Artinya: “Saya niat shalat sunah Tarawih dua rakaat karena Allah Ta’ala.”
Untuk Witir:
أُصَلِّي سُنَّةَ الْوِتْرِ رَكْعَتَيْنِ لِلّٰهِ تَعَالَى (untuk dua rakaat pertama)
dan satu rakaat terakhir dengan niat Witir satu rakaat.
2. Takbiratul Ihram
Mengangkat kedua tangan dan membaca “Allahu Akbar”.
3. Membaca Doa Iftitah
Seperti shalat pada umumnya, disunnahkan membaca doa iftitah setelah takbiratul ihram.
4. Membaca Surah Al-Fatihah
Baca Juga: Masjid Istiqlal Dipenuhi Jemaah pada Salat Tarawih Perdana Ramadan 1447 Hijriah
Wajib membaca Surah Al-Fatihah pada setiap rakaat.
5. Membaca Surah Pendek
Setelah Al-Fatihah, dianjurkan membaca surah atau ayat Al-Qur’an. Dalam praktiknya di masjid Muhammadiyah, biasanya imam membaca ayat-ayat Al-Qur’an secara berurutan agar selama Ramadan dapat mengkhatamkan Al-Qur’an.
6. Rukuk, I’tidal, Sujud
Gerakan dilakukan sebagaimana shalat biasa, dengan membaca bacaan rukuk, i’tidal, sujud, dan duduk di antara dua sujud.
7. Salam
Setelah dua rakaat, diakhiri dengan salam, kemudian berdiri lagi untuk dua rakaat berikutnya.
Tidak Ada Bacaan Khusus Antar Rakaat
Dalam praktik Muhammadiyah, tidak ada bacaan dzikir tertentu secara berjamaah di antara rakaat Tarawih. Tidak ada pembacaan shalawat atau doa khusus yang dibakukan secara bersama-sama. Jika ingin berdzikir atau berdoa, dilakukan secara pribadi tanpa dipimpin secara khusus.
Hal ini didasarkan pada prinsip kembali kepada praktik Rasulullah SAW yang tidak mencontohkan bacaan khusus berjamaah di sela-sela Tarawih.
Shalat Witir
Setelah 8 rakaat Tarawih, dilanjutkan dengan shalat Witir 3 rakaat. Biasanya dikerjakan dengan pola 2 rakaat salam, lalu 1 rakaat salam.
Pada rakaat terakhir, boleh membaca doa qunut Witir, meskipun dalam praktik Muhammadiyah doa qunut tidak selalu dibaca secara rutin kecuali ada dalil yang kuat atau dalam kondisi tertentu.
Dilakukan Berjamaah atau Sendiri
Shalat Tarawih dapat dilakukan secara berjamaah di masjid maupun sendiri di rumah. Muhammadiyah tidak mewajibkan berjamaah di masjid, namun menganjurkan jika memungkinkan karena memiliki nilai syiar dan kebersamaan umat.
Tata cara shalat Tarawih Muhammadiyah menekankan kesederhanaan dan kesesuaian dengan dalil sahih. Jumlah rakaat yang dipilih adalah 8 rakaat ditambah 3 Witir, tanpa bacaan tambahan yang tidak dicontohkan Nabi.
Kontributor : Dea Nabila
Berita Terkait
Terpopuler
- 30 Wakil Menteri Rangkap Jabatan Jadi Komisaris BUMN, Ini Daftar Namanya
- Petinggi FPI Novel Bamukmin Ditunjuk Jadi Komisaris Hotel Indonesia Natour
- 'Daripada Liburan Mending Melawan', Ibu-ibu di Jogja Geruduk Bundaran UGM Gugat Kebijakan Korup
- Kacamata Cat Eye Cocok untuk Bentuk Wajah Apa? Ini 3 Pilihan dengan Harga Ramah di Kantong
- 5 Sepatu Running Asics Diskon di Sports Station, Potongan Harga hingga 64 Persen
Pilihan
-
Cristiano Ronaldo Umumkan Perpisahan! Piala Dunia 2026 Jadi Panggung Terakhir
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
Terkini
-
5 Rekomendasi Sampo Penumbuh Rambut Cepat di Indomaret, Mulai Rp30 Ribuan
-
Apa Beda Diaspora dan Naturalisasi? Ramai Dibahas usai Ragnar Cs Main di Liga Lokal
-
Apa Saja Isi Perjanjian Pranikah? Punya Taylor Swift dan Travis Kelce Setebal 40 Halaman
-
5 Serum untuk Mengecilkan Pori-pori, Bikin Kulit Mulus Sesuai Review Pembeli
-
4 Rekomendasi Sepeda Statis di Bawah Rp1 Juta, Cocok untuk Olahraga hingga Terapi Orang Tua
-
Berapa Tinggi Empire State Building? Angela Nikolau and Ivan Kuznetsov Nekat Lamaran di Puncaknya
-
Apa Itu Diaspora? Ragnar Oratmangoen Cs Kehilangan Statusnya usai Gabung Liga Lokal
-
Lahan Pertanian Bisa Jadi Penyerap Karbon? Penelitian Ini Ungkap Potensinya
-
Cushion Viva Cosmetics untuk Kulit Apa? Ini Kandungan, Manfaat, dan Keunggulannya
-
5 Bedak Padat Natural yang Menyatu dengan Warna Kulit, Hasil Flawless Tanpa Belang