Phantom 3.0 memiliki ukuran roda sekitar 20 inch dan sistem lipat yang ringkas. Desainnya menciptakan posisi berkendara yang nyaman sekaligus mudah dibawa ketika berada di area stasiun KRL. Susunan gigi biasanya cukup responsif untuk rute perkotaan, meskipun bukan 10 speed.
Harga untuk United Phantom 3.0 berkisar sekitar Rp2,2 juta. Dengan harga tersebut, Anda mendapatkan build quality yang lebih solid serta komponen yang lebih awet, cocok untuk penggunaan jangka panjang.
Genio Folding Bike F-271
Nama Genio Folding Bike F-271 sudah dikenal sebagai salah satu rekomendasi sepeda lipat yang boleh naik KRL karena dimensinya yang kompak dan build yang cukup kuat. Sepeda ini cocok untuk Anda yang ingin keseimbangan antara harga dan kenyamanan.
Rangka sepeda dibuat dari material yang ringan namun kuat sehingga mudah dibawa sambil menaiki kereta. Ukuran ban sekitar 20 inch memberikan keseimbangan antara kelincahan dan kenyamanan, cocok untuk lintasan kota. Sistem lipatnya juga dirancang untuk buka-tutup cepat sehingga praktis bagi pengguna yang sering berpindah moda transportasi.
Dibanderol sekitar Rp1,6 juta, Genio F-271 menjadi pilihan menarik di segmen menengah bawah. Cocok bagi Anda yang membutuhkan sepeda lipat yang nyaman, praktis, sekaligus terjangkau.
Dahon Syte Brooklyn 3.0
Paling premium di daftar ini, Dahon Syte Brooklyn 3.0 menawarkan konstruksi yang lebih matang serta fitur yang mendukung performa berkendara. Merek Dahon sendiri sudah lama dikenal sebagai salah satu pelopor sepeda lipat global.
Syte Brooklyn 3.0 memiliki dimensi lipat yang compact dan desain rangka yang ringan namun kuat, ideal untuk dibawa naik KRL tanpa membebani. Ban sekitar 20 inch dan transmisi 3 speed memberikan keseimbangan antara kecepatan dan kemudahan kayuhan di berbagai rute.
Harga Rp2,9 juta mencerminkan kualitas build serta reputasi merek global yang sudah mapan. Jika anggaran Anda agak lebih fleksibel, sepeda ini bisa menjadi investasi yang tahan lama dengan performa yang solid.
Aturan Sepeda Lipat yang Boleh Naik KRL
Perlu diketahui, mengacu pada informasi dari laman commuterline.id, ukuran bagasi tangan yang diizinkan untuk dibawa ke dalam KRL adalah maksimal 40 cm x 30 cm x 100 cm serta sepeda lipat tanpa motor. Setiap penumpang juga dibatasi membawa maksimal dua bagasi tangan.
Baca Juga: Apakah Ban Sepeda Listrik Bisa Ditambal? 5 Rekomendasi Ban Selis Berkualitas Anti Bocor
Berdasarkan ketentuan tersebut, dapat dipahami bahwa membawa sepeda lipat ke dalam KRL diperbolehkan, selama memenuhi syarat dan aturan yang berlaku. Adapun ketentuan lebih rinci mengenai bagasi tangan dapat disimak pada penjelasan berikut.
Barang bawaan wajib ditempatkan dengan rapi agar tidak mengganggu, membahayakan penumpang lain, maupun menimbulkan kerusakan pada fasilitas Commuter Line.
- Dimensi bagasi tangan yang diperbolehkan adalah maksimal 40 cm x 30 cm x 100 cm, termasuk sepeda lipat tanpa motor.
- Setiap pengguna jasa hanya diperkenankan membawa maksimal dua bagasi tangan.
- Penumpang penyandang disabilitas diperbolehkan menggunakan kursi roda di dalam Commuter Line.
- Penumpang yang membawa bayi dapat membawa serta kereta bayi ke dalam Commuter Line.
- Berat sepeda lipat yang dibawa tidak boleh melebihi 20 kg.
- Sepeda non-lipat akan dikenakan tarif khusus sesuai ketentuan yang berlaku.
Kontributor : Hillary Sekar Pawestri
Berita Terkait
Terpopuler
- Feng Shui Warna Cat Rumah Pembawa Keberuntungan Berdasarkan Shio
- Debitur Dikejar Utang, Yasonna Laoly Minta PPATK Telusuri Sumber Dana Pinjol
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- 5 Rice Cooker Murah untuk Keluarga Kecil, Hemat Listrik dan Awet
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
Pilihan
-
Pernyataan Prabowo Soal Gaji Pengupas Bawang Dipertanyakan, Keluarga Susanah: Itu Salah
-
Prabowo Sebut Upah Kupas Bawang Rp700 Ribu per Kg, Emak-emak Bogor Tertawa: Sini Cuma Rp1.200
-
Prabowo Salah! Upah Susanah Bukan Rp 700 Ribu Tapi Rp 700 Perak per Kilogram
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
Terkini
-
HUT RI ke-81, Tradisi Panjat Pinang Kembali Meriahkan Kalimalang
-
Semarak 'Ngahias Lembur' di Cibadak: Ketika Seni Sunda, Kekompakan Warga dan Rasa Haru Menyatu
-
Upacara 17 Agustus di Belitung Digelar Tanpa Tenda, Pejabat dan Warga Kepanasan Bersama
-
Semarak Kemerdekaan, Warna Merah Putih Hadir di Ruang Publik dan Kampung Nelayan
-
Viral Siswa SMKN 2 Palembang Dikeroyok, Benarkah Dipicu Tawuran Antarpelajar?
-
10.910 Warga Binaan di Sumsel Terima Remisi HUT RI, Ratusan Langsung Bebas
-
Turnamen Dikemas Lebih Berbeda, Ratusan Pemain Bakal Adu Kekuatan Tenis Meja
-
Gempa Flores Disusul Dua Gempa Besar di Sumatra dan Sulawesi, Benarkah Gempa Menjalar?
-
175 Perahu Bakal Ramaikan Festival Pacu Jalur 2026 Kuansing, Berikut Daftarnya
-
Merdeka dari Penjajah, Tapi Belum Merdeka dari Amarah: Mengapa Masyarakat Masih Suka Menghakimi?