- FOKUS mengadakan khatam Al-Qur'an dan doa bersama di Jakarta pada Kamis (11/2/2026) menjelang Ramadan.
- Doa bersama tersebut secara khusus memanjatkan permohonan untuk Presiden, rakyat Indonesia, serta korban bencana alam.
- Kegiatan ini menegaskan peran FOKUS sebagai wadah penguatan spiritual dan kewajiban mendoakan bangsa serta pemimpin negara.
Empat poin utama yang disampaikan dalam kegiatan ini menegaskan arah gerak komunitas: menjadikan khatmul Qur’an sebagai doa untuk pemimpin dan bangsa, mengajak seluruh rakyat lintas daerah dan latar belakang untuk ikut mendoakan sesuai keyakinan masing-masing.
Serta menegaskan doa sebagai kewajiban moral dan spiritual, serta menyerukan doa bersama secara nasional di berbagai ruang dari tempat ibadah hingga lembaga pendidikan dan perkantoran.
Bahkan, muncul pula gagasan perjalanan spiritual kenegaraan ke Tanah Suci bersama unsur pemerintah, ulama, akademisi, serta keluarga mantan pemimpin bangsa untuk memanjatkan doa khusus bagi Indonesia dan perdamaian dunia.
Melalui kegiatan ini, FOKUS menunjukkan bahwa komunitas keagamaan perempuan memiliki kontribusi nyata dalam membangun optimisme kebangsaan.
Ramadan dijadikan momentum perbaikan kolektif, bukan hanya meningkatkan kualitas ibadah personal, tetapi juga memperkuat harapan akan Indonesia yang lebih adil, sejahtera, dan penuh keberkahan.
Di tengah dinamika sosial dan tantangan yang dihadapi bangsa, FOKUS memilih jalan doa, silaturahmi, dan kebersamaan sebagai fondasi perubahan. Sebuah langkah sederhana namun sarat makna, mengingatkan bahwa kekuatan spiritual yang terhimpun dalam komunitas dapat menjadi energi besar bagi negeri.
Berita Terkait
Terpopuler
- Feng Shui Warna Cat Rumah Pembawa Keberuntungan Berdasarkan Shio
- Debitur Dikejar Utang, Yasonna Laoly Minta PPATK Telusuri Sumber Dana Pinjol
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- 5 Rice Cooker Murah untuk Keluarga Kecil, Hemat Listrik dan Awet
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
Pilihan
-
Pernyataan Prabowo Soal Gaji Pengupas Bawang Dipertanyakan, Keluarga Susanah: Itu Salah
-
Prabowo Sebut Upah Kupas Bawang Rp700 Ribu per Kg, Emak-emak Bogor Tertawa: Sini Cuma Rp1.200
-
Prabowo Salah! Upah Susanah Bukan Rp 700 Ribu Tapi Rp 700 Perak per Kilogram
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
Terkini
-
Tawa dan Harapan di Balik Tembok Tinggi: Potret Kemeriahan HUT ke-81 RI di Lapas Salemba
-
Replika Gajah Raksasa Semarakkan Karnaval HUT ke-81 RI di Kota Banjar
-
Buku Gramedia Diskon 25 Persen Pakai BRI, Ini Syaratnya
-
IHSG Bisa Kembali Terbang Besok, Saham-saham Ini Bisa Dilirik
-
Unjuk Rasa hingga Saling Dorong,Mahasiswa Papua Sebut Kolonialisme Masih Tumbuh
-
Sultan Syarif Kasim II 'sang Donatur' Sumbang Rp1 Triliun untuk Kemerdekaan Indonesia
-
Harga Minyak Stabil, Pemerintah Janji Neraca Perdagangan Tak Tekor pada Juli
-
Program MBG di Sumsel Sudah Jangkau 2 Juta Penerima, Lalu Mengapa 10 Dapur Masih Disuspensi?
-
Di Balik Kemeriahan Lomba 17-an, Napas Ekonomi Akar Rumput yang Menjaga Dapur Tetap Ngebul
-
BBM Mulai Normal, 47 SPBU di Flores Kembali Beroperasi Setelah Gempa