Suara.com - Di bulan Ramadhan, umat Islam tidak hanya wajib menunaikan ibadah puasa namun juga harus mengeluarkan zakat fitrah. Hal ini berlaku bagi setiap Muslim yang melalui bulan Ramadhan dan Syawal, baik itu laki-laki, perempuan, tua, muda, bahkan anak bayi yang baru lahir.
Sebagaimana ibadah lainnya, salah satu hal yang tidak boleh terlewat dalam menunaikan zakat fitrah yaitu membaca niat. Sebab, niat menjadi pembeda dan salah satu penentu sah tidaknya suatu ibadah, termasuk zakat fitrah di bulan Ramadhan.
Diketahui, niat membayar zakat fitrah berbeda, tergantung siapa yang membayarkannya. Oleh sebab itu, penting bagi setiap Muslim untuk memperhatikan niat zakat fitrah serta membacanya sesuai dengan peruntukannya, baik itu bagi diri sendiri, istri, anak, ataupun orang yabg diwakilkan.
Sebelum mengetahui bacaan niat zakat fitrah untuk diri sendiri, mari kita pahami tentang pengertian zakat fitrah. Yuk, simak!
Apa Itu Zakat Fitrah?
Pada dasarnya, jenis zakat dibagi menjadi dua antara lain yakni, zakat nafs (jiwa) disebut juga zakat fitrah dan zakat maal (harta). Zakat fitrah merupakan ibadah yang wajib ditunaikan oleh setiap jiwa umat Muslim, baik itu laki-laki ataupun perempuan, dewasa hingga anak-anak sert mempunyai kelebihan rezeki atau kebutuhan pokok untuk malam dan Hari Raya Idul Fitri.
Zakat ditunaikan di bulan Ramadhan dan batas pembayarannya sebelum pelaksanaan sholat Idul Fitri. Kewajiban membayar zakat juga tertuang dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu Umar RA, Rasulullah SAW bersabda:
"Rasulullah SAW mewajibkan zakat fitrah satu sha’ kurma atau satu sha’ gandum atas umat Muslim; baik hamba sahaya maupun merdeka, laki-laki maupun perempuan, kecil maupun besar." (HR. Bukhari Muslim)
Selain itu, dalam surat At-Taubah ayat 103 Allah SWT juga menyerukan umat-Nya untuk membayar zakat untuk memberi banyak manfaat bagi orang banyak, terutama orang yang tidak mampu. Berikut firman-Nya:
Baca Juga: Apakah Gaji Rp5 Juta Wajib Zakat? Ini Batas Nisab Terbaru Tahun 2026
“Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat tersebut engkau membersihkan dan mensucikan mereka” (QS. At-Taubah: 103)
Tak hahya sebagai penyucian jiwa setelah menunaikan ibadah puasa Ramadhan, zakat fitrah juga bisa dimaknai sebagai pemberi kebahagiaan terhadap orang-orang yang kurang mampu agar bisa merayakan Idul Fitri dengan layak dan agar semua orang dapat merasakan kebahagian dan kemenangan di hari raya nanti.
Syarat dan Kadar Zakat Fitrah
Selain yang disebutkan sebelumnya, orang yang wajib membayar zakat fitrah harus memenuhi syarat berikut:
- Beragam islam
- Masih hidup di bulan ramadhan
- Memiliki kelebihan rezeki untuk kebutuhan pokok pada malam dan Hari Raya Idul Fitri.
Untuk besaran zakat fitrah atau kadar zakat fitrah yang wajib dibayarkan yakni makanan pokok seperti beras dengan berat 2,5 kg atau atau 3,5 liter per jiwa. Para ulama, seperti Shaikh Yusuf Qardawi pun membolehkan zakat fitrah dibayarkan dalam bentuk uang tuunai dengan nominal yang setara harga 1 sha’ gandum, kurma ataupun beras pada saat ini.
Pembayaran zakat fitrah pun bisa dakukan sendiri, diwalikan oleh orangtua atau saudara. Oleh karena itu niatnya pun menjadi berbeda-beda tergantung untuk siapa zakat tersebur ditujukan.
Niat Zakat Fitrah
Ketika menunaikan zakat fitrah di bulan Ramadhan, niat menjadi bagian penting yang harus diperhatikan. Berikut ini adalah bacaan niat zakat fitrah untuk diri sendiri hingga yang mewakilkan:
1. Niat Zakat Fitrah untuk Diri Sendiri
ﻧَﻮَﻳْﺖُ أَﻥْ أُﺧْﺮِﺝَ ﺯَﻛَﺎﺓَ ﺍﻟْﻔِﻄْﺮِ ﻋَﻦْ ﻧَﻔْسيْ ﻓَﺮْﺿًﺎ ِﻟﻠﻪِ ﺗَﻌَﺎﻟَﻰ
Nawaitu an ukhrija zakaatal fithri ‘an nafsii fardhan lillaahi ta’aalaa
Artinya: Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk diriku sendiri sebagai kewajiban karena Allah Ta'ala.
2. Niat Zakat Fitrah untuk Keluarga
ﻧَﻮَﻳْﺖُ ﺃَﻥْ ﺃُﺧْﺮِﺝَ ﺯَﻛَﺎﺓَ ﺍﻟْﻔِﻄْﺮِ ﻋَنِّيْ ﻭَﻋَﻦْ ﺟَﻤِﻴْﻊِ ﻣَﺎ ﻳَﻠْﺰَﻣُنِيْ ﻧَﻔَﻘَﺎﺗُﻬُﻢْ ﺷَﺮْﻋًﺎ ﻓَﺮْﺿًﺎ ِﻟﻠﻪِ ﺗَﻌَﺎﻟَﻰ
“Nawaitu an ukhrija zakaata al-fithri 'anni wa 'an jami'i ma ya'lunihi fardhan lillahi ta'ala.”
Artinya: Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk diriku dan orang-orang yang menjadi tanggunganku sebagai kewajiban karena Allah Ta'ala
3. Niat Zakat Fitrah untuk orang yang diwakilkan
ﻧَﻮَﻳْﺖُ ﺃَﻥْ ﺃُﺧْﺮِﺝَ ﺯَﻛَﺎﺓَ ﺍﻟْﻔِﻄْﺮِ ﻋَﻦْ (..…) ﻓَﺮْﺿًﺎ ِﻟﻠﻪِ ﺗَﻌَﺎﻟَﻰ
“Nawaitu an ukhrija zakaatal fithri ‘an (…) fardhan lillaahi ta’aalaa”
Artinya: Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk… (sebutkan nama spesifik), fardu karena Allah Ta’ala
Doa saat Membayar Zakat
Imam Nawawi dalam karyanya al-Adzkar, menganjurkan agar setelah membayar zakat dan membaca niat, seseorang membaca doa berikut :
رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا ۗ اِنَّكَ اَنْتَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ
Rabbanaa taqabbal minnaa, innaka antas samii’ul ‘aliim
Artinya: Ya Tuhan kami, terimalah (amal) dari kami. Sungguh, Engkaulah Yang Maha Mendengar, Maha Mengetahui, (QS. Al-Baqarah [2]: 127) (Lihat: Zakariya an-Nawawi, al-Adzkar, hal 327)
Cara Membayar Zakat Fitrah
Berikut ini langkah-langkah membayar zakat fitrah:
1. Pilih Jenis Zakat
Umat Muslim bisa membayar zakat fitrah dalam bentuk makanan pokok. Di Indonesia umumnya, pembayaran zakat berupa beras seberat 2,5 kg atau 3,5 liter per jiwa. Kemudian, seseorang juga bisa membayar dalam bentuk uang sesuai nominal seharga makanan pokok yang biasanya dikonsumsi.
2. Tentukan Waktu Pembayaran
Zakat fitrah boleh dibayarkan sejak awal Ramadhan dan paling lambat pagi hari sebelum pelaksanaan sholat Idul Fitri. Sementara itu, penyalurannya kepada mustahik juga hendaknya dilakukan sebelum sholat Idul Fitri. Sebab jika ditunaikan setelahnya, maka zakat fitrah tersebut hanya dianggap sebagai sedekah guna memudahkan dalam menunaikan zakat fitrah dan menyalurakannya.
3. Membaca niat dan doa
Saat menunaikan zakat fitrah jangan lupa untuk membaca niat dan doa setelahnya. Doa dan niat dibaca dengan harapan, Allah SWT menerima zakat fitrah kita serta amalan ibadah lainnya selama bulan Ramadhan.
Sekian bacaan niat zakat fitrah untuk diri sendiri yang dapat diamalkan. Semoga bermanfaat!
Kontributor : Putri Ayu Nanda Sari
Berita Terkait
-
Viral Video Pemain Liga Tunisia Tumbang Usai Jalani Laga Siang Hari saat Ramadan
-
Merawat Diri dan Memberi Dampak: Makna Kebaikan Ramadan yang Bergulir
-
Bukan Sekadar Jajan, Gen Z Jadikan Berburu Takjil Ritual Ramadan
-
Fenomena War Takjil, Warna Unik Ramadan di Tengah Euforia Budaya Konsumtif
-
Zakat Fitrah di Era Digital: Boleh Uang atau Harus Beras?
Terpopuler
- Apakah Jateng Tak Punya Gubernur? Ketua TPPD: Buktinya Pertumbuhan Ekonomi Jateng Nomor Dua di Jawa
- Ayatollah Ali Khamenei Diklaim Tewas, Foto Jasadnya Ditunjukkan ke Benjamin Netanyahu
- PERANG DIMULAI: Amerika dan Israel Serang Ibu Kota Iran
- Terpopuler: 5 HP Samsung RAM 8 GB Termurah, Sinyal Xiaomi 17T Series Masuk Indonesia
- Israel Bombardir Kantornya di Teheran, Keberadaan Imam Ali Khamenei Masih Misterius
Pilihan
-
Ahok Adu Mulut dengan Pengacara Kasus LNG, Hakim Sampai Harus Turun Tangan
-
Kabar Duka, Wakil Presiden ke-6 RI Try Sutrisno Meninggal Dunia di RSPAD Pagi Ini
-
Terungkap! Begini Cara CIA Melacak dan Mengetahui Posisi Ayatollah Ali Khamenei
-
Iran Klaim Hantam Kapal Induk USS Abraham Lincoln Pakai 4 Rudal, 3 Tentara AS Tewas
-
BREAKING: Mantan Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad Dilaporkan Tewas dalam Serangan Israel
Terkini
-
Mengapa Bahasa Inggris Akademik Jadi Kunci Sukses Kuliah di Luar Negeri
-
Dalam Kuasa Iran, Seberapa Penting Selat Hormuz? Bikin Harga Minyak Meroket
-
Bacaan Niat Zakat Fitrah untuk Anak Perempuan, Ini Ketentuan dan Tata Cara Membayarnya
-
Viral di X, Siapa Imam Mahdi yang Jadi Perbincangan di Tengah Konflik Iran-Israel?
-
Tak Hanya Soal Nuklir, 5 Alasan Israel dan AS Nekat Gempur Iran Habis-habisan
-
Wow! Dokter Ini Pecahkan Rekor MURI: Suntik Filler Dagu Terbanyak dalam Sehari
-
Apa yang Perlu Disiapkan Jika Perang Dunia III Terjadi? Ini Daftarnya
-
5 Model Baju Lebaran 2026 Wanita Terbaru untuk Inspirasi Outfit Hari Raya
-
5 Dampak Penutupan Selat Hormuz Imbas Perang di Iran, Bisa Picu Inflasi Global?
-
Kapan Waktu Salat Gerhana 3 Maret 2026? PBNU dan Muhammadiyah Ungkap Detail Jamnya