- Ali Khamenei dilaporkan wafat pada 28 Februari 2026 dalam serangan militer gabungan AS–Israel, memicu kehebohan global.
- Ia memimpin Iran sejak 1989, menggantikan Ruhollah Khomeini, dan menjadi figur sentral politik Iran selama lebih dari tiga dekade.
- Publik menyoroti latar belakang keluarga dan klaim garis keturunannya dari Nabi Muhammad SAW.
Kebijakannya ini memperkuat posisi Iran sebagai kekuatan regional yang kontroversial dan sering berkonfrontasi dengan musuhnya.
Di dalam negeri, rezim yang dipimpin Khamenei menghadapi protes besar dan kritik terhadap pembatasan kebebasan sipil serta penindasan terhadap lawan politik.
Demonstrasi besar seperti gerakan "Woman, Life, Freedom" pada 2022 menunjukkan tekanan sosial dan keinginan reformasi yang menantang kepemimpinannya.
Lalu, apakah Ali Khamenei keturunan Nabi Muhammad SAW? Mengutip The Guardian dan Britannica, umat Islam aliran Syiah meyakini Ali Khamenei sebagai keturunan Nabi Muhammad SAW.
Ali Khamenei diyakini secara luas merupakan seorang sayyid, keturunan Nabi Muhammad SAW yang memiliki garis nasab melalui putri Rasulullah, Fatimah Az-Zahra.
Menurut silsilah yang diyakini sejumlah kelompok, garis keturunan Ali Khamenei ditelusuri melalui cucu Nabi, Husain as., kemudian berlanjut ke Ali Zainal Abidin serta sejumlah tokoh Ahlul Bait (keluarga Muhammad) lainnya.
Sementara itu, wafatnya Ali Khamenei akibat serangan militer gabungan AS dan Israel menandai titik balik dalam sejarah politik Iran, menciptakan kekosongan kepemimpinan dan ketidakpastian masa depan rezim teokratis.
Pemerintah Iran menyatakan masa berkabung nasional selama 40 hari dan tantangan besar kini menanti dalam proses suksesi selanjutnya.
Warisan Ali Khamenei tetap menjadi topik perdebatan tajam di berbagai penjuru dunia, dengan pendukung melihatnya sebagai pembela kedaulatan Iran dan kritikus menyebutnya biang otoritarianisme dan represi.
Baca Juga: Apa Arti Haidar? Akun Resmi Iran Unggah Foto Pedang Legendaris setelah Khamenei Meninggal
Bagaimanapun, pengaruhnya terhadap politik dalam negeri dan geopolitik Timur Tengah selama hampir empat dekade tidak bisa diabaikan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 67 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 April 2026: Sikat Item Undersea, Evo Draco, dan AK47
- 5 Rekomendasi Parfum Lokal yang Wanginya Segar seperti Malaikat Subuh
Pilihan
-
Bukan Hanya soal BBM, Kebijakan WFH Mengancam Napas Bisnis Kecil di Magelang
-
Solidaritas Tanpa Batas: Donasi WNI untuk Rakyat Iran Tembus Rp9 Miliar
-
CFD Ampera Bikin Macet, Akademisi: Ada yang Salah dari Cara Kota Diatur
-
Polisi: Begal Petugas Damkar Tertangkap Saat Pesta Narkoba Didampingi Wanita di Pluit
-
Warga Sambeng Borobudur Terancam Kehilangan Mata Air, Sendang Ngudal Dikepung Tambang
Terkini
-
Cerita Edu-Ekowisata Lembur Mangrove Patikang, Saat Warga Jaga Alam Sekaligus Buka Peluang Ekonomi
-
Pulihkan Sungai, River Ranger Jakarta Ajak Warga Mulai dari Diri Sendiri
-
5 Day Cream yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Sudah BPOM
-
5 Parfum Lilith and Eve yang Paling Wangi dengan Inspirasi Produk High-End
-
4 Rekomendasi Skin Tint untuk Anak Sekolah, Ringan dan Tetap Natural Seharian
-
5 Bedak Viva yang Bagus dan Tahan Lama untuk Pemakaian Sehari-Hari
-
Wajah Lebih Terdefinisi Tanpa Operasi, Tren Kontur Presisi Jadi Pilihan Baru Perawatan Estetika
-
Membentuk Diplomat Muda Sejak Dini, Ruang Belajar Global Jadi Kunci Pengembangan Generasi Masa Depan
-
7 Sunscreen yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Atasi Flek Hitam
-
Ramalan Zodiak Hari Ini 16 April 2026: Energi Positif, Fokus Meningkat, dan Peluang Tak Terduga