- Jangan lewatkan sahur dengan karbohidrat kompleks agar lambung tetap terjaga stabil.
- Hindari langsung tidur setelah sahur demi mencegah kenaikan asam lambung berbahaya.
- Pilih makanan rendah lemak dan kelola stres untuk menjaga kesehatan lambung.
Suara.com - Menjalani ibadah puasa bagi penderita maag sering kali mendatangkan kekhawatiran tersendiri. Perubahan pola makan yang drastis dan perut yang kosong selama belasan jam berisiko memicu naiknya asam lambung atau rasa perih yang mengganggu kenyamanan beribadah.
Namun, dengan manajemen yang tepat, penderita gangguan lambung sebenarnya tetap bisa berpuasa dengan lancar tanpa harus merasakan drama di area perut.
Kuncinya terletak pada kedisiplinan dalam memilih jenis asupan dan mengatur waktu istirahat. Puasa bahkan bisa menjadi momen bagi saluran pencernaan untuk beristirahat sejenak, asalkan Anda tidak melakukan kesalahan umum saat sahur maupun berbuka.
Berikut adalah 6 tips praktis agar lambung tetap bersahabat selama Ramadan 2026 ini.
1. Jangan Melewatkan Sahur
Sahur adalah fondasi utama bagi lambung Anda. Melewatkan sahur berarti membiarkan perut kosong dalam waktu yang terlalu lama, yang akan memicu produksi asam lambung berlebih.
Pilih karbohidrat kompleks seperti gandum atau nasi merah agar energi dilepaskan secara perlahan dan perut terasa kenyang lebih lama.
2. Jangan Langsung Tidur Setelah Sahur
Rasa kantuk banyak dialami setelah makan sahur. Hindari tidur setelah makan karena dapat memicu maag. Mengutip situs resmi Kementerian Kesehatan, kamu bisa tidur pada posisi setengah duduk dengan kepala dan bahu lebih tinggi dari perut jika kantuk benar-benar tidak dapat dihindari. Kamu juga bisa menumpuk bantal untuk menyangga kepala dan bahu.
Baca Juga: 5 Anime Penggugur Pahala Ramadan, Mending Skip Dulu Jangan Ditonton
3. Hindari Makan Pedas, Asam, dan Berlemak
Gorengan, makanan super pedas, dan buah yang asam memang menggoda saat berbuka, tetapi ketiganya adalah pemicu utama iritasi lambung.
Lemak jenuh pada gorengan memperlambat proses pencernaan yang justru membebani kerja lambung setelah beristirahat seharian. Makanan pedas juga bisa menyebabkan sakit perut sehingga asam lambung naik.
4. Berbuka Secara Bertahap
Balas dendam dengan menyantap porsi besar saat berbuka puasa adalah kesalahan fatal. Mulailah dengan air hangat dan sedikit makanan ringan yang tidak memicu gas. Berikan jeda sekitar 20–30 menit sebelum masuk ke menu utama agar lambung tidak kaget.
Dikutip dari situs Kemenkes, makanan yang terlalu banyak justru bisa memberi tekanan pada lambung sehingga asam lambung naik.
Berita Terkait
Terpopuler
- Megawati: Saya Dipanggil Polisi 3 Kali, Diperiksa Jaksa Sampai Malam
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
- Besok, Front Mahasiswa UI hingga IPB Siap Gelar Aksi 'Merebut Kemerdekaan' di Jakarta
- 5 Sunscreen Brand Jepang untuk Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harga
Pilihan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
-
Bundaran HI Dijaga Ketat, Solidaritas Warga Mengalir: Ini Titik Logistik untuk Pendemo
-
Jelang Demo Mahasiswa, Bundaran HI Dijaga Ketat: Kendaraan Taktis Siaga, Lalin Masih Normal
Terkini
-
Langsung Antre, Harga Emas Antam Lagi Murah Hari Ini Dipatok Rp2.645.000/Gram
-
Gunung Anak Krakatau Menggeliat, Abu Vulkaniknya Mulai Bikin Warga Pulau Sebesi Sesak Napas
-
Gempa Flores Ganggu Layanan Indosat, IM3 dan Tri Masih Dalam Proses Pemulihan
-
Lenovo IdeaPad Slim 3i, Laptop AI Harga Mulai Rp11,7 Juta, Bawa NPU 17 TOPS, dan RAM Upgradable
-
Bikin Matte Seharian! 4 Sunscreen Korea Oil Control untuk Kulit Berminyak
-
IHSG Dibayangi Aksi Jual Saham AI, Perusahaan Outsourcing Justru Bersinar
-
Micellar Water Wardah Pink untuk Kulit Apa? Ini Klaim dan Review Pengguna
-
Jurus Agar Pemerintah Bisa Capai Target Lifting Minyak 610 Bph di 2027
-
Bongkar Pengelolaan Dana Umat, Transparansi Digital Jadi Kunci Perkuat Kepercayaan Publik
-
Usai Habisi Nyawa Anak Sendiri, Ibu di Pamekasan Dibawa ke RSJ