Lifestyle / Komunitas
Jum'at, 20 Februari 2026 | 09:59 WIB
ilustrasi shalat tarawih (ANTARA)

Artinya: “Saya niat shalat sunah Tarawih dua rakaat karena Allah Ta’ala.”

Untuk Witir:

أُصَلِّي سُنَّةَ الْوِتْرِ رَكْعَتَيْنِ لِلّٰهِ تَعَالَى (untuk dua rakaat pertama)

dan satu rakaat terakhir dengan niat Witir satu rakaat.

2. Takbiratul Ihram

Mengangkat kedua tangan dan membaca “Allahu Akbar”.

3. Membaca Doa Iftitah

Seperti shalat pada umumnya, disunnahkan membaca doa iftitah setelah takbiratul ihram.

4. Membaca Surah Al-Fatihah

Baca Juga: Masjid Istiqlal Dipenuhi Jemaah pada Salat Tarawih Perdana Ramadan 1447 Hijriah

Wajib membaca Surah Al-Fatihah pada setiap rakaat.

5. Membaca Surah Pendek

Setelah Al-Fatihah, dianjurkan membaca surah atau ayat Al-Qur’an. Dalam praktiknya di masjid Muhammadiyah, biasanya imam membaca ayat-ayat Al-Qur’an secara berurutan agar selama Ramadan dapat mengkhatamkan Al-Qur’an.

6. Rukuk, I’tidal, Sujud

Gerakan dilakukan sebagaimana shalat biasa, dengan membaca bacaan rukuk, i’tidal, sujud, dan duduk di antara dua sujud.

7. Salam

Setelah dua rakaat, diakhiri dengan salam, kemudian berdiri lagi untuk dua rakaat berikutnya.

Tidak Ada Bacaan Khusus Antar Rakaat

Dalam praktik Muhammadiyah, tidak ada bacaan dzikir tertentu secara berjamaah di antara rakaat Tarawih. Tidak ada pembacaan shalawat atau doa khusus yang dibakukan secara bersama-sama. Jika ingin berdzikir atau berdoa, dilakukan secara pribadi tanpa dipimpin secara khusus.

Hal ini didasarkan pada prinsip kembali kepada praktik Rasulullah SAW yang tidak mencontohkan bacaan khusus berjamaah di sela-sela Tarawih.

Shalat Witir

Setelah 8 rakaat Tarawih, dilanjutkan dengan shalat Witir 3 rakaat. Biasanya dikerjakan dengan pola 2 rakaat salam, lalu 1 rakaat salam.

Pada rakaat terakhir, boleh membaca doa qunut Witir, meskipun dalam praktik Muhammadiyah doa qunut tidak selalu dibaca secara rutin kecuali ada dalil yang kuat atau dalam kondisi tertentu.

Dilakukan Berjamaah atau Sendiri

Shalat Tarawih dapat dilakukan secara berjamaah di masjid maupun sendiri di rumah. Muhammadiyah tidak mewajibkan berjamaah di masjid, namun menganjurkan jika memungkinkan karena memiliki nilai syiar dan kebersamaan umat.

Tata cara shalat Tarawih Muhammadiyah menekankan kesederhanaan dan kesesuaian dengan dalil sahih. Jumlah rakaat yang dipilih adalah 8 rakaat ditambah 3 Witir, tanpa bacaan tambahan yang tidak dicontohkan Nabi. 

Kontributor : Dea Nabila

Load More