- Kasus penjambretan marak terjadi di Indonesia, menjadi jenis kejahatan jalanan paling umum berdasarkan data kriminalitas 2024/2025.
- Pencegahan utama berfokus pada peningkatan kesadaran situasional, menghindari distraksi, serta mengamankan barang berharga secara strategis.
- Respons saat diserang meliputi melepaskan barang, berteriak minta tolong, mencatat detail pelaku, lalu segera melapor kepada pihak berwenang.
Suara.com - Belakangan kasus Jambret marak terjadi di Indonesia, khususnya Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Dua kasus penjambretan di Jogja viral setelah korban berani melawan.
Sebagai informasi, penjambretan merupakan salah satu bentuk kejahatan jalanan yang paling umum di Indonesia. Pelaku biasanya beraksi menggunakan sepeda motor untuk merebut tas, ponsel, dompet, atau barang berharga lainnya dari korban yang sedang berjalan kaki, bersepeda, atau berkendara.
Kejahatan ini sering terjadi di kota-kota besar dan dapat menyebabkan cedera serius, bahkan kematian jika korban jatuh atau terseret.
Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) dalam Statistik Kriminal 2024/2025, jumlah kejahatan secara keseluruhan mencapai 561.993 kasus pada 2024, dengan pencurian (termasuk jambret) menjadi jenis kejahatan paling dominan, memengaruhi hingga 29,92 persen desa/kelurahan di seluruh Indonesia.
Pada 2025, Pusat Informasi Kriminal Nasional (Pusiknas) Polri mencatat peningkatan kasus kriminal hingga 414.812 laporan, dengan pencurian dengan pemberatan (curat) sebagai yang tertinggi.
Panduan ini akan membahas secara mendalam cara mencegah dan merespons jambret, berdasarkan saran dari kepolisian dan pengalaman korban, dengan fokus pada pencegahan daripada konfrontasi fisik yang berisiko.
Memahami Pola dan Risiko Jambret
Sebelum membahas pencegahan, penting untuk memahami bagaimana jambret beroperasi. Pelaku sering menargetkan korban yang tampak lengah, seperti perempuan sendirian, pengendara motor yang lambat, atau pejalan kaki di pinggir jalan.
Mereka biasanya beraksi di pagi atau sore hari, di jalan ramai tapi tidak terlalu padat, atau di area minim penerangan malam hari.
Statistik menunjukkan bahwa kejahatan konvensional seperti ini mendominasi, dengan 249.589 kasus pada semester I 2025, dan provinsi seperti Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Sumatera Utara menjadi hotspot.
Baca Juga: Heroik! Mahasiswi Jogja Nekat Tabrak Penjambret, Polisi Jamin Korban Tak Dipidana
Faktor risiko termasuk:
- Lokasi rawan: Jalan sepi, persimpangan, atau daerah dengan lalu lintas lambat.
- Waktu rawan: Pagi (jam 6-9), sore (jam 4-7), dan malam hari.
- Korban potensial: Orang yang menggunakan ponsel, memakai perhiasan mencolok, atau membawa tas di samping.
Dengan memahami ini, Anda bisa meningkatkan kewaspadaan. Polisi menyarankan untuk selalu mewaspadai lingkungan: perhatikan motor yang mendekat dari belakang atau berputar-putar mencurigakan.
Tingkatkan Kewaspadaan Sehari-Hari
Kewaspadaan adalah kunci utama dalam mencegah jambret. Jangan anggap remeh, karena 0,73 persen penduduk Indonesia menjadi korban kejahatan pada 2024, dengan tingkat pelaporan hanya 20,28 persen.
Berikut tips dari polisi:
1. Situational awareness
Selalu perhatikan cermin spion jika berkendara, atau lihat ke belakang secara berkala jika berjalan. Jika merasa diikuti, segera menepi ke tempat ramai seperti warung, pos polisi, atau rumah makan.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP Murah Terbaru 2026 untuk Anak Sekolah: Baterai 7000 mAh hingga Koneksi 5G
- 3 Rekomendasi Bedak Padat di Indomaret untuk Makeup Halus dan Tahan Lama
- Keunggulan Pompa Air Shimizu PL-138 BIT, Solusi Air Jernih Anti Karat
- 4 Zodiak Paling Beruntung pada 27 Juni 2026, Siap-siap Jadi Magnet Uang
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
Pilihan
-
Perang Meletus Lagi! Iran Hantam Basis AS di Teluk, Gencatan Senjata Runtuh
-
Pelatih Timnas Iran Desak Infantino Tegas Terhadap AS: Perlakuan Mereka Buruk!
-
Korban Meninggal Latsarmil SPPI Bertambah Menjadi 5 Orang, Ini Penjelasan Kemhan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
Terkini
-
6 Sepeda Gravel Termurah yang Nyaman di Aspal dan Jalan Terjal, Mulai Rp2 Jutaan
-
Feng Shui Rumah Menghadap Barat, Begini Cara Menatanya Biar Hoki
-
10 Promo Sepatu Lari di Sports Station: Adidas, Reebok, dan New Balance Mulai Rp299 Ribuan
-
Tips Belanja Perlengkapan Sekolah agar Lebih Hemat, Orang Tua Bisa Prioritaskan 5 Kebutuhan Ini
-
4 Sepatu Sekolah Hitam yang Awet Dipakai Setahun Penuh, Murah Anti Jebol!
-
Lee Jun ho Dukung Kampanye Chosen, Program yang Biarkan Anak Memilih Sponsornya Sendiri
-
Label Ramah Lingkungan Bisa Picu Konsumsi Berlebih, Bagaimana Bisa?
-
5 Ide Seru Isi Liburan Sekolah Anak di Jakarta, Ada Wahana Bermain hingga Kelas Kreatif
-
Kenapa Muharram Identik dengan Anak Yatim? Ini Sejarah dan Keutamaannya
-
Siap-Siap Cuan! 6 Shio Ini Diprediksi Paling Beruntung dan Sukses Finansial di Akhir Juni 2026