Suara.com - Perang antara Israel dan Iran pecah pada 28 Februari 2026. Perang ini menyusul serangan Israel pada Iran yang menelan banyak korban, 600 orang dikabarkan tewas, sementara 1.300 alami luka-luka.
Iran tak berdiam diri, membalas serangan udara dengan udara dan meluncurkan ratusan rudal serta drone di Israel dan berhasil menelan ratusan korban, 25 di antaranya tewas, sementara lainnya alami luka-luka.
Sejak insiden tersebut pecah minggu lalu, setidaknya sudah lebih dari 400 rudal yang diluncurkan oleh Iran, dan wilayah Israel yang menjadi target utama untuk dibumihanguskan.
Dari konflik ini, terjadi kerusakan di mana-mana, infrakstruktur sekolah, rumah sakit, bandara hancur, jumlah korban jiwa dan luka yang signifikan.
Apabila ini terus terjadi dan ketegangan antar kedua negara ini masih berlanjut, berpotensi adanya penutupan jalur pelayaran strategis seperti Selat Hormuz.
Lini media sosial saat ini dipenuhi dengan video serangan udara antar kedua negara, dimulai dari rudal balistik hypersonic dan drone yang mewarnai langit negara bagian Timur Tengah hingga saat ini.
Ketegangan yang terjadi antara Iran-Israel menarik perhatian publik di belahan dunia, termasuk Indonesia.
Dan mungkin tak sedikit orang yang justru penasaran terkait bagaimana kronologi awal mula Iran serang Israel padahal sebelumnya kedua negara tersebut bersahabat. Berikut uraian singkatnya.
Kenapa Israel dan AS menyerang Iran? Ini kronologinya
Baca Juga: Harta Kekayaan Ali Khamenei yang Tewas dalam Serangan AS-Israel
1. Persahabatan Erat (1953-1979)
Apabila ditarik jauh ke belakang, Iran dan Amerika pernah bersahabat erat selama lebih dari dua dekade sebelum 1979.
Persahabatan berubah total dari permusuhan panjang hingga hari ini terjadi setelah kudeta 1953 yang didukung CIA dan Inggris, sehingga Shah Mohammad Reza Pahlavi kembali berkuasa.
AS menjadi pendukung utama Shah dan memberikan bantuan militer, ekonomi, dan intelijen besar-besaran. Iran di era Shah dikenal sebagai sekutu AS di Timur Tengah.
2. Permusuhan Ideologi (1979-1981)
Dukungan AS terhadap Shah menjadi pemicu utama Revolusi Iran tahun 1979, yang menjadikan Iran sebagai republik Islam di bawah Ayatollah Ali Khoimeini dan secara terbuka menentang dominasi AS di Timur Tengah.
Berita Terkait
Terpopuler
- Megawati: Saya Dipanggil Polisi 3 Kali, Diperiksa Jaksa Sampai Malam
- Febrie Adriansyah Minta Emas 74 Kg dan Uang Ratusan Miliar Segera Dikembalikan
- Besok, Front Mahasiswa UI hingga IPB Siap Gelar Aksi 'Merebut Kemerdekaan' di Jakarta
- Sunscreen Apa yang Bisa Memudarkan Flek Hitam di Wajah? Ini 9 Rekomendasi Terbaiknya
- PJJ Jakarta 18 Agustus 2026 Besok: Berlaku untuk Sekolah Negeri-Swasta, ASN Boleh WFH 50 Persen
Pilihan
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
Terkini
-
Promo Mr. DIY, Dapatkan Cashback 45 Persen dengan QRIS BRImo
-
Indonesia Bisa Tiru! Begini Cara Pemkot Seoul Hadapi Gelombang Panas yang Mematikan
-
Perempuan Belanda Ini Kritik Pedas Pemain Keturunan Indonesia, Ada Apa?
-
Dari Paskibraka hingga Penerjun, Prabowo Jamu Petugas Upacara HUT RI di Hambalang
-
PHR Zona 4 Perkuat Budaya HSSE, Keselamatan Kerja Jadi Prioritas Operasi Hulu Migas
-
Bukan Klaim! KPK Punya Bukti Kerugian Negara Rp622 Miliar di Kasus Korupsi Kuota Haji
-
Tak Hanya Muara Enim! KPK Temukan Pola Lobi BPK Demi WTP di PALI dan Empat Lawang
-
Kuota Internet Tak Lagi Hangus, Siapa yang Harus Menanggung Beban Biaya dan Kapasitas Jaringan?
-
Senjata Canggih Tak Cukup Jaga Kedaulatan RI! Ada 3 Hal yang Wajib Diperkuat Prabowo
-
Pelabuhan Diminta Seaman Bandara, DPR Dorong Pemisahan Kapal Barang dan Penumpang