- Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei meninggal dunia akibat serangan AS-Israel.
- Pemerintah Iran Sang Penjaga Revolusi tersebut gugur mati syahid
- Konsep syahid dalam Islam tak hanya meninggal di medan perang, tapi bisa akibat kondisi tertentu.
Suara.com - Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei meninggal dunia dalam serangan ekskalasi besar yang dilancarkan oleh Amerika Serikat dan Israel.
Pada Minggu (1/3/2026), media pemerintah Iran mengonfirmasi bahwa Sang Penjaga Revolusi tersebut "telah mencapai syahid" akibat serangan membabi buta AS-Israel yang menghantam kantor dan kompleks kediamannya di Teheran.
Sebagai penghormatan, pemerintah setempat menetapkan masa berkabung nasional selama 40 hari pasca meninggalnya Ayatollah Ali Khamenei.
Lantas apa kriteria seseorang disebut mati syahid dalam Islam?
Pengertian Mati Syahid
Di telinga masyarakat umum, istilah mati syahid sering kali identik dengan pejuang yang gugur di medan perang.
Namun, jika membedah literatur Islam lebih dalam, konsep syahid ternyata jauh lebih luas dan penuh kasih sayang.
Secara bahasa, syahid berarti "saksi". Seseorang disebut syahid karena malaikat menyaksikan ruhnya masuk surga, atau karena ia menjadi saksi atas kebesaran Allah melalui pengorbanannya.
Kriteria Orang Mati Syahid?
Mati syahid merupakan salah satu kemuliaan dalam ajaran Islam. Tak hanya gugur di jalan Allah, mati syahid pun disematkan kepada muslim di luar kondisi tersebut. Berikut kriteria mati syahid yang bisa dipahami.
1. Gugur di jalan Allah
Baca Juga: Ali Khamenei Gugur, Anwar Abbas Sebut Donald Trump Bandit Terbesar Abad Ini
Mereka yang gugur saat membela agama Islam. Mayoritas sahabat Nabi yang meninggal dalam peperangan disebut mati syahid.
Jenazahnya tidak perlu dimandikan atau dishalatkan, karena darahnya menjadi saksi suci di hadapan Allah.
2. Syahid kondisi tertentu
Islam memberikan gelar syahid bagi umatnya yang wafat dalam situasi berat, tidak hanya mereka yang wafat di medan perang.
Dalam hadis yang diriwayatkan oleh Abu Dawud, diterangkan tujuh pintu mati syahid dalam kondisi tertentu yakni:
- korban meninggal karena wabah tha’un (pes)
- korban meninggal karena sakit perut
- korban tenggelam
- korban meninggal tertimpa reruntuhan,
- meninggal karena radang selaput dada (pleuritis)
- korban meninggal terbakar
- wanita meninggal karena hamil.
Ketujuh kondisi tersebut juga mendapatkan derajat syahadah/syahid yang mulia di sisi Allah
Berita Terkait
Terpopuler
- 11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan
- Bagaimana Dody Hanggodo Memanfaatkan Kekuasaannya sebagai Menteri di Kementerian PU
- Penjelasan Polda Sulsel Terkait Kabar Penangkapan Basri Kajang
- 3 Parfum Mykonos Paling Wangi dengan Aroma Clean dan Tahan Lama Menurut Review Pembeli
- 5 HP Murah Kamera Bagus Sesuai Review untuk Foto dan Video, Mulai Rp1 Jutaan
Pilihan
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
Terkini
-
BTN Cetak Kinerja Cemerlang, Laba Bersih Semester I/2026 Melesat 40,8% dan NPL Turun Jadi 2,99%
-
Bukan Sekadar Hutan, Menhut Sebut Konservasi Gajah Kini Jadi Urusan Lintas Sektor
-
Gudang Munisi TNI AD Meledak di Madiun: Satu Prajurit Gugur, 6 Terluka
-
Cara Memakai Bedak agar Hasil Makeup Flawless, Ini Langkah yang Tepat
-
Luke Vickery Sah Jadi WNI, Tambahan Amunisi Baru Timnas Indonesia
-
Membedah Modus Sindikat Judol: Incar Petani dan IRT Jadi Penampung Rekening, Cuma Dibayar Rp100 Ribu
-
Melasma Tak Sama dengan Flek Biasa, Kenali Pemicunya yang Ternyata Bukan Hanya Sinar Matahari
-
Tuchel Bela Diri Usai Inggris Dibungkam Argentina: Lolos Semifinal Piala Dunia Sudah Prestasi
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
-
Ketua FKDM Deli Serdang Dicopot Gegara Pesan 'Turunkan Prabowo' Saat Bahas Kelangkaan BBM