Gaya Shanghai menjadi sangat populer karena dianggap elegan dan mampu menonjolkan siluet tubuh perempuan. Bahkan pada tahun 1930-an, qipao menjadi simbol mode kalangan perempuan kelas atas.
Sementara itu, changshan untuk pria memiliki desain yang lebih longgar dan tertutup. Tidak ada belahan tinggi seperti pada qipao perempuan. Warnanya cenderung netral atau gelap, meskipun untuk acara perayaan seperti Imlek, warna merah dan emas juga kerap dipilih sebagai simbol keberuntungan.
Perkembangan Sejarahnya
Sejarah cheongsam dan qipao bisa ditelusuri hingga Dinasti Qing. Awalnya, qipao merupakan busana resmi suku Manchu dan dipakai baik oleh pria maupun wanita. Pada masa itu, bentuknya longgar, panjang, dan tidak terlalu membentuk tubuh.
Memasuki era Republik Tiongkok, qipao mengalami transformasi besar. Modelnya menjadi lebih modern dan feminin, khususnya di kota-kota besar seperti Shanghai dan Beijing. Masa ini sering disebut sebagai “zaman keemasan cheongsam”, karena busana ini dipakai oleh berbagai kalangan perempuan tanpa memandang usia atau status sosial.
Pada 1940-an, perempuan mulai memadukan qipao dengan stoking dan sepatu hak tinggi, menggantikan celana panjang yang sebelumnya dikenakan bersama qipao.
Setelah berdirinya Republik Rakyat Tiongkok pada 1949, popularitas cheongsam sempat meredup. Bahkan pada masa awal pemerintahan komunis, cheongsam dianggap terlalu identik dengan budaya lama dan pengaruh Barat. Namun di Hong Kong, busana ini tetap bertahan dan berkembang.
Seiring kemajuan industri film dan fashion, cheongsam kembali populer di era modern. Kini, busana ini sering tampil dalam film, peragaan busana, acara resmi kenegaraan, hingga festival budaya. Banyak diplomat perempuan dan perwakilan pemerintah mengenakan qipao dalam acara formal sebagai simbol identitas budaya Tiongkok.
Demikian itu informasi cheongsam untuk cowok. Memahami perbedaan istilah, desain, dan sejarahnya bukan hanya soal gaya, tetapi juga bentuk penghargaan terhadap budaya yang sudah berusia ratusan tahun.
Baca Juga: Refleksi Imlek: Membedah Pemikiran Soe Hok Gie dalam Catatan Seorang Demonstran
Dengan mengetahui bahwa cheongsam untuk cowok disebut changshan, Anda tidak hanya tampil stylish saat Imlek, tetapi juga lebih paham makna di balik busana yang dikenakan.
Kontributor : Mutaya Saroh
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Sepatu Kanky Terlaris di Shopee, Nyaman Dipakai Seharian Sesuai Review Pembeli
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
- 4 Sepatu Lari Skechers yang Diskon sampai 50 Persen di Sport Station, Mulai Rp500 Ribuan
- 10 Promo Sepatu Lari di Sports Station: Adidas, Reebok, dan New Balance Mulai Rp299 Ribuan
- 6 Sunscreen di Alfamart untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review
Pilihan
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
-
Prabowo: Hukum Tak Boleh Dipakai untuk Balas Dendam Politik
-
Kompak Turun: Ini Harga BBM di Pertamina hingga Shell
-
Hakim Andi Sebut Nadiem Makarim Seharusnya Dibebaskan
Terkini
-
Tak Hanya Jadi Sumber Air Bersih, Bagaimana Air Tanah Bantu Ekosistem Laut Simpan Karbon?
-
2 Hair Tonic dengan Oleanolic Acid yang Efektif Atasi Rambut Rontok Rekomendasi Dokter
-
Sunscreen Viva SPF Berapa? Ini Formula dan Review Penggunanya
-
Cara Membuat NIB Mudah dan Gratis, Pedagang Online Kini Wajib Punya
-
4 Buku Tulis Sekolah yang Tebal dan Murah, Tak Perlu Ribet Pasang Sampul Lagi!
-
5 Rekomendasi Suplemen Magnesium untuk Atasi Insomnia dan Mengurangi Stres
-
Bingung Pilih Foundation Viva Cosmetics? Ini 3 Rekomendasi, Perbedaan, dan Review Pembeli
-
Parfum Careso yang Wanginya Paling Enak Varian Apa? Ini 3 Pilihan Favorit Owner
-
Industri Fashion Terus Memproduksi Sampah, Bisakah Upcycling Jadi Jalan Keluar?
-
Bedak Marcks Padat untuk Apa? Ini Fungsi, Varian, dan Harganya