada dokumen The 1953 Trust dan ditandatangani oleh Epstein sendiri pada tanggal 8 Agustus 2019.
Penandatanganan tersebut dilakukan pada saat dua hari sebelum dirinya meninggal dunia di penjara Manhattan.
Kekayaan fantastis itu termasuk aset keuangan, properti mewah yang berlokasi di Manhattan, Paris, New Mexico serta dua pulau pribadi berada di Kepulauan Virgin, Amerika Serikat.
Seiring berjalannya waktu, total kekayaan Epstein menurun drastis untuk membayar sejumlah kewajiban. Mulai dari kompensasi korban, penyelesaian gugatan, pajak hingga biaya hukum.
Kekayaan Epstein yang tersisa sampai September 2025 senilai US$127 Juta, sekitar Rp 2 Triliun.
Kontributor : Damayanti Kahyangan
Berita Terkait
-
Siapa Kafrawi Yuliantono yang Disebut dalam Epstein Files? Kenali Sosoknya
-
7 Sumber Kekayaan Jeffrey Epstein yang Picu Skandal Epstein Files
-
Baju Jeffrey Epstein di Bali Ramai Jadi Perdebatan, Pakai Batik Bapak Atau Versace?
-
Kekayaan Jokowi dan Sri Mulyani yang Namanya Muncul di Epstein Files
-
6 Karya Seni Aneh Koleksi Jeffrey Epstein, Dilelang dengan Harga Fantastis
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Karhutla Memanas, Kabut Asap Selimuti Kota Palembang
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!