Suara.com - Menjelang bulan Ramadan, banyak orang menanyakan perlukah mandi wajib sebelum puasa yang memiliki hukum fardhu ain ini.
Dalam konteks budaya lokal, mandi wajib sebelum puasa Ramadan kerap disebut sebagai padusan.
Karena ramai dilakukan, hal ini rawan disalahpahami bahwa mandi wajib adalah salah satu rukun puasa dan harus dilakukan.
Supaya Anda tidak salah memahaminya kembali, simak ulasannya berikut.
Perlukah Mandi Wajib Sebelum Puasa Ramadan?
Laman NU Online menyebutkan bahwa mandi wajib tidak menjadi kewajiban khusus menjelang datangnya bulan Ramadan.
Mandi wajib hanya diwajibkan bagi Anda yang berada dalam kondisi hadas besar ketika akan melaksanakan ibadah tertentu yang mensyaratkannya, seperti shalat lima waktu dan tawaf.
Sementara itu, puasa tidak termasuk ibadah yang mensyaratkan mandi wajib terlebih dahulu.
Dengan demikian, apabila Anda masih dalam keadaan junub pada malam hari, misalnya akibat mimpi basah atau berhubungan suami istri, lalu belum sempat mandi wajib hingga masuk waktu imsak, puasa yang Anda jalani pada siang harinya tetap sah.
Hal ini berlaku selama seluruh syarat dan rukun puasa telah terpenuhi.
Baca Juga: Awal Puasa Ramadan 2026 Versi Pemerintah, Muhammadiyah, NU, dan BRIN
Dalam kitab al-Mausu’atul Fiqhiyyah (16/55) dijelaskan:
يَصِحُّ مِنْ الْجُنُبِ أَدَاءُ الصَّوْمِ بِأَنْ يُصْبِحَ صَائِمًا قَبْل أَنْ يَغْتَسِل. فَإِنَّ عَائِشَةَ وَأُمَّ سَلَمَةَ قَالَتَا : نَشْهَدُ عَلَى رَسُول اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أِنْ كَانَ لِيُصْبِحُ جُنُبًا مِنْ غَيْرِ احْتِلاَمٍ ثُمَّ يَغْتَسِل ثُمَّ يَصُومُ.
Artinya: "Orang yang memiliki hadats junub (hadas besar), sah melaksanakan puasa meski ia belum sempat mandi besar sampai pagi puasa. Siti 'Aisyah dan Ummu Salamah pernah berkata, ‘Kami melihat Nabi Muhammad saw pagi-pagi masih memilki hadass junub yang bukan karena mimpi basah, lalu beliau mandi besar dan tetap melaksanakan puasa."
Memang benar, selama bulan puasa terdapat anjuran untuk mandi, namun yang dimaksud bukanlah mandi wajib.
Mandi yang dianjurkan tersebut adalah mandi sunnah yang dapat dilakukan setiap malam di bulan Ramadan.
Anjuran ini dijelaskan dalam kitab Hasyiyah al-Bajuri jilid 1 halaman 81 berikut:
Berita Terkait
Terpopuler
- Siapa Ginka Febriyanti yang Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- 5 HP Memori 256 GB Harga di Bawah Rp2 Juta, Bisa Simpan Ribuan File dan Gaming
- 3 Rekomendasi Bedak Padat di Indomaret untuk Makeup Halus dan Tahan Lama
- 4 HP Murah Terbaru 2026 untuk Anak Sekolah: Baterai 7000 mAh hingga Koneksi 5G
Pilihan
-
Korban Meninggal Latsarmil SPPI Bertambah Menjadi 5 Orang, Ini Penjelasan Kemhan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
Terkini
-
7 Shio Paling Beruntung di Juli 2026, Cuan Melimpah!
-
Review Azzura Luminous Cushion: Harga Terjangkau, Wajah Glowing Instan
-
Rekomendasi Ombre Wardah Staylock Lip Matte yang Tahan 20 Jam, Makan Ayam Geprek Tetap On!
-
Rekomendasi Ombre Lip Cream OMG yang Tahan Lama dan Tidak Kering, Lengkap dengan Review Pengguna
-
5 Serum Lokal di Bawah Rp50 Ribu untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun, Lengkap dengan Review
-
Berawal dari Sekolah di Perbatasan, Inovasi Kulit Pisang Ini Kini Bawa Indonesia ke Kancah Global
-
5 Warna Lipstik yang Cocok untuk Wanita Usia 55 Tahun, Tampilan Lebih Fresh dan Anggun
-
5 Rangkaian Skincare Harian untuk Kulit Berjerawat Rekomendasi Dokter Estetika
-
Apa Merk Cushion yang Bagus? Ini 8 Rekomendasi yang Sudah BPOM
-
Lipstik Merek Apa yang Dijual di Alfamart? Ini 4 Pilihan Awet Tahan hingga 16 Jam