Lifestyle / Komunitas
Sabtu, 14 Februari 2026 | 10:42 WIB
9 Fakta dan Kronologi Perang KNetz vs SEAblings (X.com)

4. Munculnya Komentar Bernada Rasis

Alih-alih mereda setelah permintaan maaf, konflik justru semakin melebar. Sejumlah akun yang diasosiasikan sebagai Knetz melontarkan komentar yang dianggap menyerang identitas masyarakat Asia Tenggara.

Beberapa komentar menyentuh stereotip ekonomi, warna kulit, hingga mempertanyakan mengapa penggemar Asia Tenggara mendukung artis Korea. Narasi tersebut memicu kemarahan luas karena dinilai tidak lagi membahas insiden awal, melainkan menyerang martabat kawasan.

Di titik ini, konflik berubah dari debat fandom menjadi isu harga diri regional.

5. Serangan Meluas ke Budaya dan Talenta Lokal

Situasi makin panas ketika aset budaya dan figur publik Asia Tenggara ikut menjadi sasaran ejekan.

Video klip girl group Indonesia No na yang berlatar persawahan misalnya, menjadi bahan komentar bernada stereotip. Aktor Indonesia Baskara Mahendra juga disebut menerima tanggapan negatif yang dikaitkan dengan identitas nasional.

Perdebatan yang awalnya spesifik tentang konser kini berubah menjadi diskusi tentang budaya, ekonomi, dan identitas Asia Tenggara secara keseluruhan.

6. SEAblings Lahir sebagai Simbol Solidaritas

Baca Juga: Jule Mendadak Jadi Pahlwan di Perang Knetz vs SEAblings

Di tengah konflik, netizen Asia Tenggara mulai menunjukkan solidaritas lintas negara. Mereka menggunakan istilah SEAblings, gabungan dari “SEA” (Southeast Asia) dan “siblings” (saudara), sebagai simbol persatuan digital.

Istilah ini merujuk pada netizen dari Indonesia, Malaysia, Thailand, Filipina, Vietnam, dan negara ASEAN lainnya yang bersatu dalam kolom balasan.

Hashtag #SEAblings pun trending di X. Tagar tersebut menjadi semacam “seruan kumpul” bagi netizen Asia Tenggara untuk saling mendukung dan melawan narasi yang dianggap merendahkan kawasan.

7. Strategi Serangan Balik: Angkat Prestasi

Alih-alih hanya membalas dengan amarah, sebagian netizen Asia Tenggara memilih strategi berbeda. Mereka mengangkat prestasi dan pengakuan internasional terhadap talenta regional.

Salah satu yang kembali diangkat adalah kolaborasi rapper Korea LOCO dengan penyanyi Indonesia Feby Putri dalam lagu “No Where”. Warganet menyoroti bagaimana sebelumnya akun-akun Korea memuji kualitas vokal Feby Putri.

Load More