- Dwi Sasetyaningtyas viral setelah inginkan anaknya memiliki paspor WNA.
- Netizen bongkar latar belakang ayahnya yang menjabat sebagai Manajer Keuangan.
- Alumni LPDP ini merupakan lulusan ITB dengan rekam jejak karier mentereng.
Suara.com - Sosok alumni LPDP, Dwi Sasetyaningtyas masih menjadi buah bibir di jagat maya setelah memicu kontroversi lewat pernyataannya mengenai status kewarganegaraan sang anak viral dan dianggap merendahkan Indonesia.
Dalam potongan video yang beredar di platform X dan Threads, Dwi Sasetyaningtyas secara blak-blakan menginginkan anaknya memiliki paspor negara lain yang dianggap lebih baik ketimbang menjadi Warga Negara Indonesia (WNI).
"Aku tahu dunia terlihat enggak adil, tapi cukup aku aja yang WNI, anak-anakku jangan. Kita usahakan anak-anak dengan paspor kuat WNA itu," ucap Tyas dalam video yang diunggah ulang akun X @blaugrana1O.
Sontak, netizen pun mulai menguliti latar belakang Tyas sebagai alumni LPDP, salah satunya sosok orangtuanya.
Karena sebelum viral, Tyas sempat mencitrakan dirinya berasal dari keluarga sederhana.
Namun, belakangan terbongkar sebuah wawancara lama yang mengungkap siapa sebenarnya sang ayah.
Dalam pengakuannya, Tyas menyebut bahwa ayahnya memiliki posisi mentereng di sebuah perusahaan.
"Dan papa saya adalah seorang Financial Manager, apa-apanya dihitung," tulis Tyas dalam sebuah narasi yang kembali diungkit netizen.
Pernyataan ini langsung memicu reaksi pedas dari warganet.
Baca Juga: Alumni LPDP Bangga Anak Bukan WNI, Melaney Ricardo Beri Sindiran Keras
Banyak yang menilai jabatan Manajer Keuangan bukanlah indikator keluarga miskin atau sederhana seperti yang sempat diklaim olehnya.
"JADI TERNYATA KAMU ANAK CEO MBAK???????? INIMAH KALAH DRACIN Pantes petantang petenteng banget mau ngelaporin orang, ternyata ada daddy mer," tulis salah satu akun di Threads @birkindust_.
"Anak financial manager ngaku miskin, tak cubit yaaaaaa," timpal netizen lainnya.
Latar Belakang Dwi Sasetyaningtyas
Tyas juga pernah menceritakan bagaimana didikan sang ayah yang seorang Manajer Keuangan membentuk karakternya.
Ia mengaku harus memberikan sebuah prestasi atau meyakinkan sang ayah setiap kali memilih jenjang pendidikan.
"Kalau lagi kumpul-umpul biasa, suka ditanya, SMP mau masuk ke mana dan seterusnya. Pas saya bilang masuk ITB saja, saya harus 'jualan' ke mereka, kenapa saya pilih ITB," kenang Tyas.
Tyas sendiri sebenarnya memiliki rekam jejak akademik yang impresif.
Ia merupakan lulusan Teknik Kimia Institut Teknologi Bandung (ITB) angkatan 2009 dengan IPK 3,34.
Kecerdasannya membawa Tyas meraih beasiswa penuh LPDP untuk melanjutkan studi S-2 di Delft University of Technology, Belanda.
Di sana, ia mendalami bidang Sustainable Energy Technology dan sempat melakukan penelitian model bisnis listrik untuk wilayah Sumba, NTT.
Tak hanya itu, Dwi Sasetyaningtyas juga pernah berkarier sebagai manajer di perusahaan multinasional P&G dan aktif dalam kegiatan sosial, seperti menanam 10 ribu pohon bakau serta menginisiasi komunitas @ceritakompos.
Namun, segala prestasi dan aksi sosialnya kini seolah tertutup oleh pernyataan kontroversialnya soal kewarganegaraan anaknya.
Sebagai alumni beasiswa yang dibiayai dari pajak rakyat (APBN), publik menilai Tyas tidak sepatutnya mengeluarkan pernyataan yang dianggap tidak nasionalis.
Saat ini, Tyas diketahui menetap di Inggris untuk mendampingi suaminya, Arya Iwantoro, yang bekerja di University of Plymouth.
Sang suami sendiri dikabarkan tengah berproses untuk mengembalikan seluruh dana beasiswa LPDP yang pernah diterimanya ke negara.
Berita Terkait
-
Alumni LPDP Bangga Anak Bukan WNI, Melaney Ricardo Beri Sindiran Keras
-
Jadi Penerima Beasiswa LPDP, Tasya Kamila Beberkan 7 Poin Pengabdian ke Negara Usai Lulus
-
Bolehkah Minum Kopi saat Sahur Puasa Ramadan? Ini Kata Dokter Tirta
-
Lupa Baca Niat tapi Makan Sahur, Apakah Puasa Tetap Sah?
-
Dwi Sasetyaningtyas Sebut Hidup Susah, Isi Garasi Mertuanya Syukur Iwantoro Bikin Geleng Kepala
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Cerita Eks Real Madrid Masuk Islam di Ramadan 2026, Langsung Bersimpuh ke Baitullah
- Sosok Arya Iwantoro Suami Dwi Sasetyaningtyas, Alumni LPDP Diduga Langgar Aturan Pengabdian
- Menkop Ferry Minta Alfamart dan Indomaret Stop Ekspansi Karena Mengancam Koperasi Merah Putih
Pilihan
-
SBY Sentil Doktrin Perang RI: Kalau Serangan Udara Hancurkan Jakarta, Bagaimana Hayo?
-
Kasus Pembakaran Tenda Polda DIY: Perdana Arie Divonis 5 Bulan, Hakim Perintahkan Bebas
-
Bikin APBD Loyo! Anak Buah Purbaya Minta Pemerintah Daerah Stop Kenaikan TPP ASN
-
22 Tanya Jawab Penjelasan Pemerintah soal Deal Dagang RI-AS: Tarif, Baju Bekas, hingga Miras
-
Zinedine Zidane Comeback! Sepakat Latih Timnas Prancis Usai Piala Dunia 2026
Terkini
-
Ketentuan THR 2026 untuk Karyawan Swasta, Paling Lambat Dibayar Kapan?
-
8 Rekomendasi Serum BPOM untuk Memutihkan Wajah Mulai Rp30 Ribuan
-
Robert Downey Jr. Jadi Godparent Disney Adventure, Bakal Berkati Pelayaran Perdana dari Singapura
-
Power Nap Berapa Lama yang Ideal? Disarankan Dokter Tirta Selama Puasa Ramadan
-
Lipstik Warna Peach Cocok untuk Kulit Apa? Ini 4 Rekomendasinya
-
Pakai Inhaler Asma saat Puasa, Membatalkan atau Tidak? Ini Penjelasan Hukumnya
-
Cara Hitung Dana Beasiswa LPDP Arya Pamungkas Iwantoro yang Harus Kembali ke Negara
-
Kenapa Disebut Gamis Bini Orang? Ini Asal-usul dan Ciri Khas Tren Baju Lebaran 2026
-
Cara Orang Indonesia Pilih Dompet Digital 2026: Tertarik Promo, Tapi Keamanan Jadi Penentu
-
Bolehkah Minum Kopi saat Sahur Puasa Ramadan? Ini Kata Dokter Tirta