- Nyekar adalah tradisi berziarah ke makam leluhur dengan menabur bunga.
- Praktik ini memiliki akar budaya Jawa, Hindu-Buddha, dan akulturasi Islam.
- Dilakukan khusus menjelang Ramadan, Idulfitri, atau momen penting keluarga.
Suara.com - Bagi masyarakat Indonesia, khususnya di tanah Jawa, menjelang bulan suci Ramadan dan Idulfitri sering kali identik dengan tradisi nyekar. Lalu, apa sebenarnya makna di balik tradisi ini?
Nyekar adalah tradisi berziarah ke makam leluhur atau anggota keluarga yang telah meninggal, sambil membawa dan menaburkan bunga. Namun, tidak ada waktu khusus untuk nyekar, meski momentum menjelang Ramadan kerap dipilih.
Secara harfiah, istilah ini berasal dari bahasa Jawa, yakni sekar yang berarti bunga. Meski intinya adalah ziarah kubur, nyekar memiliki nuansa kultural yang berbeda dibandingkan ziarah ke makam wali atau tokoh agama keramat.
Berikut ulasan mengenai sejarah, tata cara, dan makna filosofis dari tradisi nyekar yang telah mengakar di masyarakat, terutama tanah Jawa.
Sejarah dan Akulturasi Budaya Nyekar
Menelusuri kapan tepatnya tradisi nyekar bermula bukan hal yang mudah karena tidak ada catatan tanggal yang pasti. Namun, mengutip dari NU Online, tradisi ini diyakini merupakan buah pikir para Wali Songo untuk menyelaraskan tradisi lama.
Pada masa lampau, masyarakat Jawa yang masih dipengaruhi ajaran Hindu-Buddha memiliki kebiasaan memberikan penghormatan kepada roh leluhur melalui sesaji.
Para Wali kemudian membingkai kebiasaan ini dengan napas Islam. Hal ini sering disebut sebagai pribumisasi Islam, di mana nilai-nilai agama disisipkan ke dalam wadah budaya lokal tanpa menghilangkan identitas aslinya.
Sementara itu, melansir dari artikel di laman FTK Unisnu, nyekar adalah bukti nyata akulturasi antara Islam, Jawa, dan Hindu. Dalam kosmologi Jawa, bulan Sya'ban memiliki tempat istimewa dan dikenal dengan nama bulan Ruwah.
Baca Juga: Panduan Bacaan Doa Ziarah Kubur Lengkap Beserta Arti Sesuai Urutan
Istilah "Ruwah" sendiri merupakan adaptasi lidah Jawa dari kata Arab "Arwah". Masyarakat Jawa memegang kepercayaan turun-temurun bahwa di bulan Ruwah inilah, arwah para leluhur "pulang" untuk menengok keluarganya yang masih hidup.
Penggunaan bunga dalam nyekar pun memiliki akar sejarah yang panjang. Dalam tradisi Hindu, bunga atau sekar adalah elemen penting dalam sesaji untuk menghormati nenek moyang.
Islam kemudian mengadopsi simbolisasi bunga ini, namun mengubah esensi ritualnya. Bukan lagi sebagai sesembahan kepada roh, melainkan sebagai ziarah kubur.
Nyekar pun menjadi wahana untuk mengingat kematian, mempertebal keimanan, serta mempererat tali silaturahmi spiritual antara mereka yang masih berpijak di bumi dengan mereka yang telah berpulang.
Waktu Pelaksanaan Nyekar
Meskipun ziarah kubur bisa dilakukan kapan saja, tradisi nyekar memiliki momentum-momentum khusus yang membuatnya terasa lebih sakral, di antaranya sebagai berikut.
Berita Terkait
-
Panduan Bacaan Doa Ziarah Kubur Lengkap Beserta Arti Sesuai Urutan
-
Muhammadiyah Puasa Tanggal Berapa? Ini Keputusan dan Jadwal Imsakiyahnya
-
5 Amalan Utama di Akhir Bulan Sya'ban, Sambut Ramadan dengan Hati yang Suci
-
30 Link Download Poster Ramadan 2026 Gratis, Cocok untuk Media Sosial hingga Spanduk Masjid
-
Apakah Bulan Ramadan 2026 Sekolah Libur? Ini Jadwal Belajar di Rumah Resmi dari Pemerintah
Terpopuler
- Hadir ke Cikeas Tanpa Undangan, Anies Baswedan Dapat Perlakuan Begini dari SBY dan AHY
- 7 Rekomendasi Bedak Tabur yang Bagus dan Tahan Lama untuk Makeup Harian
- 30 Kode Redeem FF 25 Maret 2026: Klaim Bundle Panther Gratis dan Skin M14 Sultan Tanpa Top Up
- 5 Rekomendasi HP Samsung Terbaru Murah dengan Spek Gahar, Mulai Rp1 Jutaan
- 10 Potret Rumah Baru Tasya Farasya yang Mewah, Intip Detail Interiornya
Pilihan
-
Mengamuk! Timnas Indonesia Hantam Saint Kitts dan Nevis Empat Gol
-
Skandal Rudapaksa Turis China di Bali: Pelaku Ditangkap Saat Hendak Kembalikan iPhone Korban!
-
Arus Balik Susulan, 14 Ribu Kendaraan Diprediksi Lewat GT Purwomartani Sabtu Ini
-
Fokus Timnas Indonesia, John Herdman Ogah Ikut Campur Polemik Paspor Dean James
-
Video Jusuf Kalla di Pesawat Menuju Iran adalah Hoaks
Terkini
-
5 Bedak Tabur Lokal yang Bagus Anti Kilap Harga Terjangkau, Cocok Dipakai Sehari-hari
-
Tantangan Kreatif Buat Pelajar di Asia: Merancang Wahana Taman Hiburan Impian!
-
Intip 6 Produk Makeup Nagita Slavina di Momen Lebaran yang Bikin Tampil Glowing
-
Kenapa Bulan Syawal Identik Jadi Musim Menikah di Indonesia? Ini Asal-usulnya
-
Keluarga Urus Badal Haji untuk Almarhum Vidi Aldiano, Apa Itu dan Bagaimana Prosedurnya?
-
5 Hal Sepele yang Bikin Gas Elpiji Cepat Habis, Diam-Diam Bikin Boncos
-
Apa yang Tidak Boleh Dilakukan saat Campak? Ini Cara Aman Menghadapinya
-
6 Shio Paling Beruntung Hari Ini 28 Maret 2026, Rezeki dan Hoki Menghampiri
-
Profil Samin Tan: Dari Miliarder Batu Bara hingga Terseret Kasus Korupsi
-
3 Zodiak yang Diprediksi Beruntung Secara Finansial pada 28 Maret 2026