- Kematian Ali Khamenei pada Maret 2026 memicu ingatan publik terhadap foto kunjungannya ke wilayah gempa Kermanshah 2017.
- Foto kunjungan pasca-gempa menyoroti kesederhanaan Khamenei melalui sepasang sepatu usang yang dikenakannya.
- Detail kesahajaan tersebut menjadi narasi personal yang melekat, kontras dengan dinamika politik kepemimpinan selama tiga dekade.
Suara.com - Kabar wafatnya Ali Khamenei pada Sabtu, 1 Maret 2026, mengguncang Iran dan menyita perhatian dunia. Namun di tengah sorotan geopolitik dan dinamika kekuasaan yang menyertainya, rakyat Iran justru kembali mengingat satu detail sederhana yang pernah terekam kamera bertahun-tahun lalu yakni sepasang sepatu usang yang dikenakannya saat melangkah di antara puing-puing gempa Kermanshah 2017.
Di saat negeri itu diliputi duka, foto tersebut kembali beredar luas, bukan sebagai simbol kekuasaan, melainkan sebagai cerminan kesederhanaan yang kini dikenang sebagai bagian dari warisan hidupnya.
Foto itu diambil ketika ia mengunjungi wilayah yang luluh lantak akibat gempa berkekuatan 7,3 magnitudo di Provinsi Kermanshah pada November 2017.
Di tengah debu dan reruntuhan, Ali Khamenei berjalan perlahan, menyapa para warga yang kehilangan rumah dan keluarga. Tidak ada atribut kemewahan yang menonjol. Jubah cokelat sederhana, sorban hitam yang menjadi ciri khasnya, dan sepatu yang tampak telah lama dipakai menjadi bagian dari momen yang kemudian melekat dalam ingatan publik.
Bertahun-tahun kemudian, setelah kabar wafatnya tersebar, foto itu kembali viral di media sosial.
Banyak warganet menyoroti lingkaran merah yang menandai alas kaki sang pemimpin. Bagi sebagian masyarakat, detail kecil tersebut menjelma menjadi sebuah nilai warisan, bahwa di balik posisi tertinggi dalam struktur Republik Islam Iran, terdapat narasi kesahajaan yang ingin ditampilkan atau setidaknya ingin dikenang.
Gelombang duka juga terasa di ruang digital. Sejumlah unggahan dari dalam dan luar Iran menggambarkan kesedihan yang mendalam.
Salah satu yang banyak dibagikan berasal dari akun Ali Abdul Sahib Al-Jubouri (@zn_qm8) di platform X. Akun tersebut, yang kerap memuat pandangan religius dan politik dalam bahasa Arab, menuliskan ungkapan emosional tentang sosok yang ia sebut sebagai pemimpin yang hidup dalam kesederhanaan dan wafat dalam keadaan berpuasa.
Dalam unggahannya, ia menulis:
Baca Juga: BREAKING: Mantan Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad Dilaporkan Tewas dalam Serangan Israel
“Wahai junjunganku,
Aku meneteskan air mata darah untukmu.
Engkau wafat dalam keadaan berpuasa dan hidup dalam keadaan berpuasa.
Terima kasih karena tidak mengecewakan kami, orang-orang sederhana ini…
Allah Maha Besar.”
Ungkapan itu merupakan ekspresi personal, bukan pernyataan resmi, namun mencerminkan bagaimana sebagian pendukung memandang Khamenei bukan sekadar figur politik, melainkan simbol spiritual dan moral.
Selama lebih dari tiga dekade memimpin sejak 1989, Khamenei berada di pusat berbagai peristiwa penting yakni dari tekanan sanksi internasional, ketegangan dengan Barat, hingga pergolakan regional yang silih berganti. Namanya kerap menghiasi berita-berita besar dunia. Namun di tengah perdebatan global mengenai kebijakan dan sikap politiknya, memori yang kini mencuat justru bersifat personal dan visual.
Bagi sebagian rakyat Iran, kesederhanaan yang ditampilkan dalam kunjungan-kunjungan semacam itu membentuk citra kepemimpinan yang dekat dengan rakyat kecil.
Dalam budaya politik Iran, terutama dalam tradisi Revolusi Islam, simbol kesahajaan memiliki makna kuat.
Tentu, warisan Khamenei akan tetap menjadi bahan diskusi panjang di dalam dan luar negeri. Ada yang mengenangnya sebagai penjaga ideologi revolusi, ada pula yang mengkritik keras arah kebijakan di bawah kepemimpinannya.
Tag
Berita Terkait
-
BREAKING: Mantan Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad Dilaporkan Tewas dalam Serangan Israel
-
Simbol Balas Dendam, Bendera Merah Berkibar di Masjid Jamkaran Usai Ali Khamenei Gugur
-
Diplomasi Panas: Sikap Tegas Kedubes Iran di Jakarta dan Tawaran Mediasi dari Prabowo Subianto
-
Iran Kibarkan Bendera Merah di Masjid Jamkaran Usai Kematian Khamenei, Simbol Janji Balas Dendam
-
Gugur dalam Agresi AS-Israel, Silsilah Ali Khamenei Sebagai 'Sayyid' Keturunan Nabi Jadi Sorotan
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 67 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 April 2026: Sikat Item Undersea, Evo Draco, dan AK47
- 5 Rekomendasi Parfum Lokal yang Wanginya Segar seperti Malaikat Subuh
Pilihan
-
Solidaritas Tanpa Batas: Donasi WNI untuk Rakyat Iran Tembus Rp9 Miliar
-
CFD Ampera Bikin Macet, Akademisi: Ada yang Salah dari Cara Kota Diatur
-
Polisi: Begal Petugas Damkar Tertangkap Saat Pesta Narkoba Didampingi Wanita di Pluit
-
Warga Sambeng Borobudur Terancam Kehilangan Mata Air, Sendang Ngudal Dikepung Tambang
-
Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
Terkini
-
ILUNI UI Soroti Risiko Hukum di Balik Transformasi BUMN: Era Baru, Tantangan Baru
-
H-7 Keberangkatan, Pemerintah: Persiapan Haji 2026 Hampir Rampung 100 Persen
-
Kasus Pelecehan Seksual FH UI: Bukti Dunia Pendidikan Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja?
-
Tak Perlu KTP Pemilik Lama, Polri Longgarkan Syarat Pajak Kendaraan Bekas di Seluruh Daerah!
-
Eropa Bersiap AS Keluar dari NATO, Trump yang 'Mencla-mencle' Jadi Sorotan Jerman
-
Ancam Kesehatan dan Lingkungan: DKI Gelar Operasi Basmi Ikan Sapu-sapu Jumat Lusa
-
Horor di Sekolah Turki: Anak Mantan Polisi Tembak 4 Orang Tewas, 20 Lainnya Luka-luka
-
Pemimpin Fatah Marwan Barghouti Disiksa di Penjara Israel, Dipukuli hingga Diserang Anjing
-
Fakta Baru Kasus Begal Damkar di Gambir: 3 dari 5 Pelaku Ternyata Penjahat Kambuhan!
-
Catat! Ini Jadwal Lengkap Keberangkatan Haji Indonesia 2026