Suara.com - Gorengan dan sambal kacang adalah dua hal yang sulit dipisahkan dalam budaya kuliner Indonesia, terutama saat Bulan Ramadan.
Menjelang waktu berbuka puasa, aroma bala-bala, bakwan, tahu isi, hingga tempe goreng kerap memenuhi sudut jalan dan halaman rumah. Sebagai pelengkap, ada cocolan sambal kacang yang gurih, manis, pedas, dan sedikit asam.
Perpaduan tekstur renyah dari gorengan dengan lembutnya saus kacang menciptakan sensasi sederhana tapi bikin nagih, cocok untuk membangkitkan selera makan setelah seharian berpuasa.
Di berbagai daerah, sambal kacang untuk gorengan memiliki ciri khas masing-masing. Ada yang kental dan dominan manis seperti bumbu pecel, ada pula yang lebih encer dengan sentuhan bawang putih dan cabai yang kuat.
Meski terlihat sederhana, sambal ini punya sejarah panjang dan erat kaitannya dengan tradisi kuliner Nusantara, terutama di Pulau Jawa.
Asal-Usul Sambal Kacang di Indonesia
Sambal kacang awalnya berkembang pesat di wilayah Jawa, terutama dalam hidangan seperti pecel, gado-gado, dan ketoprak.
Di kota seperti Bandung, sambal kacang menjadi pelengkap utama berbagai jajanan kaki lima, termasuk gorengan. Sedangkan di Jakarta, kita mengenal gado-gado Betawi yang juga menggunakan saus kacang sebagai bintang utamanya.
Kacang tanah sendiri bukan tanaman asli Nusantara. Bahan ini dibawa oleh pedagang dari Amerika Selatan melalui jalur perdagangan internasional pada abad ke-16.
Baca Juga: Cara Membuat Sambal Kacang Gorengan yang Gurih dan Kental, Cocok untuk Buka Puasa
Seiring waktu, kacang tanah beradaptasi dengan iklim tropis Indonesia dan menjadi bahan pangan penting dalam berbagai hidangan tradisional.
Sambal kacang untuk gorengan kemungkinan besar berkembang dari adaptasi bumbu pecel dan gado-gado yang dibuat lebih praktis dan encer agar cocok dijadikan cocolan. Karena gorengan banyak dijual sebagai jajanan sore atau takjil, sambal kacang pun ikut populer sebagai pelengkapnya.
Kenapa Sambal Kacang Identik dengan Ramadhan?
Ada beberapa alasan mengapa sambal kacang sering muncul saat Ramadhan:
- Menu takjil favorit
Gorengan seperti bala-bala dan bakwan mudah ditemukan di pasar Ramadhan. Harganya terjangkau dan rasanya familiar di lidah.
- Meningkatkan selera makan
Setelah seharian berpuasa, rasa gurih dan pedas dari sambal kacang membantu membangunkan nafsu makan.
- Praktis dan ekonomis
Bahan sambal kacang sederhana dan bisa dibuat dalam jumlah banyak, cocok untuk keluarga besar atau acara buka bersama.
- Tradisi turun-temurun
Banyak keluarga yang sudah terbiasa menyajikan gorengan dan sambal kacang sebagai menu pembuka puasa sejak dulu.
Resep Sambal Kacang Gorengan
Berikut resep sederhana yang bisa kamu coba di rumah:
Bahan:
- 250 gram kacang tanah, goreng hingga matang
- 3 siung bawang putih
- 3-5 buah cabai merah (sesuai selera)
- 2 lembar daun jeruk (opsional)
- 1 sdm gula merah serut
- 1 sdt garam
- 1 sdm air asam jawa
- 200-300 ml air matang (sesuaikan kekentalan)
Cara Membuat:
- Goreng kacang tanah hingga matang dan berwarna kecokelatan. Tiriskan.
- Haluskan kacang bersama bawang putih, cabai, gula merah, dan garam. Bisa menggunakan blender atau ulekan.
- Tambahkan air asam jawa dan air matang sedikit demi sedikit sambil diaduk hingga mencapai kekentalan yang diinginkan.
- Koreksi rasa. Jika suka lebih manis, tambahkan gula merah. Jika ingin lebih pedas, bisa menambah cabai.
- Sajikan bersama bala-bala, bakwan, tahu isi, atau tempe goreng hangat.
- Untuk rasa yang lebih harum, kamu bisa menumis sebentar sambal kacang dengan sedikit minyak dan daun jeruk setelah dihaluskan. Langkah ini membuat aroma lebih keluar dan sambal lebih tahan lama.
Itulah resep sambal kacang gorengan yang memang sederhana, tapi kehadirannya menjadi pelengkap saat buka puasa. Semoga bermanfaat!
Kontributor : Dea Nabila
Berita Terkait
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Bupati Kulon Progo Hapus Logo Geblek Renteng hingga Wajibkan Sekolah Pasang Foto Kepala Daerah
- Cerita Eks Real Madrid Masuk Islam di Ramadan 2026, Langsung Bersimpuh ke Baitullah
- Desa di Kebumen Ini Ubah Limbah Jadi Rupiah
- Sosok Arya Iwantoro Suami Dwi Sasetyaningtyas, Alumni LPDP Diduga Langgar Aturan Pengabdian
Pilihan
-
Kasus Pembakaran Tenda Polda DIY: Perdana Arie Divonis 5 Bulan, Hakim Perintahkan Bebas
-
Bikin APBD Loyo! Anak Buah Purbaya Minta Pemerintah Daerah Stop Kenaikan TPP ASN
-
22 Tanya Jawab Penjelasan Pemerintah soal Deal Dagang RI-AS: Tarif, Baju Bekas, hingga Miras
-
Zinedine Zidane Comeback! Sepakat Latih Timnas Prancis Usai Piala Dunia 2026
-
Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
Terkini
-
Bolehkah Berenang saat Puasa? Begini Penjelasan Hukumnya Menurut Ustaz
-
6 Rekomendasi Sabun Mandi Aroma Melati yang Menenangkan dan Menyegarkan
-
5 Rekomendasi Serum Vitamin C Terbaik untuk Melindungi Kulit dari Radikal Bebas
-
Sunscreen untuk Atasi Flek Hitam Harganya Berapa? Ini 5 Pilihan yang Bagus
-
30 Ide Kata-Kata Ngabuburit Lucu yang Bikin Nunggu Buka Puasa Nggak Kerasa
-
5 Rekomendasi Sabun Mandi Aroma Buah yang Segar dan Menutrisi Kulit
-
Hadirkan Velvet Series, Modena Bikin Dapur Makin Estetik dan Fungsional
-
Hati-hati, 5 Makanan Ini Sebaiknya Tidak Dipanaskan Kembali untuk Menu Sahur
-
Tak Sekadar Detoks, Sauna Komunal Ubah Cara Orang Menikmati Wellness di Bali
-
Link Daftar Mudik Gratis Surveyor Indonesia, Ini Syarat dan Rutenya