- Isu penerima beasiswa LPDP enggan kembali ke Indonesia mencuat, memicu Tasya Kamila memberikan laporan pertanggungjawaban publik.
- Tasya Kamila meraih S2 Administrasi Publik dari Columbia University (2016–2018) dan telah memenuhi masa bakti lima tahun di Indonesia.
- Kontribusinya meliputi mendirikan yayasan lingkungan, edukasi publik, motivasi pemuda, dan tetap berkarya kreatif pasca-studi.
Suara.com - Isu mengenai penerima beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) yang enggan kembali ke Tanah Air tengah memanas di media sosial.
Persoalan ini mencuat setelah sosok Dwi Sasetyaningtyas dituding tidak bersyukur menjadi warga negara Indonesia usai mendapat beasiswa LPDP.
Melihat polemik yang kian riuh, Tasya Kamila ikut angkat bicara untuk memberikan edukasi kepada masyarakat.
Tasya Kamila merasa perlu memberikan laporan pertanggungjawaban kepada publik. Ia menegaskan, masyarakat memiliki hak untuk mengetahui kontribusi para awardee.
"Buatku, kalian berhak bertanya soal ini!" tulis Tasya Kamila di Instagram pada Selasa, 24 Februari 2026.
Tasya Kamila memulai penjelasan dengan latar studi yang ditempuh. Ia merupakan lulusan S2 dari Columbia University, Amerika Serikat, yang dibiayai negara melalui jalur LPDP.
Mantan penyanyi cilik ini menempuh pendidikan jurusan Public Administration in Energy and Environmental Policy pada kurun waktu tahun 2016 hingga 2018.
"Selain itu aku punya cita-cita untuk jadi Menteri, seenggaknya harus punya ilmu policymaking dong hehe," ungkap Tasya dalam narasinya.
Selama berkuliah di New York, Tasya Kamila tidak hanya sekadar duduk di bangku kelas. Namun juga aktif di berbagai forum bergengsi.
Baca Juga: Kontroversi LPDP Berlanjut, Cindy Fatikasari Ungkap Pindah ke Kanada Tanpa Dana Negara
Ia tercatat lulus tepat waktu dengan IPK (GPA) mencapai 3.75 dan sempat menjadi delegasi Indonesia dalam forum PBB.
Namun, di balik prestasinya yang gemilang, Tasya Kamila harus melewati cobaan berat saat sang ayah tercinta meninggal dunia ketika ia sedang ujian.
"Nggak bisa mensalatkan dan memakamkan Papa karena saat itu lagi masa ujian di kampus," kenangnya dengan nada sedih.
Meski begitu, Tasya Kamila tetap memegang teguh komitmen segera pulang ke Indonesia demi memenuhi masa bakti selama lima tahun.
Berikut adalah poin-poin pengabdian dan kontribusi nyata Tasya Kamila bagi Indonesia selama masa bakti LPDP (2018-2023):
1. Berkomitmen Pulang ke Indonesia
Pasca lulus pada 2018, Tasya Kamila langsung kembali ke Tanah Air dan menetap di Indonesia selama masa baktinya.
2. Menjadi Jembatan Kebijakan
Tasya Kamila aktif sebagai Duta Lingkungan Hidup dan terlibat dalam berbagai program edukasi masyarakat bersama kementerian.
3. Gerakan Akar Rumput
Tasya Kamila mendirikan yayasan Green Movement Indonesia. Tujuannya untuk mengedukasi masyarakat soal pilah sampah dan pengomposan dengan lebih dari 500 relawan.
4. Pemberdayaan Pemuda
Tasya Kamila Menjadi pembicara di lebih dari 100 acara di 50 universitas untuk memotivasi anak muda mengejar pendidikan tinggi.
5. Tenaga Pendidik Online
Tasya Kamila sempat mendedikasikan ilmunya sebagai pengajar geografi, lingkungan, dan bahasa Inggris untuk tingkat SMA di platform pendidikan.
6. Melestarikan Budaya
Tetap berkarya di industri kreatif dengan merilis lagu anak berkualitas yang mendapatkan penghargaan AMI Awards 2024.
7. Edukasi Parenting
Menggunakan platform media sosialnya untuk membagikan informasi tumbuh kembang anak demi mendukung Generasi Emas Indonesia.
Mengenai aturan kontribusi, Tasya menjelaskan bahwa pihak penyedia beasiswa memang tidak memberikan batasan kaku soal bentuk pengabdian.
"LPDP tidak menuliskan secara eksplisit apa bentuk 'kontribusi untuk Indonesia' selama Masa Bakti," jelas ibu dua anak tersebut.
Ia berpendapat bahwa setiap penerima beasiswa memiliki cara dan kapasitasnya masing-masing untuk memberikan dampak positif bagi bangsa.
Bagi Tasya Kamila, kontribusi tidak melulu harus dilakukan dengan bekerja di belakang meja kantor pemerintahan secara konvensional.
Tasya menutup laporannya dengan pesan yang menyentuh hati bagi para perempuan dan ibu di seluruh Indonesia.
"Siapapun kita, memiliki tempat untuk berkontribusi, asal kita mengusahakannya. Termasuk kami, para Ibu Rumah Tangga," pungkasnya.
Berita Terkait
-
Direktur LPDP Ungkap 600 Awardee Diselidiki Usai Kasus Viral Dwi Sasetyaningtyas
-
Kontribusi sebagai Alumni LPDP Dipertanyakan, Tasya Kamila Singgung Statusnya sebagai IRT
-
Siapa Fikri Yanda? Getol Bela Dwi Sasetyaningtyas di Polemik Hina Status WNI
-
7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
-
Langgar Aturan 2N+1 LPDP, Berapa Denda yang Harus Dibayar Suami Dwi Sasetyaningtyas?
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Cerita Eks Real Madrid Masuk Islam di Ramadan 2026, Langsung Bersimpuh ke Baitullah
- Sosok Arya Iwantoro Suami Dwi Sasetyaningtyas, Alumni LPDP Diduga Langgar Aturan Pengabdian
- Menkop Ferry Minta Alfamart dan Indomaret Stop Ekspansi Karena Mengancam Koperasi Merah Putih
Pilihan
-
SBY Sentil Doktrin Perang RI: Kalau Serangan Udara Hancurkan Jakarta, Bagaimana Hayo?
-
Kasus Pembakaran Tenda Polda DIY: Perdana Arie Divonis 5 Bulan, Hakim Perintahkan Bebas
-
Bikin APBD Loyo! Anak Buah Purbaya Minta Pemerintah Daerah Stop Kenaikan TPP ASN
-
22 Tanya Jawab Penjelasan Pemerintah soal Deal Dagang RI-AS: Tarif, Baju Bekas, hingga Miras
-
Zinedine Zidane Comeback! Sepakat Latih Timnas Prancis Usai Piala Dunia 2026
Terkini
-
Sudah Rela Tidur dengan Kades, Wanita Ini Murka Warungnya Tetap Dibongkar Satpol PP
-
Direktur LPDP Ungkap 600 Awardee Diselidiki Usai Kasus Viral Dwi Sasetyaningtyas
-
Ramai Video Ibu Tiri Nizam Sudah Ditahan, Benarkah Terkait Kasus di Sukabumi?
-
Kasus Berbalik Arah, Cinta Ruhama Amelz Kini Dilaporkan Usai Ungkap Dugaan Kekerasan Seksual 2017
-
Ayah Ungkap Kronologi Sebelum Bocah NS Dibawa ke RS dan Meninggal, Netizen Curigai Hal Ini
-
Usai Diinterogasi Polisi atas Meninggalnya Bocah NS, Ibu Tiri Nangis-Nangis Minta Maaf
-
Anak Meninggal Diduga Dianiaya Ibu Tiri, Ayah Nizam Curigai Hubungan Istri dengan Anak Angkat
-
Kontribusi sebagai Alumni LPDP Dipertanyakan, Tasya Kamila Singgung Statusnya sebagai IRT
-
Ogah Budaya Nonton di Bioskop Punah, James Cameron Jegal Netflix Caplok Warner Bros
-
Siapa Fikri Yanda? Getol Bela Dwi Sasetyaningtyas di Polemik Hina Status WNI