Lifestyle / Komunitas
Senin, 02 Maret 2026 | 08:51 WIB
Ilustrasi mati syahid. (freepik.com)
Baca 10 detik
  • Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei meninggal dunia akibat serangan AS-Israel.
  • Pemerintah Iran Sang Penjaga Revolusi tersebut gugur mati syahid
  • Konsep syahid dalam Islam tak hanya meninggal di medan perang, tapi bisa akibat kondisi tertentu.

3. Syahid Membela Harta

Beberapa literatur agama menerangkan bahwa barang siapa yang meninggal dunia karena membela harta untuk kebenaran disebut syahid.

Dalam konteks ini, syahid di sini bukan berarti memuja harta benda. Namun menegakkan kebenaran dan menolak kebatilan.

Sebagai contoh, seseorang yang melawan perampok bukan sekadar membela nominal uang, melainkan sedang berjihad melawan tindakan kriminal yang merusak tatanan sosial dan harga diri.

Wafatnya dianggap syahid karena ia tidak gentar menghadapi kezaliman demi menjaga apa yang menjadi haknya secara syariat.

Ganjaran Mati Syahid

Orang yang mati syahid mendapat banyak kemuliaan seperti dosa semasa hidup yang terampuni dan mendapat tempat istimewa di sisi Allah.

Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh At-Tirmidzi dan Ibu Majah, diterangkan kemuliaan orang yang mati syahid.

"Rasulullah SAW bersabda: Orang yang mati syahid di sisi Allah mempunyai enam keutamaan; dosanya akan diampuni sejak awal kematiannya, diperlihatkan tempat duduknya di surga, dijaga dari siksa kubur, diberi keamanan dari ketakutan yang besar saat dibangkitkan dari kubur, diberi mahkota kemuliaan yang satu permata darinya lebih baik dari dunia seisinya, dinikahkan dengan tujuh puluh dua bidadari dan diberi hak untuk memberi syafaat kepada tujuh puluh orang dari keluarganya" (HR. At-Tirmidzi dan Ibnu Majah).

Baca Juga: Ali Khamenei Gugur, Anwar Abbas Sebut Donald Trump Bandit Terbesar Abad Ini

Load More